

Maret akan segera usai. Bulan April menjelang. Ada suatu kebiasaan jahiliah yang patut kita waspadai bersama sebagai seorang Muslim; 1 April sebagai hari April Mop. April Mop sendiri adalah hari di mana orang-orang diperbolehkan menipu dan berbohong kepada orang lain. Tapi tahukah Anda apakah April Mop itu sebenarnya?
Sejarah April Mop
Sebenarnya, April Mop adalah sebuah perayaan hari kemenangan atas dibunuhnya ribuan umat Islam Spanyol oleh tentara salib yang dilakukan lewat cara-cara penipuan. Sebab itulah, mereka merayakan April Mop dengan cara melegalkan penipuan dan kebohongan walau dibungkus dengan dalih sekadar hiburan atau keisengan belaka.
Biasanya orang akan menjawab bahwa April Mop—yang hanya berlaku pada tanggal 1 April—adalah hari di mana kita boleh dan sah-sah saja menipu teman, orangtua, saudara, atau lainnya, dan sang target tidak boleh marah atau emosi ketika sadar bahwa dirinya telah menjadi sasaran April Mop. Biasanya sang target, jika sudah sadar kena April Mop, maka dirinya juga akan tertawa atau minimal mengumpat sebal, tentu saja bukan marah sungguhan.
Walaupun belum sepopuler perayaan tahun baru atau Valentines Day, budaya April Mop dalam dua dekade terakhir memperlihatkan kecenderungan yang makin akrab di masyarakat perkotaan kita. Terutama di kalangan anak muda. Bukan mustahil pula, ke depan juga akan meluas ke masyarakat yang tinggal di pedesaan. Ironisnya, masyarakat dengan mudah meniru kebudayaan Barat ini tanpa mengkritisinya terlebih dahulu, apakah budaya itu baik atau tidak, bermanfaat atau sebaliknya.
Perayaan April Mop berawal dari suatu tragedi besar yang sangat menyedihkan dan memilukan? April Mop, atau The Aprils Fool Day, berawal dari satu episode sejarah Muslim Spanyol di tahun 1487 M, atau bertepatan dengan 892 H.
Sejak dibebaskan Islam pada abad ke-8 M oleh Panglima Thariq bin Ziyad, Spanyol berangsur-angsur tumbuh menjadi satu negeri yang makmur. Pasukan Islam tidak saja berhenti di Spanyol, namun terus melakukan pembebasan di negeri-negeri sekitar menuju Perancis. Perancis Selatan dengan mudah dibebaskan. Kota Carcassone, Nimes, Bordeaux, Lyon, Poitou, Tours, dan sebagainya jatuh. Walaupun sangat kuat, pasukan Islam masih memberikan toleransi kepada suku Goth dan Navaro di daerah sebelah barat yang berupa pegunungan. Islam telah menerangi Spanyol.
Karena sikap para penguasa Islam yang begitu baik dan rendah hati, banyak orang-orang Spanyol yang kemudian dengan tulus dan ikhlas memeluk Islam. Muslim Spanyol bukan saja beragama Islam, namun sungguh-sungguh mempraktikkan kehidupan secara Islami. Tidak saja membaca Al-Quran, namun bertingkah-laku berdasarkan Al-Quran. Mereka selalu berkata tidak untuk musik, bir, pergaulan bebas, dan segala hal yang dilarang Islam. Keadaan tenteram seperti itu berlangsung hampir enam abad lamanya.
Selama itu pula kaum kafir yang masih ada di sekeliling Spanyol tanpa kenal lelah terus berupaya membersihkan Islam dari Spanyol, namun selalu gagal. Maka dikirimlah sejumlah mata-mata untuk mempelajari kelemahan umat Islam Spanyol.
Akhirnya mereka menemukan cara untuk menaklukkan Islam, yakni dengan pertama-tama melemahkan iman mereka melalui jalan serangan pemikiran dan budaya. Maka mulailah secara diam-diam mereka mengirimkan alkohol dan rokok secara gratis ke dalam wilayah Spanyol. Musik diperdengarkan untuk membujuk kaum mudanya agar lebih suka bernyanyi dan menari daripada membaca Al Quran. Mereka juga mengirimkan sejumlah ulama palsu untuk meniup-niupkan perpecahan ke dalam tubuh umat Islam Spanyol. Lama-kelamaan upaya ini membuahkan hasil.
Akhirnya Spanyol jatuh dan bisa dikuasai pasukan salib. Penyerangan oleh pasukan salib benar-benar dilakukan dengan kejam tanpa mengenal peri kemanusiaan. Tidak hanya pasukan Islam yang dibantai, tetapi juga penduduk sipil, wanita, anak-anak kecil, orang-orang tua. Satu-persatu daerah di Spanyol jatuh.
Granada adalah daerah terakhir yang ditaklukkan. Penduduk-penduduk Islam di Spanyol (juga disebut orang Moor) terpaksa berlindung di dalam rumah untuk menyelamatkan diri. Tentara-tentara salib terus mengejar mereka. Ketika jalan-jalan sudah sepi, tinggal menyisakan ribuan mayat yang bergelimpangan bermandikan genangan darah, tentara salib mengetahui bahwa banyak muslim Granada yang masih bersembunyi di rumah-rumah. Dengan lantang tentara salib itu meneriakkan pengumuman, bahwa para Muslim Granada bisa keluar dari rumah dengan aman dan diperbolehkan berlayar keluar Spanyol dengan membawa barang-barang keperluan mereka.
Orang-orang Islam masih curiga dengan tawaran ini. Namun beberapa dari orang Muslim diperbolehkan melihat sendiri kapal-kapal penumpang yang sudah dipersiapkan di pelabuhan. Setelah benar-benar melihat ada kapal yang sudah disediakan, mereka pun segera bersiap untuk meninggalkan Granada dan berlayar meninggalkan Spanyol.
Keesokan harinya, ribuan penduduk muslim Granada keluar dari rumah-rumah mereka dengan membawa seluruh barang-barang keperluan, beriringan berjalan menuju ke pelabuhan. Beberapa orang Islam yang tidak mempercayai pasukan salib, memilih bertahan dan terus bersembunyi di rumah-rumah mereka. Setelah ribuan umat Islam Spanyol berkumpul di pelabuhan, dengan cepat tentara salib menggeledah rumah-rumah yang telah ditinggalkan penghuninya. Lidah api terlihat menjilat-jilat angkasa ketika mereka membakari rumah-rumah tersebut bersama dengan orang-orang Islam yang masih bertahan di dalamnya.
Sedang ribuan umat Islam yang tertahan di pelabuhan, hanya bisa terpana ketika tentara salib juga membakari kapal-kapal yang dikatakan akan mengangkut mereka keluar dari Spanyol. Kapal-kapal itu dengan cepat tenggelam. Ribuan umat Islam tidak bisa berbuat apa-apa karena sama sekali tidak bersenjata. Mereka juga kebanyakan terdiri dari para perempuan dengan anak-anaknya yang masih kecil-kecil. Sedang para tentara salib telah mengepung mereka dengan pedang terhunus.
Dengan satu teriakan dari pemimpinnya, ribuan tentara salib segera membantai umat Islam Spanyol tanpa rasa belas kasihan. Jerit tangis dan takbir membahana. Seluruh Muslim Spanyol di pelabuhan itu habis dibunuh dengan kejam. Darah menggenang di mana-mana. Laut yang biru telah berubah menjadi merah kehitam-hitaman.
Tragedi ini bertepatan dengan tanggal 1 April. Inilah yang kemudian diperingati oleh dunia kristen setiap tanggal 1 April sebagai April Mop (The Aprils Fool Day). Pada tanggal 1 April, orang-orang diperbolehkan menipu dan berbohong kepada orang lain. Bagi umat kristiani, April Mop merupakan hari kemenangan atas dibunuhnya ribuan umat Islam Spanyol oleh tentara salib lewat cara-cara penipuan. Sebab itulah, mereka merayakan April Mop dengan cara melegalkan penipuan dan kebohongan walau dibungkus dengan dalih sekedar hiburan atau keisengan belaka.
Bagi umat Islam, April Mop tentu merupakan tragedi yang sangat menyedihkan. Hari di mana ribuan saudara-saudaranya se-iman disembelih dan dibantai oleh tentara salib di Granada, Spanyol. Sebab itu, adalah sangat tidak pantas juga ada orang Islam yang ikut-ikutan merayakan tradisi ini. Siapapun orang Islam yang turut merayakan April Mop, maka ia sesungguhnya tengah merayakan ulang tahun pembunuhan massal ribuan saudara-saudaranya di Granada, Spanyol, 5 abad silam.
Jadi, perhatikan sekeliling Anda, anak Anda, atau Anda sendiri, mungkin terkena bungkus jahil April Mop tanpa kita sadari. (sa/berbagaisumber)
(Diterjemahkan dari kitab Kasyfu al Haqaa-iq al Khafiyah ‘inda Mudda’iy as Salafiyyah/Menyingkap Realita Tersembunyi pada kelompok Yang mengaku sebagai Salafiyah, karya Syaikh Mut’ib bin Sarayan al ‘Ashimiy. Penerbit Maktabah al Malik Fahd al Wathaniyah, Mekkah al Mukarramah 1425H)
Edisi kali ini akan kami tampilkan fatwa dan nasihat para ulama besar di Kerajaan Saudi Arabia untuk mereka yang menamakan dirinya ‘salafi’. Fatwa ini lahir karena kegelisahan dan keprihatinan para ulama tersebut atas realita yang menodai citra da’wah Islamiyah yang seharusnya rahmah. Anda akan temukan bahwa para ulama ini amat mengingkari sikap keras, gampang menuduh, memfitnah, dan memberikan gelar-gelar buruk kepada sesama umat Islam, apalagi para da’i dan ulamanya. Sekaligus juga, pengingkaran mereka terhadap klaim atau sebutan-sebutan bernada membanggakan diri dan hizbiyah, seperti mengaku ‘kami salafiyyun’ atau ‘aku salafi.’
Inilah kondisi sebenarnya, namun apakah realita ini sengaja disembunyikan, atau memang mereka tidak mau tahu, karena begitu kentalnya sikap fanatisme dan hizbiyah (kekelompokkan). Sebagaimana yang kita lihat begitu sterilnya mereka dengan saudara-saudaranya. Selama tidak bertingkah sama dengan mereka, tidak memfasiq-kan apa yang mereka fasiq-kan, tidak mengkafirkan apa yang mereka kafirkan, tidak membid’ahkan apa yang mereka bid’ahkan, tidak ikut mentahdzir orang yang mereka tahdzir, dan tidak memboikot orang yang mereka boikot, maka Anda tidak diakui sebagai salafy, bahkan Anda akan mengalami serangan yang serupa, sebagaimana yang dialami oleh Syaikh ‘Aidh al Qarny, Syaikh Salman Fahd al ‘Audah, dan Syaikh Safar al Hawaly. Sebenarnya mereka ulama salafy juga, namun karena tidak mau begitu saja menyerang sesama aktifis Islam, langsung dianggap sesat. Ini, mudah-mudahan bukan gambaran umum tentang mereka. Semoga ada ikhwah yang sempat dan memiliki keluangan waktu untuk menerjemahkan secara utuh kitab ini. Nas’alullahal hidayah wal ‘afiyah … amin
Nasihat Samahatusy Syaikh al ‘Allamah Abdul ‘Aziz bin Baz –rahimahullah (hal.3-4)
Wajib bagi setiap penuntut ilmu dan ahli ilmu untuk mengetahui kewajiban para ulama. Wajib atas mereka, untuk berprasangka baik, berbicara yang baik, dan menjauhi pembicaraan yang buruk, sebab para da’i ilallah memiliki hak yang besar di dalam masyarakat. Maka, wajib bagi mereka untuk membantu tugas mereka (para da’i) dengan perkataan yang baik, metode yang bagus, dan prasangka yang baik pula. Bukan dengan sikap kekerasan, bukan dengan mengorek kesalahan-kesalahan agar orang lari dari fulan dan fulan.
Adalah wajib untuk menjadi penuntut ilmu, menuntut yang baik dan bermanfaat, lalu bertanya tentang masalah-masalah ini. Jika terdapat kesalahan atau musykil hendaknya bertanya dengan hikmah dan niat yang baik, setiap manusia pernah berbuat salah dan benar, tidak ada yang ma’shum kecuali para rasul –‘alaihimus shalatu was salam, mereka terjaga dari kesalahan dalam apa-apa yang mereka sampaikan dari Rabb mereka. Para sahabat nabi dan setiap orang selain mereka pasti pernah berbuat salah dan benar, begitu pula orang-orang setelah mereka, dan ucapan para ulama dalam urusan ini sudah diketahui dengan baik (ma’ruf).
Ini bukan berarti, para da’i, ulama, pengajar, atau khathib, adalah ma’shum, tidak. Mereka telah berbuat salah, maka wajib memberinya peringatan, juga atas hal yang musykil darinya hendaknya bertanya dengan ucapan yang baik, maksud yang mulia, sampai diperoleh faedah dan clearnya musykil tersebut, dengan tanpa berpaling dari si fulan atau menjauhinya.
Para ulama, mereka adalah pewaris para nabi. Tetapi bukan berarti selamanya mereka tidak punya salah. Jika salah, mereka mendapatkan satu pahala, jika benar, mendapatkan dua pahala.
Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Jika seorang hakim menentukan hukum, ia berijtihad, kemudian ia benar, maka ia mendapatkan dua pahala. Jika ijtihadnya salah maka satu pahala. “ (HR. Bukhari, 9/193. Muslim, 33/1342)
Saudara-saudara kami para da’i ilallah ‘Azza wa Jalla di negeri ini, hak mereka atas masyarakatnya adalah mendapatkan bantuan dalam kebaikan, berprasangka baik dengan mereka, dan menjelaskan kesalahannya dengan uslub (cara) yang bagus, bukan bertujuan mencari ketenaran dan aib.
Sebagian manusia ada yang menulis selebaran-selebaran tentang sebagian para da’i, berupa selebaran-selebaran yang buruk, yang tidak sepantasnya ditulis oleh para penuntut ilmu, dan tidak sepantasnya dengan cara demikian … (Kibarul ‘Ulama yatakallamuna ‘an ad Du’at, Hajar al Qarny, hal. 8) Sampai di sini dari Syaikh Abdul ‘Aziz bin Baz –rahimahullah.
Nasihat Samahatusy Syaikh Muhammad bin Shalih al ‘Utsaimin –rahimahullah (hal.5)
Syaikh Ibnu ‘Utsaimin berkata:
Jika telah banyak golongan-golongan (al Ahzab) dalam tubuh umat Islam maka janganlah fanatik pada kelompok. Telah nampak golongan-golongan sejak zaman dahulu seperti khawarij, mu’tazilah, jahmiyah, rafidhah, kemudian nampak saat ini ikhwaniyyun, salafiyyun, tablighiyyun, dan yang sepertinya. Maka, hendaklah setiap kelompok-kelompok dicampakan ke sebelah kiri dan hendaklah kalian bersama imam, dan demikian itu merupakan apa-apa yang diarahkan oleh Nabi dalam sabdanya: “Hendaklah kalian memegang sunahku, dan sunah para khulafa’ ur rasyidin.”
Tidak ragu lagi, bahwa wajib atas seluruh kaum muslimin menjadikan madzhab mereka adalah madzhab salaf, bukan untuk ber-intima (berkomitmen) pada kelompok tertentu yang dinamakan salafiyyun.
Wajib bagi umat Islam menjadikan madzhab mereka adalah madzhab salafus shalih, bukan bertahazzub (berkelompok) kepada apa-apa yang dinamakan salafiyyun. Maka, ada thariiq (jalan-metode) as salaf (umat terdahulu), dan ada juga hizb (kelompok) yang dinamakan salafiyyun, padahal yang dituntut adalah ittiba’ (mengikuti) salaf (umat terdahulu). (Syarah al Arba’iin an Nawawiyah. Hadits ke 28: “Aku wasiatkan kalian untuk taqwa kepada Allah, dengar dan taat,” hal. 308-309) (dalam kitab aslinya paragrap dua dan tiga juga ditebalkan)
Nasihat Al ‘Allamah Syaikh Shalih bin Fauzan al Fauzan –hafizhahullah (hal. 15-16)
“Ada orang yang mengklaim bahwa dirinya di atas madzhab salaf, tetapi mereka menyelisihinya, mereka melampaui batas (ghuluw) dan menambah-nambahkan, dan keluar dari metode As Salaf. Di antara mereka juga ada yang mengaku bahwa dirinya di atas madzhab salaf, tetapi mereka menggampangkan dan meremehkan, hanya cukup menyandarkan diri (intisab).
Orang yang di atas manhaj salaf itu adalah lurus dan pertengahan antara melampaui batas (ifrath) dan meremehkan (tafrith), demikianlah thariqah salaf, tidak melampaui batas atau meremehkan. Untuk itulah Allah Ta’ala berfirman: “ …dan prang-orang yang mengikuti mereka dengan baik ….”
Maka, jika engkau hendak mengikuti jejak salaf, maka engkau harus mengenal jalan (thariqah) mereka, tidak mungkin mengikuti mereka kecuali jika engkau telah mengenal jalan mereka, dan itqan dengan manhaj mereka lantaran engkau berjalan di atasnya. Adapun bersama orang bodoh, engkau tidak mungkin berjalan di atas thariqah mereka (salaf), dan engkau menjadi bodoh dan tidak mengenalnya, atau menyandarkan kepada mereka apa-apa yang tidak pernah mereka katakan atau yakini. Engkau berkata: ‘Ini madzhab salaf,’ sebagaimana yang dihasilkan oleh sebagian orang bodoh saat ini, orang-orang yang menamakan diri mereka dengan salafiyyin, kemudian mereka menyelisihi kaum salaf, mereka amat keras, mudah mengkafirkan, memfasiq-kan, dan membid’ahkan.
Kaum salaf, mereka tidaklah membid’ahkan, mengkafirkan, dan memfasiq-kan kecuali dengan dalil dan bukti, bukan dengan hawa nafsu dan kebodohan. Sesungguhnya engkau menggariskan sebuah ketetapan: “Barangsiapa yang menyelisihinya, maka dia adalah mubtadi’ (pelaku bid’ah) dan sesat,” Tidak yaa akhi, ini bukanlah manhaj salaf.
Manhaj salaf adalah ilmu dan amal, ilmu adalah yang pertama, kemudian beramal di atas petunjuk. Jika engkau ingin menjadi salafi sejati (salafiyan haqqan), maka wajib bagimu mengkaji madzhab salaf secara itqan (benar, profesional), mengenal dengan bashirah (mata hati), kemudian mengamalkannya dengan tanpa melampau batas dan tanpa meremehkan. Inilah manhaj salaf yang benar, adapun mengklaim dan sekedar menyandarkan dengan tanpa kebenaran, maka itu merusak dan tidak bermanfaat” (dikutip dari jawaban Syaikh Shalih Fauzan atas pertanyaan dalam kajian kitab Syarh al Adidah Ath Thahawiyah tahun 1425H, direkam dalam kaset seputar tema ini)
Pada hal. 17 – 18, Syaikh Shalih bin Fauzan al Fauzan juga ditanya, tentang orang yang menyematkan dibelakang namanya dengan sebutan As Salafy atau Al Atsary, apakah hal tersebut merupakan mensucikan diri sendiri? Ataukah sesuai dengan syariat? (pembaca Tatsqif, seperti yang kita ketahui saudara-saudara kita salafy sering menambahkan di belakang nama mereka dengan Al Atsary atau As Salafy, misal Abu Fulan al Atsary, Fulan bin Fulan al Atsary, sebagaimana dalam Blog-blog internet yang mereka buat, dll)
Syaikh Shalih Fauzan menjawab:
“Yang dituntut adalah agar manusia mengikuti kebenaran, dituntut mencari kebenaran, dan beramal dengannya. Adapun, bahwa ada yang mengaku bahwa dirinya salafy atau atsary atau apa saja yang seperti itu, maka janganlah mengklaim seperti itu. Allah Subahanahu wa Ta’ala yang Mengetahui, telah berfirman:
Katakanlah: "Apakah kamu akan memberitahukan kepada Allah tentang agamamu, padahal Allah mengetahui apa yang di langit dan apa yang di bumi dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu?"(QS.AlHujurat: 16)
Menggunakan nama salafy atau atsary, atau yang serupa dengannya, hal ini tidak ada dasarnya (dalam syariat, pent). Kita melihat pada esensinya, tidak melihat pada perkataan, penamaan, atau klaim semata, ia berkata bahwa dirinya salafy padahal ia bukan salafy, atau atsary padahal ia bukan atsary. Namun, ada orang yang sebenarnya salafy dan atsary walau tanpa mengaku dirinya adalah salafy atau atsary.
Kita melihat pada hakikatnya, bukan pada penamaan, atau klaim semata, dan hendaknya seorang muslim komitmen terhadap adab bersama Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ketika orang Badui berkata: ‘Kami telah beriman’, Allah mengingkari mereka (Berkatalah orang-orang Badui ‘Kami telah beriman’, katakanlah (wahai Muhammad): ‘Kalian belum beriman, tetapi katakanlah ‘Kami telah berserah diri-Islam.’) Jadi, Allah mengingkari penamaan mereka.dan penyifatan diri mereka dengan iman, dan mereka belum sampai pada martabat itu. Orang-orang Badui itu datang dari pedalaman dan mereka mendakwakan bahwa mereka sudah beriman sejak lama, tidak. Mereka telah berserah diri dan masuk Islam, dan jika mereka terus-menerus seperti itu dan mereka mempelajarinya, maka iman masuk ke dalam hati mereka. (Dan iman belum (lamma) masuk ke dalam hati mereka), kata lamma (belum) digunakan untuk sesuatu yang belum terjadi, artinya iman itu akan masuk, tetapi sejak awal kalian sudah mengklaim. Inilah bentuk pensucian diri (maksudnya menganggap diri bersih dan lebih dari yang lain, pent)
Maka, engkau tidak perlu berkata ‘Saya salafy’, ‘Saya atsary’, saya begini begitu. Wajib bagimu mencari kebenaran dan beramal dengannya dan meluruskan niat. Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Mengetahui keadaan sebenarnya dari hamba-hambaNya. (Ibid)
Selanjutnya, Al Ustadz Mut’ib bin Sarayan al ‘Ashimy (hal. 33-34) juga menyorot dengan tajam tentang metode tarbiyah kepada para pemula dan pemuda salafiyyin. Inilah hal yang paling sering diajarkan kepada para pemulanya (menurut Syaikh Mut’ib), dan Anda bisa membandingkan sendiri dengan perilaku para pemuda salafiyyin baik dikeseharian, diskusi atau di internet, yaitu:
1. Mereka dibina untuk memperluas kecaman, menyerang dan merendahkan kehormatan kaum muslimin secara umum, dan para ulama secara khusus. Mereka menyebutnya sebagai bagian taqarrub ilallah, dan bentuk pembelaan terhadap aqidah.
2. Mereka dibina untuk menyukai debat kusir (al mira’), dengan metode yang buruk dan akhlak yang rendah.
3. Mereka dibina untuk rajin menggolong-golongkan berbagai gerakan dan lembaga Islam, hal itu membuat kaum muslimin terbagi-bagi (tashniif), menjadi firqah-firqah, hizb-hizb, dan banyak jamaah. Mereka menyebutnya hizbiyah.
4. Menanamkan penyakit pengajaran dan perasaan tinggi dalam diri para pemuda sejak awal menuntut ilmu, berupa keadaan bahwa mereka sudah ahli berfatwa dan mengkritik (naqd) manusia.
5. Mereka dibina untuk mengkritik dengan cara yang buruk, dengan menggunakan kata-kata kasar terhadap saudara mereka yang berselisih dengan hawa nafsu mereka, tanpa melihat keulamaan dan kadar usia seseorang. Bahkan tidak lagi merasa malu kepada manusia.
6. Mereka dibina untuk su’suz zhan, walau sekadar setitik di hati, hingga tumbuh buahnya yang merusak lantaran zhan dan wahm (sangkaan) itu, yaitu lahirnya tuduhan dan menghukumi manusia.
7. Mereka dibina untuk menghinakan manusia dengan ghibah dan tuduhan dusta kepada orang-orang yang taat kepada agama dan cinta kebaikan.
8. Mereka dibina untuk mencari-cari kesalahan orang lain lalau menyebarkannya, dan mereka sangat bergembira jika menemukan kesalahan dari ulama atau da’i bahwa mereka telah begini begitu.
9. Mereka dibina untuk memboikot (hajr) saudara-saudaranya ketika berbeda pendapat dengan mereka dalam satu masalah. Menurut mereka hajr adalah sesuatu yang patut diterima oleh ahlul hawa dan mubtadi’ (pelaku bid’ah).
10. Mereka dibina untuk berpenampilan tidak menarik, malas, dan negatif (dimata masyarakat, pent), misalnya: mereka di tahdzir (diberi peringatan) agar jangan berpartisipasi dalam kegiatan penyadaran, amal pelayanan di masyarakat demi menegakkan agama mereka dan membina masyarakat. Mereka menyangka hal itu bid’ah bukan dari sunah.
11. Mereka dibina untuk menolong pribadi (tokoh mereka, pent), bukan karena kebenarannya. Mereka memberikan pembelaan demi tokohnya itu dengan hawa nafsunya, dengan segala keburukan dan keangkuhan..
12. Mereka dibina dengan sesuatu yang monoton ketika menuntut ilmu, mereka tidak punya manhaj, sehingga mereka tidak menghasilkan karya pada diri mereka secara orisinil (ta’shil). Mereka hanya menghasilkan makalah-makalah (baca: selebaran) untuk mendukung tujuan mereka.
13. Mereka dibina untuk fanatik dengan seseorang, bukan dengan al haq (walau mereka tidak mangakui, namun faktanya demikian, pent). Mereka tidak mau menerima kebenaran dari jalan yang berbeda dengan hawa nafsu dan syahwat mereka, dengan alasan bahwa kebaikan dan kebenaran yang berbeda dengan mereka, hanyalah sesuai dengan mereka yang berselisih dengan mereka. (intinya, kalau bukan dari mereka, tidak mau mengakui. pent)
14. Mereka dibina untuk malampaui batas dan ekstrim (tatharruf), khususnya dalam masalah memberikan nasihat. Mereka sangat keras (ghulat) ketika menasihati orang yang menyelisihi mereka, sedangkan justru sangat memuji (jufat) nasihat orang-orang yang mendukung (sepemikiran, pent) dengan mereka.
15. Mereka amat memberikan perhatian terhadap masalah tauhid, dan berputar-putar di situ saja. Seolah mereka lalai dengan masalah keilmuan lainnya, seperti da’wah dan tarbiyah. Padahal sebenarnya, mereka adalah orang yang paling jauh dari penerapan apa-apa yang mereka kaji, seperti kaitan mereka dengan celaan terhadap kehormatan ulama dan da’i, dan lemparan tuduhan mereka dengan berbagai sifat (sesat, mubtadi’, mumayyi’ –plintat-plintut, kufr, syirk, dll) yang keluar dari lisan mereka terhadap saudara mereka dari kalangan da’i dan ulama. Hasbunallah wa ni’mal wakil.
Sebenarnya masih banyak lagi nasihat ulama dari kitab ini untuk mereka. Seperti nasihat Syaikh Bakr Abu Zaid atas sikap mereka yang suka mentashnif (membagi-bagi) umat ini dengan istilah-istilah tertentu. Kita tahu bahwa mereka sering mengelompokkan manusia seperti Ikhwaniy (pengikut IM), Banawy (pengikut Al Banna), Quthby (pengikut Sayyid Quthb), Surury (pengikut Muhammad Surur Zaenal Abidin), Turatsy (pengikut Jum’iyah Ihya’ ats Turats-nya Syaikh Abdurrahman Abdul Khaliq), dan lain-lain. (FN)
Berawal dari kesalahan data komputer, hidup perempuan cerdas ini berubah total dari seorang penganut Kristen Baptis yang taat dan seorang feminis yang radikal, menjadi seorang muslimah dan salah satu tokoh cendekiawan Muslim di AS. Selama 33 tahun menjadi seorang Muslim, ia aktif berdakwah, diundang sebagai pembicara, menulis dan memberikan advokasi di bidang keislaman dan hak-hak perempuan. Dunia internasional mengenal dan menghormatinya sehingga baru-baru ini ia terpilih sebagai satu dari 500 Muslim paling berpengaruh di dunia.
Namanya Aminah Assilmi. Usianya 65 tahun. Namun nama itu kini menjadi kenangan, karena Allah Swt telah memanggilnya pada tanggal 5 Maret 2010. Aminah meninggal dunia setelah pukul 03.00 dinihari waktu setempat, akibat kecelakaan mobil di dekat Newport, setelah memberikan ceramah di New York. Jabatan terakhirnya sampai ia menghembuskan napas yang terakhir adalah Direktur International Union of Muslim Women.
Meski telah tiada, kisah keislaman dan dakwah sosok perempuan yang aktif di masyarakat dan dikenal sebagai cendikiawan Islam dengan level internasional menjadi inspirasi banyak orang.
Saat Hidayah itu Datang
Sebelum masuk Islam, Aminah terlahir dari keluarga Kristen Baptis di wilayah Selatan AS. Sebagai perempuan, Aminah memiliki kecerdasan diatas rata-rata gadis seusianya. Dia selalu mendapatkan nilai sempurna di sekolah, mendapat beasiswa saat kuliah dan sejak menjadi menjadi mahasiswi, ia sudah mengelola bisnis sendiri, bersaing dengan para profesional dan meraih beberapa penghargaan. Ia juga menjadi aktivis perempuan yang menganut feminisme dan bekerja sebagai wartawan media elektronik.
Suatu hari pada tahun 1975, Aminah menggunakan komputer untuk mendaftarkan diri ke sebuah perguruan tinggi. Saat itu baru pertamakalinya komputer digunakan untuk pendaftaran di perguruan tinggi tersebut. Sementara ia menunggu hasil pra-pendaftarannya untuk jurusan Wisata, Aminah pergi ke Oklahoma untuk mengurus bisnisnya. Karena sesuatu hal, kepulangannya tertunda, ia baru kembali ke perguruan tinggi tempat ia mendaftarkan diri dua minggu ketika perkualiahan sudah dimulai. Betapa terkejutnya Aminah, karena komputer salah mengolah datanya dan nama Aminah masuk ke jurusan Teater. Jurusan yang mengharuskannya tampil di depan banyak orang.
Sebagai gadis yang cenderung pemalu, Aminah gundah memikirkan dirinya harus tampil di depan banyak orang. Ia tidak bisa membatalkan perkuliahannya, karena sudah terlalu terlambat untuk mengurus kesalahan kompouter itu. Ia tidak mau gagal karena ia menerima beasiswa. Nilai "F" di mata kuliah, akan mengganggu pemberian beasiswanya.
Atas nasehat suaminya, Aminah menemui dosennya untuk membicarakan alternatif untuk tampil, seperti persiapan kostum dan lain sebagainya. Dosennya berjanji untuk membantu dan Aminah datang ke kelas selanjtnya yang membuat ia syok dengan apa yang ia saksikan. Kelas itu penuh dengan orang-orang Arab, yang oleh Aminah dijuluki "para joki unta". Aminah langsung pulang ke rumah dan memutuskan untuk tidak kuliah lagi. Ia tidak mau berada di tengah orang-orang Arab. "Aku tidak akan pernah duduk dalam satu ruangan yang penuh dengan orang-orang kafir yang kotor," tegasnya ketika itu.
Melihat kegundahan isterinya, suami Aminah dengan sikap kalem seperti biasanya memberinya penjelasan bahwa Tuhan pasti punya alasan untuk segala sesuatu. Ia menasehati Aminah untuk berpikir dalam-dalam sebelum memutuskan berhenti kuliah. Aminah mengunci dirinya selama dua hari untuk mempertimbangkan nasehat suaminya dan akhirnya ia memutuskan untuk tetap kuliah. Tapi keputusan itu dibarengi dengan pikiran bahwa Tuhan telah menugaskan dirinya untuk mengajak orang-orang Arab itu masuk agama Kristen.
Aminah pergi kualiah dengan sebuah misi. Sepanjang perkuliahan, Aminah akan menyempatkan diri untuk membicarakan agama Kristen yang dianutnya dengan teman-teman Arabnya di kelas. "Saya mulai menceramahi mereka bagaimana mereka akan dibakar di neraka untuk selama-lamanya kalau mereka tidak menerima Yesus sebagai penyelamat mereka," ujar Aminah menceritakan pengalamannya sebelum masuk Islam.
Tapi, sambungnya, teman-teman Arabnya sangat sopan dan tidak ada yang mau masuk Kristen. Aminah masih terus berusaha mempengaruhi mereka dengan mengatakan bahwa Yesus sangat mencintai mereka dan rela mati disalib untuk menyelamatkan manusia dari dosa-dosa. Yang harus dilakukan manusia hanyalah menerima Yesus dalam hati mereka.
Teman-teman Arab Aminah tetap tidak ada yang mau pindah agama ke Kristen dan Aminah pantang mundur. Ia memutuskan untuk membaca kitab suci Al-Quran untuk menunjukan pada teman-teman Arabnya bahwa Islam adalah agama palsu dan Nabi Muhammad adalah tuhan palsu.
Atas permintaan Aminah, seorang mahasiswa membawakannya kitab suci Al-Quran dan sebuah buku tentang Islam. Aminah lalu memulai pencariannya untuk mematahkan keyakinan teman-teman Arabnya terhadap Islam. Aminah membaca seluruh isi Al-Quran dan sedikitnya 15 buku tentang Islam, lalu ia kembali pada Al-Quran dan membacanya kembali. Selama pencariannya itu, ia mulai membuat beberapa catatan hal-hal yang menurutnya bisa ia bantah dan akan dijadikannya sebagi bukti bahwa Islam adalah agama palsu.
Tapi tanda disadarinya, telah terjadi perubahan pada diri Aminah dan suaminya yang melihat perubahan itu. "Dalam beberapa hal kecil saya mulai berubah, yang cukup membuat suami saya terganggu. Kami biasa pergi ke bar setiap hari Jumat dan Sabtu atau pergi ke pesta. Lalu saya mulai malas pergi ke tempat itu, saya jadi agak pendiam dan mulai menjauh," tutur Aminah.
Sejak ia membaca Al-Quran dan buku-buku Islam, Aminah juga mulai berhenti minum minuman keras dan tidak lagi makan daging babi. Karena perubahan-perubahan itu, suaminya menuduhnya selingkuh dengan lelaki lain dan mengusirnya. Aminah lalu pindah dan hidup sendirian di sebuah apartamen. Dalam kesendiriannya, Aminah terus mempelajari Islam meski ia masih tetap menjadi seorang Kristen yang taat.
Sampai suatu hari, terdengar ketukan di pintu apartemennya. Seorang laki-laki-yang kemudian dikenalnya bernama Abdul Aziz Al-Syaikh-mengenakan busana tradisional muslim berupa baju gamis panjang berwarna putih dengan sorban bermotif papan catur putih merah terlilit di kepalanya. Lelaki itu datang bersama tiga lelaki lainnya yang mengenakan busana yang sama. Ketika itu, Aminah merasa marah karena para tamu itu datang saat ia mengenakan baju tidur dan piyama saja.
Aminah makin kaget ketika Abdul Aziz mengatakan bahwa ia memahami bahwa Aminah ingin menjadi seorang muslim. Aminah lalu menjawab bahwa ia seorang Kristiani dan tidak berniat untuk menjadi seorang muslim. Tapi Aminah punya banyak pertanyaan dan menanyakan apakah tamu-tamunya itu punya waktu luang.
Akhirnya Aminah mempersilahkan mereka masuk. Ia lalu menanyakan hal-hal dan keberatan-keberatannya yang sudah ia catat selama ia membaca Al-Quran dan buku-buku Islam. "Saya tidak akan melupakan namanya, Abdul Aziz adalah seorang yang sabar dan lemah lembut. Ia dengan sangat sabar membahas pertanyaan-pertanyaan itu bersama saya. Dia tidak membuat saya seperti orang bodoh atau membuat pertanyaan saya seperti pertanyaan yang bodoh," ungkap Aminah.
Aminah mengatakan, Abdul Aziz menjelaskan padanya bahwa Allah memerintahkan manusia untuk mencari ilmu dan bertanya sebagai salah satu cara untuk mendapatkan ilmu. Aminah seperti menyaksikan kuntum bunga sedang bermekaran mendengar penjelasan Abdul Aziz. Ketika ia berbeda pendapat, Abdul Aziz akan memjelaskannya lebih dalam dan dari sisi pandang yang berbeda sampai Aminah benar-benar memahaminya.
Setelah berdiskusi dengan Abdul Aziz dan teman-temannya, tidak butuh waktu lalu buat Aminah untuk memutuskan masuk Islam. Satu setengah tahun ia sudah mempelajari Islam dan Al-Quran, keesokan harinya setelah Abdul Aziz bertamu ke rumahnya, Aminah mengucapkan dua kalimat syahadat disaksikan Abdul Aziz dan teman-temannya yang datang malam itu.
Cobaan Bertubi Setelah Menjadi Muslim
Seperti kebanyakan para mualaf yang harus menghadapi konsekuensi yang tidak mengenakan setelah masuk Islam, begitu pula Aminah. Setelah menjadi seorang muslimah, Aminah banyak kehilangan teman-temannya. Ibunya juga tidak menerima keislamannya. Saudara perempuannya bahwa menganggap Aminah sakit jiwa dan ingin memasukkannya ke tempat rehabilitasi para penderita gangguan mental. Ayah Aminah yang dikenal sebagai orang yang bijak dan tempat meminta nasehat oleh banyak orang, tiba-tiba menjadi beringas dan seolah-olah ingin membunuh Aminah setelah mendengar puterinya menjadi seorang muslim.
Aminah sendirian, tanpa teman dan tanpa keluarga. Tapi ia tetap memilih jalan Islam, bahkan memutuskan untuk segera berjilbab meski untuk itu ia harus kehilangan pekerjaannya karena dipecat. Cobaan itu belum cukup, karena suami Aminah menceraikannya begitu tahu ia masuk Islam dan pengadilan memutuskan dua anaknya, satu laki-laki dan satu perempuan, dibawah pengasuhan suaminya, hanya karena Aminah kini menjadi seorang muslim.
"Itulah 20 menit yang paling menyakitkan dalam kehidupan saya," kata Aminah dalam sebuah wawancara saat ia harus melepas kedua anaknya.
Di Colorado, Aminah mencoba membeberkan kasusnya pada media massa. Ia berharap bisa mendapatkan hak pengasuhan anaknya kembali karena hukum di Colorado menyebutkan bahwa seseorang tidak bisa kehilangan hak asuh anaknya hanya karena latar belakang agamanya. Meski demikian, Aminah tetap tidak berhasil mendapatkan hak asuh itu.
Aminah kembali menjalani kehidupannya sebagai seorang muslim. Meski sakit hati, ia tetap memperlakukan keluarganya dengan hormat dan tetap menjaga komunikasi dengan mereka. Ia juga tetap mendakwahkan Islam dalam setiap kesempatan bertemu dengan keluarganya. Dan perjuangannya tidak sia-sia.
Anggota keluarganya yang kemudian masuk Islam adalah neneknya yang sudah berusia lebih dari 100 tahun. Tak lama setelah bersyahadat, neneknya wafat. Setelah itu, ayah Amina yang dulu ingin membunuhnya karena keislamannya, menyatakan diri masuk Islam. Beberapa tahun kemudian, ibu Aminah pun menjadi muslimah. Lalu suami Aminah dan saudara perempuannya yang dulu ingin memasukkannya ke rumah sakit jiwa akhirnya juga mengucapkan dua kalimah syahadat. Tak ketinggalan, anak lelaki Aminah, pada usia 21 tahun juga memutuskan untuk menjadi seorang Muslim.
Subhanallah ... tak ada hal yang paling membahagiakannya Aminah selain melihat keluarganya memeluk Islam. Aminah pun terus mendakwahkan pengalamannya dan agama Islam sehingga banyak orang yang sudah terinspirasi dari pengalaman hidupnya. Entah sudah berapa banyak orang yang masuk Islam, setelah mendengar kisah Aminah dan ceramah-ceramah agamanya.
Sekarang sosok Aminah Assilmi sudah tiada, tapi namanya tetap harus dan hidup di hati orang-orang yang mengagumi dan menyayanginya. (ln/iol/isc)
Mar
16
Untuk saudaraku di Indonesia
Saya tidak tahu, mengapa saya harus menulis dan mengirim surat ini untuk kalian di Indonesia? namun, jika kalian tetap bertanya kepadaku, kenapa? Mungkin satu-satunya jawaban yang saya miliki Adalah karena Negeri kalian berpenduduk muslim Terbanyak di punggung bumi ini, bukan demikian saudaraku? disaat saya menunaikan ibadah haji beberapa tahun silam, ketika pulang dari melempar jumrah Saya sempat berkenalan dengan salah seorang aktivis dakwah dari Jamaah haji asal Indonesia, dia mengatakan kepadaku, setiap tahun musim haji, ada sekitar 205 ribu jamaah haji berasal dari Indonesia datang ke Baitullah ini. Wah, sungguh jumlah angka yang sangat fantastis & membuat saya berdecak kagum, Lalu saya mengatakan kepadanya, saudaraku, jika jumlah jamaah Haji asal GAZA sejak tahun 1987 Sampai sekarang digabung, itu belum bisa menyamai jumlah jamaah haji Dari negeri kalian dalam satu musim haji saja?. Padahal jarak tempat kami ke Baitullah lebih dekat di banding kalian yah? Wah wah, pasti uang kalian sangat banyak yah, apalagi menurut sahabatku itu ada 5% dari rombongan tersebut yang menunaikan ibadah haji untuk yang kedua kalinya, Subhanallah.
Wahai saudaraku di Indonesia
Pernah saya berkhayal dalam hati, kenapa saya & kami yang ada di GAZA ini Tidak dilahirkan di negeri kalian saja. Wah, pasti sangat indah dan mengagumkan yah. Negeri kalian aman, kaya dan subur, setidaknya itu yang saya ketahui Tentang negeri kalian. Pasti para ibu-ibu disana amat mudah Menyusui bayi-bayinya, susu formula bayi pasti dengan mudah kalian dapatkan di toko-toko & para wanita hamil kalian mungkin dengan mudah bersalin di rumah sakit yang mereka inginkan. Ini yang membuatku iri kepadamu saudaraku Tidak seperti di negeri kami ini saudaraku, anak-anak bayi kami lahir di tenda-tenda pengungsian. Bahkan tidak jarang tentara Israel menahan mobil ambulance yang akan mengantarkan istri kami melahirkan di rumah sakit yang lebih lengkap alatnya di daerah Rafah, sehingga istri-istri kami terpaksa melahirkan diatas mobil....yah diatas mobil saudaraku!! Susu formula bayi adalah barang yang langka di GAZA sejak kami di blokade 2 tahun lalu, Namun isteri kami tetap menyusui bayi-bayinya dan menyapihnya hingga dua tahun lamanya Walau, terkadang untuk memperlancar ASI mereka, isteri kami rela minum air rendaman gandum.
Namun mengapa di negeri kalian, katanya tidak sedikit kasus pembuangan bayi yang tidak jelas siapa ayah & ibunya, terkadang ditemukan mati di parit-parit, di selokan-selokan dan di tempat sampah.... itu yang kami dapat dari informasi televisi. Dan yang membuat saya terkejut dan merinding..... ternyata negeri kalian adalah negeri yang tertinggi kasus abortusnya untuk wilayah ASIA.... Astaghfirullah. Ada apa dengan kalian..??? Apakah karena di negeri kalian tidak ada konflik bersenjata seperti kami disini, sehingga orang bisa melakukan hal hina tersebut? sepertinya kalian belum menghargai arti sebuah nyawa bagi kami di sini.
Memang hampir setiap hari di GAZA sejak penyerangan Israel, kami menyaksikan bayi-bayi kami mati, Namun, bukanlah diselokan-selokan .... atau got-got apalagi ditempat sampah saudaraku!, Mereka mati syahid saudaraku, mati syahid karena serangan roket tentara Israel !!! Kami temukan mereka tak bernyawa lagi dipangkuan ibunya ,di bawah puing-puing bangunan rumah kami yang hancur oleh serangan roket tentara Zionis Israel.
Saudaraku, bagi kami nilai seorang bayi adalah Aset perjuangan perlawanan kami terhadap penjajah Yahudi Mereka adala mata rantai yang akan menyambung perjuangan kami memerdekakan Negeri ini Perlu kalian ketahui, sejak serangan Israel tanggal 27 desember kemarin saudara-saudara kami yang syahid sampai 1400 orang, 600 diantaranya adalah anak-anak kami. Namun, sejak penyerangan itu pula sampai hari ini, kami menyambut lahirnya 3000 bayi baru Dijalur Gaza, dan Subhanallah kebanyakan mereka adalah anak laki-laki dan banyak yang kembar... Allahu Akbar!!!
Wahai saudaraku di Indonesia
Negeri kalian subur dan makmur, tanaman apa saja yang kalian tanam akan tumbuh dan berbuah, Namun kenapa di negeri kalian masih ada bayi yang kekurangan gizi ,menderita busung lapar.... Apa karena kalian sulit mencari rezki disana? apa negeri kalian sedang di blokade juga? Perlu kalian ketahui saudaraku, tidak ada satupun bayi di Gaza yang menderita kekurangan gizi apalagi sampai mati kelaparan.... walau sudah lama kami di blokade. Kalian terlalu manja? Saya adalah pegawai Tata usaha di kantor pemerintahan Hamas Sudah 7 bulan ini, gaji bulanan belum saya terima, tapi Allah SWT yang akan mencukupkan rezki untuk kami. Perlu kalian ketahui pula, bulan ini saja ada sekitar 300 pasang pemuda Baru saja melangsungkan pernikahan, yah... mereka menikah di sela-sela serangan agresi Israel. Mereka mengucapkan akad nikah diantara bunyi letupan bom dan peluru saudaraku. Dan Perdana menteri kami, yaitu ust Ismail Haniya memberikan santunan awal pernikahan Bagi semua keluarga baru tersebut .
Wahai Saudaraku di Indonesia
Terkadang saya pun iri, seandainya saya bisa merasakan "pengajian" atau halaqoh pembinaan Di negeri antum, seperti yang diceritakan teman saya tersebut... Program pengajian kalian pasti bagus bukan, banyak kitab mungkin yang telah kalian baca, dan Buku-buku pasti kalian telah lahap.... kalian pun sangat bersemangat bukan, itu karna kalian punya waktu Kami tidak memiliki waktu yang banyak di sini wahai saudaraku? Satu jam... yah satu jam itu adalah waktu yang dipatok untuk kami disini untuk halaqoh Setelah itu kami harus terjun langsung ke lapangan jihad, sesuai dengan tugas yang Telah diberikan kepada kami. Kami disini sangat menanti-nantikan hari halaqoh tersebut Walau Cuma satu jam saudaraku.
Tentu kalian lebih bersyukur, kalian lebih punya waktu untuk menegakkan rukun-rukun halaqoh, Seperti taaruf, tafahum dan takaful di sana. Hafalan antum pasti lebih banyak dari kami... Semua pegawai dan pejuang Hamas di sini wajib menghapal surat al anfaal sebagai "nyanyian perang" kami, saya menghapal di sela-sela waktu istirahat perang.... bagaimana Dengan kalian? Akhir desember kemarin, saya menghadiri acara wisuda penamatan hafalan 30 juz anakku yang pertama, ia diantara 1000 anak yang tahun ini menghapal al quran, umurnya baru 10 tahun, Saya yakin anak-anak kalian jauh lebih cepat menghapal al quran ketimbang anak-anak kami disini, di Gaza tidak ada SDIT seperti di tempat kalian, yang menyebar seperti jamur sekarang. Mereka belajar di antara puing-puing reruntuhan gedung yang hancur, yang tanahnya sudah Diratakan, diatasnya diberi beberapa helai daun pohon kurma.... yah ditempat itulah mereka belajar saudaraku, bunyi suara setoran hafalan al quran mereka bergemuruh diantara bunyi-bunyi senapan tentara Israel, Ayat-ayat Jihad paling cepat mereka hafal...karena memang di depan mereka tafsirnya langsung Mereka rasakan.
Wahai Saudaraku di Indonesia
Oh iya, kami harus berterima kasih kepada kalian semua, melihat aksi solidaritas yang kalian perlihatkan kepada masyarakat dunia, kami menyaksikan demo-demo kalian di sini. Subhanallah, kami sangat terhibur, karena kalian juga merasakan apa yang kami rasakan di sini. Memang banyak masyarakat dunia yang menangisi kami di sini, termasuk kalian di Indonesia Namun... bukan tangisan kalian yang kami butuhkan saudaraku. Biarlah butiran air matamu adalah catatan bukti nanti di akhirat yang dicatat Allah sebagai Bukti ukhuwah kalian kepada kami. Doa-doa kalian dan dana kalian telah kami rasakan manfaatnya. Kamilah yang berterima kasih, partai kami yaitu Hamas sejak berjuang melalui demokrasi Sejak tahun 2006, terinspirasi oleh kemenangan partai dakwah kalian di Indonesia. Ya,temanku Itu adalah aktivis PKS, kalian lah yang mengajarkan kepada kami, karena kalian yang lebih dahulu berjuang lewat pintu ini, kami baca semua tentang kalian. Sungguh kalianlah yang mengajarkan bagaimana mengelola partai yang baik, dekat dengan masyarakat, melayani mereka, mulai baksos sampai dengan DS (direct selling), murni kami jiplak dari kalian semua. Dan hasilnya saudaraku, kami menang dengan angka 67% suara.... Allahu Akbar!!!
Tahun 2010 kami juga akan pemilu disini... kami tetap mengurus partai seperti yang kami belajar dari kalian, tetap membina para kader kami, dengan dengan masyarakat dan satu lagi kami juga tetap mengangkat senjata untuk mengusir tentara Israel dari bumi palestina. Saya dengar bulan April ini kalian akan pemilu, dan katanya targetnya 20% saja. Sebenarnya sebagai seorang "murid" kami malu, kenapa? Karena angka tersebut terlalu kecil untuk seorang "guru" seperti kalian. Kalian tidak sedang mengangkat senjata, seperti kami disini, kader kalian banyak.... Apalagi yang kurang dari kalian. Saya cuma bisa berdoa semoga kalian bisa memenangkan pemilu nanti.
Oh iya, hari semakin larut, sebentar lagi adalah giliran saya Untuk menjaga kantor, tugasku untuk menunggu jika ada telepon dan fax yang masuk. Insya Allah, nanti saya ingin sambung dengan surat yang lain lagi. Salam untuk semua pejuang-pejuang islam di Indonesia.
Akhuka.... Abdullah (Gaza City, 1430 H)
(read more ...)Mar
16
Awal malapetaka dan kehancuran seseorang terjadi ketika penyakit sombong dan merasa diri paling benar bersemayam dalam hatinya. Inilah sifat yang melekat pada iblis. Sifat inilah yang berusaha ditransfer iblis kepada manusia yang bersedia menjadi sekutunya.
Sifat ini ditandai dengan ketidaksiapan untuk menerima kebenaran yang datang dari pihak lain; keengganan melakukan introspeksi (muhasabah); serta sibuk melihat aib dan kesalahan orang lain tanpa mau melihat aib dan kekurangan diri sendiri.
Padahal, kebaikan hanya bisa terwujud manakala seseorang bersikap rendah hati (tawadu); mau menyadari dan mengakui kekurangan diri; melakukan introspeksi; serta siap menerima kebenaran dari siapa pun dan dari mana pun. Sikap seperti ini sebagaimana dicontohkan oleh orang-orang mulia dari para nabi dan rasul.
Nabi Adam AS dan Siti Hawa saat melakukan kesalahan dengan melanggar larangan Tuhan, alih-alih sibuk menyalahkan iblis yang telah menggoda dan memberikan janji dusta, mereka malah langsung bersimpuh mengakui segala kealpaan seraya berkata, "Ya, Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi." (QS Al-Araf [7]: 23).
Demikian pula dengan Nabi Yunus AS saat berada dalam gelapnya perut ikan di tengah lautan. Ia tidak menyalahkan siapa pun, kecuali dirinya sendiri, seraya terus bertasbih menyucikan Tuhan-Nya. Ia berkata, "Tidak ada Tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sesunguhnya, aku termasuk orang-orang yang zalim." (QS Al-Anbiya [21]: 87).

Bahkan, Nabi Muhammad SAW selalu membaca istigfar dan meminta ampunan kepada Allah SWT sebagai bentuk kesadaran yang paling tinggi bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Karena itu, ia harus selalu melakukan introspeksi. Beliau bersabda, "Wahai, manusia, bertobatlah dan mintalah ampunan kepada-Nya. Sebab, aku bertobat sehari semalam sebanyak seratus kali." (HR Muslim).
Begitulah sikap arif para nabi yang patut dijadikan teladan. Mereka tidak merasa diri mereka sudah sempurna, bersih, dan suci. Allah SWT berfirman, "Janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui orang yang bertakwa." (QS Annajm [53]: 32).
Karena itu, daripada mengarahkan telunjuk kepada orang, lebih baik mengarahkan telunjuk kepada diri sendiri. Daripada sibuk melihat aib orang, alangkah bijaknya kalau kita sibuk melihat aib sendiri. Dalam Musnad Anas ibn Malik RA, Nabi SAW bersabda, "Beruntunglah orang yang sibuk melihat aib dirinya sehingga tidak sibuk dengan aib orang lain."
Mar
15
Tdak karena kamu memiliki semua pesona itu sekaligus, maka kamu bisa mencintai dan mengawini semua perempuan. Begitu juga sebaliknya.
Pesona fisik, jiwa, akal dan ruh, diperlukan untuk menciptakan daya tarik dan daya rekat yang permanen bila kita ingin membangun sebuah hubungan jangka panjang.
Tapi seperti berlian, tidak semua orang mengenalnya dengan baik, maka mereka tidak menghargainya. Atau mungkin mereka mengenalnya, tapi terasa tertalu jauh untuk dijangkau, seperti mimpi memetik bintang atau mtmpi memeluk gunung. Atau mungkin ia mengenalnya, tapi terasa terlalu mewah untuk sebuah kelas sosial, atau kurang serasi untuk sebuah suasana.
Kira-kira itulah yang membuat Aisyah-radhiyallahu ‘anha-sekali ini benar-benar gundah. Orang terbaik di muka bumi ketika itu, Amirul Mu’minin, Khalifah Kedua, Umar Bin Khattab, hendak melamar adiknya, Ummu Kaltsum. Tidak ada alasan untuk menolak lamaran beliau kecuali bahwa Abu Bakar, sang Ayah, yang juga Khalifah Pertama, telah mendidik puteri-puterinya dengan penuh kasih sayang dan kemanjaan.
Aisyah, karena itu, percaya bahwa adiknya tidak akan kuat beradaptasi dengan pembawaan Umar yang kuat dan kasar. Bahkan ketika Abu Bakar meminta pendapat Abdurrahman Bin Auf tentang kemungkinan penunjukan Umar bin Khattab sebagai khalifah, beliau menjawab: “Dia yang paling layak, kecuali bahwa dia kasar”.
Dengan sedikit bersiasat, Aisyah meminta bantuan Amru Bin ‘Ash untuk “menggiring” Umar agar menikahi Ummu Kaltsum yang lain, yaitu Ummu Kaltsum Binti Ali Bin Abi Thalib yang ketika itu berumur 11 tahun.
Karena garis jiwa, akal dan ruh mereka lebih setara dan karena itu mereka akan tampak lebih serasi karena bisa serasa. Berbekal pengalaman sebagai diplomat ulung, pesan Itu memang sampai kepada Umar Akhirnya Umar menikahi Ummu Kaltsum Bin Ali Bin Abi Thalib.
Kesetaraan dan keserasian. Itu yang lebih menentukan daripada sekedar pesona an sich. Ibnu Hazem menjelaskan, kalau ada lelaki tampan menikahi perempuan jelek, atau sebaliknya, itu bukan sebuah keajaiban. Yang ajaib adalah kalau seorang lelaki meninggalkan kekasih yang cantik dan memilih kekasih baru yang jelek.
“Saya tidak bisa memahaminya. Tapi memang tidak harus dijelaskan”.
Ibnu Hazem, imam terbesar pada mazhab Zhahiryah, yang menulis puluhan buku legendaris dalam fiqh, hadits, sejarah, sastra, puisi dan lainnya, lelaki tampan yang lembut dan seorang pencinta sejati, putera seorang menteri di Cordova, suatu ketika harus menelan luka: cintanya ditolak oleh seorang perempuan yang justru bekerja di rumahnya.
Ibnu Hazem bahkan mengejar-ngejarnya dan melakukan semua yang bisa ia lakukan untuk mendapatkan cintanya. Tapi tetap saja ditolak.
“Saya teringat, kadang-kadang saya masuk melalui pintu rumahku di mana gadis itu ada di sana, untuk berdekat-dekat dengannya. Tapi begitu ia tahu aku mendekat ia segera menjauh dengan sopan dan tenang. Jika ia memilih pintu lain, maka aku akan ke sana juga tapi dia akan pindah lagi ke tempat lain. Dia tahu aku sangat mencintainya walaupun perempuan-perempuan tidak tahu hal itu karena jumlah mereka yang sangat banyak di istanaku.”
Begitulah leiaki yang memiliki semua pesona itu ditolak. Bahkan ketika suatu saat Ibnu Hazem menyaksikan gadis itu menyanyi di istananya, Ibnu Hazem benar-benar terpesona dan makin mencintainya. Tapi ia hanya berkata dengan lirih, “Oh, nyanyian itu seakan turun ke hatiku, dan hari itu tidak akan pernah kulupakan sampai hari ketika berpisah dengan dunia”.
Oh, lelaki baik yang terluka oleh hukum keserasaan dan keserasian.
(Majalah Tarbawi edisi 129 Th. 7/Shafar 1427 H/30 Maret 2006 M)
Jadi keluarga orang besar aja udah mulia, kita kikutan untuk dihormatin, itu baru didunia, bagaimana dengan keluarganya Allah SWT, so pasti di dunia mulia dan di akhirat juga akan dimuliakan, merekalah ahlul Quran. Dimana Quran disikapi dengan sikap para shahabat dan Rosulullah SAW dalam implementasinya.
Sabda Rasulullah saw,“Orang yang mahir dalam Al Qur’an bersama duta-duta mulia lagi suci. Dan siapa yang membaca Al Qur’an dengan terbata-bata dan mengalami kesulitan maka baginya dua pahala.” (HR. Muslim dan Ahmad)
Sabda Rasulullah saw,“Orang yang membaca satu huruf dari Kitabullah maka baginya satu kebaikan dan setiap kebaikan setara dengan sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan alif laam miim satu huruf akan tetapi alih satu huruf, laam satu huruf dan miim satu huruf.” (HR. Tirmidzi)
Sabda Rasulullah saw,“Dikatakan kepada para pembawa al Qur’an : baca dan naiklah serta tartilkan sebagaimana engkau telah mentartilkannya di dunia. Sesungguhnya kedudukanmu adalah pada akhir ayat yang engkau baca.” (HR. Ahmad)
Banyak sekali kitab-kitab yang mengulas tentang keutamaan membaca Al Qur’an ini dikarenakan banyaknya dalil-dalil yang menunjukkan hal tersebut baik dalil-dalil yang bersumber dari Kitabullah maupun hadits-hadits Nabi saw.

Diantara keutamaan-keutamaan lainnya yang disebutkan oleh asy Syeikh al Imam Abul Fadhl Abdurrahman bin Ahmad bin al Hasan ar Roziy al Muqri’ didalam kitabnya “Fadho’ilul Qur’an” adalah :
1. Keutamaan Al Qur’an dibandingkan perkataan-perkataan lainnya :
Sabda Rasulullah saw,”Keutamaan firman Allah azza wa jalla dibandingkan seluruh perkataan bagaikan keutamaan Allah dengan selain-Nya (makhluk-Nya.” (HR. Ad Darimi)
2. Al Qur’an lebih dicintai Allah swt daripada langit dan bumi serta yang ada didalamnya.
Sabda Rasulullah saw,”Al Qur’an lebih dicintai Allah daripada langit dan bumi serta yang ada didalamnya.” (HR. Ad Darimi)
3. Al Qur’an adalah cahaya ditengah kegelapan
Sabda Rasulullah saw,”Aku wasiatkan kepada kalian agar bertakwa kepada Allah dan Al Qur’an sesungguhnya ia adalah cahaya kegelapan, petunjuk di siang hari maka bacalah dengan sungguh-sungguh.” (HR. Baihaqi)
4. Ahlul Qur’an adalah keluarga Allah swt
Sabda Rasulullah saw,”Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga dari kalangan manusia.’ Beliau saw ditanya,’Siapa mereka wahai Rasulullah.’ Beliau saw menjawab,’mereka adalah Ahlul Qur’an, mereka adalah keluarga Allah dan orang-orang khusus-Nya.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)
5. Mereka adalah sebaik-baik umat.
Sabda Rasulullah saw,”Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhori, Abu Daud dan tirmidzi)
6. Mereka diberikan apa-apa yang diberikan kepada para nabi kecuali wahyu
“Pada hari kiamat didatangkan para pembawa Al Qur’an lalu Allah azza jalla berkata,’kalianlah wadah perkaan-Ku (Al Qur’an) maka aku berikan kepada kalian apa-apa yang Aku berikan kepada para nabi kecuali wahyu.” …… (Fadhoilul Qur’an hal 9 – 11)
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda : “Aku melihat ke dalam Surga maka aku melihat kebanyakan penduduknya adalah fuqara (orang-orang fakir) dan aku melihat ke dalam neraka maka aku menyaksikan kebanyakan penduduknya adalah wanita.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas dan Imran serta selain keduanya)
Imam Qurthubi rahimahullah mengomentari hadits di atas dengan pernyataannya : “Penyebab sedikitnya kaum wanita yang masuk Surga adalah hawa nafsu yang mendominasi pada diri mereka, kecondongan mereka kepada kesenangan-kesenangan dunia, dan berpaling dari akhirat karena kurangnya akal mereka dan mudahnya mereka untuk tertipu dengan kesenangan-kesenangan dunia yang menyebabkan mereka lemah untuk beramal. Kemudian mereka juga sebab yang paling kuat untuk memalingkan kaum pria dari akhirat dikarenakan adanya hawa nafsu dalam diri mereka, kebanyakan dari mereka memalingkan diri-diri mereka dan selain mereka dari akhirat, cepat tertipu jika diajak kepada penyelewengan terhadap agama dan sulit menerima jika diajak kepada akhirat.”
Hal ini kita dapati pada sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam tentang wanita-wanita yang berpakaian tapi hakikatnya telanjang dikarenakan minimnya pakaian mereka dan tipisnya bahan kain yang dipakainya. Yang demikian ini sesuai dengan komentar Ibnul ‘Abdil Barr rahimahullah ketika menjelaskan sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam tersebut. Ibnul ‘Abdil Barr menyatakan : “Wanita-wanita yang dimaksudkan Nabi shallallahu alaihi wa sallam adalah yang memakai pakaian yang tipis yang membentuk tubuhnya dan tidak menutupinya, maka mereka adalah wanita-wanita yang berpakaian pada dhahirnya dan telanjang pada hakikatnya … .”
Mereka adalah wanita-wanita yang hobi menampakkan perhiasan mereka, padahal Allah subhanahu wa taala telah melarang hal ini dalam firman-Nya :
“Dan janganlah mereka menampakkan perhiasan-perhiasan mereka.” (An Nur : 31)
Imam Adz Dzahabi rahimahullah menyatakan : “Termasuk dari perbuatan-perbuatan yang menyebabkan mereka dilaknat ialah menampakkan hiasan emas dan permata yang ada di dalam niqab (tutup muka/kerudung) mereka, memakai minyak wangi dengan misik dan yang semisalnya jika mereka keluar rumah … .”
Dengan perbuatan seperti ini berarti mereka secara tidak langsung menyeret kaum pria ke dalam neraka, karena pada diri kaum wanita terdapat daya tarik syahwat yang sangat kuat.
Terlebih bagi iman yang lemah yang tidak dibentengi dengan ilmu Al Quran dan As Sunnah. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sendiri menyatakan di dalam hadits yang shahih bahwa fitnah yang paling besar yang paling ditakutkan atas kaum pria adalah fitnahnya wanita.
Sejarah sudah berbicara bahwa betapa banyak tokoh-tokoh legendaris dunia yang tidak beriman kepada Allah subhanahu wa taala hancur karirnya hanya disebabkan bujuk rayu wanita. Dan berapa banyak persaudaraan di antara kaum Mukminin terputus hanya dikarenakan wanita. Berapa banyak seorang anak tega dan menelantarkan ibunya demi mencari cinta seorang wanita, dan masih banyak lagi kasus lainnya yang dapat membuktikan bahwa wanita model mereka ini memang pantas untuk tidak mendapatkan wanginya Surga.
Saudariku Muslimah … .
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pernah menuntunkan satu amalan yang dapat menyelamatkan kaum wanita dari adzab neraka. Ketika beliau selesai khutbah hari raya yang berisikan perintah untuk bertakwa kepada Allah subhanahu wa taala dan anjuran untuk mentaati-Nya. Beliau pun bangkit mendatangi kaum wanita, beliau menasehati mereka dan mengingatkan mereka tentang akhirat kemudian beliau bersabda :
“Bershadaqahlah kalian! Karena kebanyakan kalian adalah kayu bakarnya Jahanam!” Maka berdirilah seorang wanita yang duduk di antara wanita-wanita lainnya yang berubah kehitaman kedua pipinya, iapun bertanya : “Mengapa demikian, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab : “Karena kalian banyak mengeluh dan kalian kufur terhadap suami!” (HR. Bukhari)
Bershadaqahlah! Karena shadaqah adalah satu jalan untuk menyelamatkan kalian dari adzab neraka. Semoga Allah subhanahu wa taala menyelamatkan kita dari adzabnya.
KUFUR SAMA SUAMI ( LAKI )
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menjelaskan hal ini pada sabda beliau di atas tadi. Kekufuran model ini terlalu banyak kita dapati di tengah keluarga kaum Muslimin, yakni seorang istri yagn mengingkari kebaikan-kebaikan suaminya selama sekian waktu yang panjang hanya dengan sikap suami yang tidak cocok dengan kehendak sang istri sebagaimana kata pepatah, panas setahun dihapus oleh hujan sehari. Padahal yang harus dilakukan oleh seorang istri ialah bersyukur terhadap apa yang diberikan suaminya, janganlah ia mengkufuri kebaikan-kebaikan sang suami karena Allah subhanahu wa taala tidak akan melihat istri model begini sebagaimana dijelaskan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam :
“Allah tidak akan melihat kepada wanita yang tidak mensyukuri apa yang ada pada suaminya dan tidak merasa cukup dengannya.” (HR. Nasai)
Hadits di atas adalah peringatan keras bagi para wanita Mukminah yang menginginkan ridha Allah subhanahu wa taala dan Surga-Nya. Maka tidak sepantasnya bagi wanita yang mengharapkan akhirat untuk mengkufuri kebaikan-kebaikan suaminya dan nikmat-nikmat yang diberikannya atau meminta dan banyak mengadukan hal-hal sepele yang tidak pantas untuk dibesar-besarkan.
Jika demikian keadaannya maka sungguh sangat cocok sekali jika wanita yang kufur terhadap suaminya serta kebaikan-kebaikannya dikatakan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sebagai mayoritas kaum yang masuk ke dalam neraka walaupun mereka tidak kekal di dalamnya.
Cukup kiranya istri-istri Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan para shahabiyah sebagai suri tauladan bagi istri-istri kaum Mukminin dalam mensyukuri kebaikan-kebaikan yang diberikan suaminya kepadanya.
KENGERIAN NERAKA
Allah subhanahu wa taala berfirman :
“Hai orang-orang yang beriman peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (At Tahrim : 6)
Imam Ath Thabari rahimahullah menyatakan di dalam tafsirnya : “Ajarkanlah kepada keluargamu amalan ketaatan yang dapat menjaga diri mereka dari neraka.”
Ibnu Abbas radliyallahu anhu juga mengomentari ayat ini : “Beramallah kalian dengan ketaatan kepada Allah, takutlah kalian untuk bermaksiat kepada-Nya dan perintahkan keluarga kalian untuk berdzikir, niscaya Allah menyelamatkan kalian dari neraka.”
Dan masih banyak tafsir para shahabat dan ulama lainnya yang menganjurkan kita untuk menjaga diri dan keluarga dari neraka dengan mengerjakan amalan shalih dan menjauhi maksiat kepada Allah subhanahu wa taala.

Di dalam surat lainnya Allah subhanahu wa taala berfirman :
“Peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu yang disediakan bagi orang-orang kafir.” (Al Baqarah : 24)
Begitu pula dengan ayat-ayat lainnya yang juga menjelaskan keadaan neraka dan perintah untuk menjaga diri daripadanya.
Kedahsyatan dan kengerian neraka juga dinyatakan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam di dalam hadits yang shahih dari Abu Hurairah radliyallahu anhu bahwasanya beliau bersabda :
“Api kalian yang dinyalakan oleh anak cucu Adam ini hanyalah satu bagian dari 70 bagian neraka Jahanam.” ( Shahihul Jami)
Jikalau api dunia saja dapat menghanguskan tubuh kita, bagaimana dengan api neraka yang panasnya 69 kali lipat dibanding panas api dunia? Semoga Allah subhanahu wa taala menyelamatkan kita dari neraka.
Wahai saudariku Muslimah … . Hindarilah tabarruj dan berhiaslah dengan pakaian yang Islamy yang menyelamatkan kalian dari dosa di dunia ini dan adzab di akhirat kelak.
Allah subhanahu wa taala berfirman :
“Dan tinggallah kalian di rumah-rumah kalian dan janganlah kalian bertabarruj dengan tabarrujnya orang-orang jahiliyyah pertama dahulu.” (Al Ahzab : 33)
Masih banyak sebab-sebab lainnya yang mengantarkan wanita menjadi mayoritas penduduk neraka. Tetapi saya hanya mencukupkan tiga sebab ini saja karena memang tiga model inilah yang sering kita dapati di dalam kehidupan masyarakat negeri kita ini.

Sampai hari ini tidak pernah berhenti pemerintah Mesir dari memenjarakan kader dan tokoh-tokoh Ikhwan. Mereka mengalami penyiksaan yang tiada bandingannya. Penyiksaan yang sangat kejam, dan terus berlangsung, tanpa pernah berhenti. Rejim yang berkuasa di Mesir terus mengirimkan kader dan tokoh-tokoh Ikhwan ke penjara-penjara militer. Tujuannya yang berkuasa di Mesir, menginginkan agar Ikhwan berhenti menjalankan misi dakwahnya.
Berhentikah misi dakwah Ikhwan? Tidak pernah. Mereka terus mengajarkan dan mendidik masyarakat untuk memahami, menerima, menyakini, dan mengamalkan Islam. Hampir seluruh pemimpin Ikhwan, mereka paling sedikit pernah dipenjara selama 20 tahun. Tapi kehidupan itu dijalani dengan penuh kesabaran dan tawakal. Mereka tetap kokoh dengan cita-citanya. Tidak lantas mau menggadaikan keyakinan dan menukar dengan hanya setitik kenikmatan dunia, berupa kekuasaan.

Hasan Al-Banna, meninggal ditembak di jalan, dan ketika dibawa ke rumah sakit, tak ada dokter yang menolongnya. Saat dibawa ke kuburan tak diizinkan pengikutnya mengantarkan jenazahnya, kecuali keluarganya, anak dan isterinya. Selebihnya, penggantinya seperti Hasan Hudaibi, Umar Tilminasi, Hamid Abu Nashr, Mustafa Masyhur, Ma’mun Hudaibi, Mahdi Akif, dan sekarang Muhammad Badie, mereka yang terpilih sebagai Mursyid ‘Aam Ikhwan itu, pernah menjalani kehidupan di penjara dalam kurun waktu yang panjang.
Tak sedikit para tokoh Ikhwan itu, yang mengakhiri kehidupannya dengan keyakinan yang teguh, dan menerima dengan penuh keikhlasan, karena itu menjadi cita-cita tertinggi mereka, yaitu ‘al mautu fi sabilillah asma amanina’ (mati syahid adalah cita-cita tertinggi kami). Mereka telah membuktikan dengan tulus. Sayyid Qutb, di saat berada ditiang gantungan, sebelum hukuman itu, dilaksanakannya, dibisiki oleh pejabat Mesir, agar Qutb mau bersama-sama dengan Gamal Abdul Nasr, tapi orang kedua sesudah Hasan al-Banna, di bidang pemikiran itu, memilih digantung. “Aku tak akan pernah menukar keyakinanku dengan apapun”, ucapnya sebelum digantung.

Banyak tokoh Ikhwan, seperti al-Qardhawi, Sayyid Qutb, Yusuf Hawasy, Abdul Fatah Ismail, Muhammad Firgali, Yusuf Thala’at, Handawi Duwair, Ibrahim Thayib, Muhammad Abdul Latif, Ali Audah, dan lainnya, mereka bisa hidup dimanapun dengan penuh lapang. Tak ada yang syak atas janji Allah Azza Wa Jalla. Maka, mereka dapat menerima kondisi apapun yang mereka hadapi, termasuk pahitnya penjara militer Liman Turoh, yang penuh dengan kekajaman itu. Mereka dicambuki, diadu dengan anjing yang besar, digantung dengan hanya satu kaki, berbagai penyiksaan lainnya, tak membuat mereka bergeming dengan ‘ghoyah’ (tujuan) yang hendak mereka wujudkan, yaitu kehidupan akhirat yang penuh kemuliaan, dan mendapatkan ridho dari Allah Azza Wa Jalla.
Mengapa para kader dan tokoh-tokoh Ikhwan mampu tetap bertahan dalam kehidupan yang amat sulit itu? Tak lain, karena mereka telah menjadikan Al-Qur’an sebagai belahan hati, pelita cahaya dalam kesedihan mereka. Mereka tak pernah lepas dengan al-Qur’an. Hampir setiap kader dan tokoh Ikhwan telah menjadikan Al-Qur’an wirid harian mereka. Mereka selalu membaca al-Qur’an. Mereka menghafal al-Qur’an, mempelajari isinya, dan terus berusaha memahami artinya. Luar biasa. Tak ada sel yang sepi dari bacaan ayat-ayat al-Qur’an yang dilakukan para ikhwan di dalam sel. Mereka umumnya menguasai pembacaan al-Qur’an dengan baik, dan mengetahui hukum tajwid.
Mereka juga mendekatkan diri pada Allah dengan membuat halaqah al-Qur’an dan mengajarkan ilmu al-Qur’an yang mereka miliki. Maka, para kader dan tokoh Ikhwan, yang berada dipenjara, ketika pagi, sore dan malam, mirip suara lebah, dan menggetarkan hati. Al-Qur’an membimbing mereka menjadi pribadi yang tangguh dan kokoh, menghadapi segala cuaca dan badai kehidupan, dan tidak pernah bergeser, seincipun dari prinsip-prinsip (mabda’), yang menjadi dasar perjuangan mereka.
Sampai saatnya datang para penguasa itu, tidak suka melihat para Ikhwan yang ada dipenjara militer itu, bisa menikmati hidup dengan al-Qur’an. Bahagia bersama degan al-Qur’an. Seperti dikatakan Sayyid Qutb, yang pernah dipenjara di Liman Turoh, yang mengatakan, ‘Betapa nikmatnya hidup dibawah al-Qur’an’, ucapnya. Lalu, penguasa itu dengan geramnya, masuk ke sel-sel, dan memerintahkan para Ikhwan merampas semua mush’af al-Qur’an, kemudian mush’af al-Qur’an itu di kumpulkan dan bakar.`
Betapapun, mereka yang melihat dengan peristiwa itu, bertambah kuat keyakinannya, dan semakin semangat menegakkan cita-citanya, sampai hari ini, tanpa mau berkompromi dengan kebathilan,walau seincipun. Mereka tetap hidup dengan al-Quran dan Sunnahnya. Wallahu’alam. (mashadi/berbagai sumber)

Sebagai seorang Muslim, jelas, acuan kita hidup kita hanya pada Rasulullah saw saja, Sebenarnya, bagaimana kehidupan Rasulullah saw sehari-hari?
Jawabannya ada tertinggal dari banyak kutipan hadist yang ditinggalkan oleh beliau, Kehidupan Rasulullah adalah gambaran penampilan diri yang amat istimewa, baik secara personal maupun sosial. Secara fisik, sikap, tingkah laku, tutur kata, pemikiran, emosi hingga keikhlasan hati dan keluhuran jiwa beliau terpancar dalam sebentuk kepribadian yang nyata, menyentuh dan membekas begitu dalam pada sanak saudara, para sahabat, tetangga, dan bahkan musuh-musuhnya sekalipun.
Tak heran, tatkala sesudah Rasulullah wafat, ketika sahabat bertanya kepada Aisyah bagaimanakah gambaran Nabi saw selama hidupnya? Aisyah ra, tak mampu menahan linangan air mata penuh khidmat dan kerinduan yang mengigit sanubari saat berkata, “Segalanya begitu menakjubkan bagiku.” Dan di waktu lain beliau menjawab, “Sesungguhnya Akhlak beliau adalah Al-Quran.”
Secara fisik, Rasulullah juga digambarkan sebagai laki-laki yang kuat, berdada bidang, dan itu ditandakan dengan kuatnya beliau melakukan banyak ibadah, mengerjakan pekerjaan kasar laki-laki, dan bahkan ikut berperang. Tak ada pilihan terbaik dalam mencontoh penataan penampilan diri kecuali dari apa-apa yang Rasulullah ajarkan, sebagaimana terekam dalam berbagai kutipan hadis berikut:
Penampilan Jasmaniah Rasulullah
- Sesungguhnya Allah itu indah dan senang dengan keindahan. Bila seseorang diantara kamu (bermaksud) menemui kawan-kawannya hendaklah dia merapikan dirinya. (HR Muslim)
- Apabila kamu memelihara rambut, hendaklah dimuliakan (disisir, dirapihkan agar tidak acak-acakan). (HR Abu Dawud dan Ath Thahawi)
- Siapa yang mengenakan pakaian, hendaklah kenakan yang bersih. (HR Arh-Thahawi)
- Jangan meremehkan sedikitpun (enggan melakukan) perbuatan ma’ruf meskipun hanya menjumpai kawan dengan wajah yang ceria. (HR Muslim)
- Abu hurairah ra berkata, sesungguhnya Rasulullah tidak pernah berbicara dengan seseorang melainkan beliau menghadapkan wajahnya pada wajah teman bicaranya dan Rasulullah tidak berpaling darinya sebelum selesai berbicara. (HR Ath-Thabrani)
- Siapa yang tak memiliki keramah tamahan berarti ia tak memiliki kebaikan.(HR Muslim)
(sa/suryaningsih/berbagai sumber)
Berdiri di atas meja kantin di bawah kota Tel Aviv, mempelajari pria dan wanita dari Mossad:
Dalam beberapa minggu sejak mengambil alih Mossad, Meir Dagan tahu dia sudah memerintahkan sesuatu pendahulunya baru-baru ini tidak pernah berhasil.
Nyaris meninggikan suaranya ia berbicara.
"Ketika saya sedang bertempur di Lebanon, saya menyaksikan setelah pertengkaran keluarga. Patriark: kepala yang telah terbelah dan otaknya di lantai. Dia berbaring bersama istrinya dan beberapa anak-anaknya. Semua sudah mati. Sebelum aku bisa melakukan apa pun , salah satu pembunuh meraup segenggam otak dan menelannya. Ini adalah bagaimana Anda akan semuanya sekarang beroperasi. Jika tidak, seseorang akan memakan otak Anda. "
Di kantin adalah mereka yang telah membunuh berkali-kali. Membunuh musuh yang tidak dapat dibawa ke pengadilan karena mereka tersembunyi jauh di dalam Israel dan Arab.
Hanya Mossad bisa menemukan dan membunuh mereka. Rafi Eitan, yang legendaris mantan Kepala Operasi Mossad mengatakan kepada ketika kami duduk bersama di ruang tamunya di Tel Aviv utara pinggiran kota:
"Saya selalu berusaha untuk membunuh ketika aku bisa melihat bagian putih mata seseorang. Jadi aku bisa melihat rasa takut. Penciuman itu napasnya. Kadang-kadang saya menggunakan tangan saya. Sebuah pisau, atau pistol dibungkam. Aku tidak pernah merasa menyesal sesaat atas pembunuhan. "
Ketika Meir Amit menjabat sebagai direktur Mossad, bersikeras "kita seperti algojo resmi atau dokter on Death Row yang mengelola suntikan mematikan. Tindakan kami didukung oleh Negara Israel. Ketika Mossad membunuh itu tidak melanggar hukum. Ini adalah kalimat yang disetujui oleh perdana menteri ".
Kami berbicara saat berjalan melalui ruang Mossad yang unik di Tel Aviv terdapat peringatan kepada orang mati - berbentuk labirin yang beton dalam bentuk otak. Setiap nama terukir pada beton adalah seorang agen yang telah tewas ketika mencoba untuk menghancurkan musuh-musuh Israel.
Beberapa dari mereka agen memiliki satu kesamaan. Amit telah mengirim mereka kepada kematian mereka.
"Kami melakukan semua yang kami bisa untuk melindungi mereka. Kami melatih mereka dengan lebih baik dari dinas rahasia lainnya. Setiap misi, dadu adalah melawan Anda. Tapi akan selalu ada orang-orang pemberani siap untuk melempar dadu," katanya.
Dagan, para pendengarnya di kantin, berperan dalam cetakan yang sama. Dia akan melindungi mereka dengan segala cara. Dirinya tahu - legal maupun ilegal. Dia akan memungkinkan mereka untuk menggunakan racun saraf. Cara membunuh yang ideal, bahkan Mafia, bekas KGB atau dinas rahasia Cina tidak digunakan. Tapi dia tidak akan ragu untuk mengekspos mereka sampai mati - apakah itu untuk kebaikan yang lebih besar untuk Israel.
Hal itu adalah kesepakatan di kantin: mereka telah menerima ketika mereka direkrut. Mereka juga, sudah siap untuk melempar dadu.
Dagan, hanya pria kesepuluh kepala Mossad dan menanggung gelar memune - "pertama di antara yang sederajat dalam bahasa Ibrani" - mengingatkan para pendengar duduk di kursi plastik. Lalu Dagan menambahkan:
"Saya di sini untuk memberitahu Anda hari-hari itu kembali. Dadu siap untuk roll."
Dagan melompat turun dari meja dan berjalan keluar dari kantin dalam keheningan. Hanya kemudian melakukan tepuk tangan.
Tak lama kemudian terdengar pembantaian Mombasa. Sarat bahan peledak tanah-cruiser mobil memasuki area penerimaan pulau milik Israel Paradise Hotel.
Lima belas orang tewas dan 80 luka berat. Dua bahu-menembakkan rudal hampir menenggak sebuah pesawat penumpang Israel membawa turis kembali ke Tel Aviv dari Kenya. Dua ratus tujuh puluh lima nyaris kehilangan gaya Lockerbie kematian.
Meir Dagan segera menduga itu adalah karya-Osama bin Laden bersama al-Qaeda dan bahwa rudal itu berasal dari gudang senjata Irak.
Tetapi untuk tersangka dan membuktikan akan menjadi tantangan terbesar yang dihadapi Mossad sejak Perang terhadap Terorisme diluncurkan oleh Presiden Bush.
"Mossad tidak akan beroperasi di kampung halamannya sendiri melawan pembom bunuh diri. Ini akan bekerja 1.500 mil jauhnya di lingkungan yang tidak bersahabat. Hanya akan menjadi lip-service dukungan dari pihak yang berwenang. Intelijen lain akan trawl melalui bukti mencari petunjuk yang akan cocok dengan agenda mereka. CIA untuk memperbaiki bin-Laden. MI6 untuk mengarah ke ancaman ke Britania. Hal yang sama bagi Jerman, "pria intelijen senior di Tel Aviv.
Tapi untuk Meir Dagan sudah saatnya untuk melempar dadu. Setiap orang dengan pengalaman lapangan terbukti berada di pesawat ke Kenya dalam waktu satu jam dari pembantaian.
Mereka akan menyaring dan mencari di reruntuhan, menggunakan peralatan yang canggih untuk melakukannya. Detektor yang dapat mendeteksi sepotong logam jauh di dalam mayat - logam yang akan menunjukkan tempat bahan peledak itu berasal. Dan banyak lagi.
Tim yang akan "melempar dadu" bepergian secara terpisah - seperti yang selalu terjadi. Mereka memiliki pesawat mereka sendiri, mereka sendiri pilot. Mereka adalah laki-laki dan perempuan kidon, Mossad ultra-unit pembunuhan rahasia.
Satu-satunya pekerjaan mereka di Mombasa adalah untuk menemukan dan membunuh para pelaku pembantaian: orang-orang di belakang tiga pelaku bom yang telah pergi ke kematian mereka tertawa. Kidon akan membunuh para perencana pembantaian setelah mereka dilacak ke sarangnya- di mana pun. Mungkin dibutuhkan waktu yang cukup - seperti yang terjadi dalam pembalasan pembunuhan atlet Israel pada Olimpiade Munich tahun 1972. Tapi kidon akan menemukan orang-orang di belakang Mombasa kemarahan dan membunuh mereka.
Mereka akan menggunakan laboratorium kecil, racun disegel dalam botol sampai datang untuk menyerang. Bahan peledak tidak lebih besar dari permen pelega tenggorokan yang mampu untuk meniup dari kepala seseorang. Sebuah gudang senjata: laras pendek pistol, senapan sniper dengan jarak satu mil pembunuhan.
Tim terpilih untuk pergi ke Mombasa memiliki kemampuan bahasa lokal. Mereka bisa dianggap orang Arab atau pedagang India. Antara mereka, berbicara bahasa Swahili dan dialek lain. Mereka juga memahami bahasa yang tertutup dari dunia mereka.
Mereka telah belajar bagaimana menghafal serat - tepat deskripsi fisik orang. Neviof, bagaimana masuk ke kantor, kamar tidur, atau lainnya yang diberikan tanaman target dan bug mendengarkan - atau sebuah bom. Masluh, keterampilan mengibas ekor.
Para wanita telah belajar bagaimana menggunakan seks mereka. Untuk dapat selalu siap untuk tidur dengan seseorang untuk memperoleh informasi penting. Hubungan antara kerja intelijen dan jebakan seksual sama tuanya dengan mata-mata itu sendiri.
Meir Amit mengatakan, "Seks adalah senjata seorang wanita. Bantal berbicara bukan masalah bagi dia. Tapi itu butuh jenis khusus keberanian. Hal ini bukan hanya tidur dengan musuh. Hal ini untuk mendapatkan informasi."
Tim kidon telah melewati dua tahun kursus di sekolah pelatihan Mossad di Henzelia, dekat Tel Aviv. Mereka telah dikirim ke sebuah kamp khusus di padang pasir Negev. Di sana mereka telah belajar untuk membunuh.
"Mereka diajarkan bagaimana menggunakan senjata sesuai dengan target. Pencekikan dengan pemotong keju jika korban akan dibunuh di malam hari. Sebuah pistol memakai peredam. Sebuah agen saraf disampaikan oleh aerosol atau suntikan," jelas Victor Ostrovsky, seorang mantan anggota kidon.
Ostrovsky, yang saat ini tinggal di Arizona, tidak akan mengatakan siapa dia telah dibunuh. Tapi ia berhenti dari Mossad "melewati masa panjang menjual-menurut tanggal. Kita melakukan hal-hal berbeda sekarang".
Pria Mossad dikenal sebagai "The Engineer" adalah top-pembuat bom Hamas. Dia tinggal di Tepi Barat, dilindungi oleh pria bersenjata.
Suatu hari ia menerima pengunjung - sepupu jauh dari Gaza. Muda itu berbicara seperti begitu banyak dari sarang fanatisme Islam.
Selama minum teh, kedua pria berbicara jauh ke dalam malam. Akhirnya, "The Engineer" mengundang para tamu untuk menginap. Tawaran itu diterima. Si pemuda bertanya apakah ia dapat menggunakan The Engineer ponsel untuk menghubungi keluarganya sendiri untuk mengatakan bahwa mereka tidak perlu khawatir.
Ia bertanya apakah ia dapat membuat panggilan dari luar rumah untuk meningkatkan penerimaan. "The Engineer mengangguk. Panggilan berakhir, kedua pria itu tertidur di lantai.
Keesokan harinya, para pemuda kiri kembali ke Gaza. Pagi itu, The Engineer menerima panggilan. Ketika ia meletakkan telepon ke mulutnya dan mulai bicara, kepalanya meledak.
Pemuda itu telah direkrut oleh Mossad untuk menanam bahan peledak yang kuat di dalam telepon. Sinyal ledakan itu berasal dari sebuah kidon setengah mil jauhnya.
Tidak seorang pun melihatnya datang. Tak ada yang melihat dia pergi.
Selama bertahun-tahun, Mossad telah membunuh puluhan musuh-musuh Israel dengan metode tersebut.
"Kami mencoba untuk tidak pernah menggunakan metode yang sama dua kali. Teknisi kami menghabiskan seluruh waktu mereka merencanakan cara-cara baru untuk membunuh," kata seorang sumber Mossad.
Komposisi yang biasa adalah empat tim. Salah satunya adalah "target pelacak". Tugasnya adalah untuk mengawasi gerakan korban. Lain adalah "transporter", untuk mendapatkan tim aman dari daerah pembunuhan.
Dua orang yang tersisa melakukan eksekusi. Dalam kasus Gerald Bull mereka mengetuk pintu depan rumahnya larut malam. Para ahli balistik baru saja pindah masuk Dia telah meyakinkan ia aman oleh minders Irak. Tapi mereka telah dipancing pergi oleh beberapa kidon tim cadangan.
Ini dikenal sebagai sayanim - kata Ibrani untuk pembantu. Seluruh dunia terdapat puluhan ribu. Masing-masing dengan hati-hati telah direkrut untuk memberikan jenis bantuan yang diperlukan unit kidon untuk membunuh Bull.
Pembunuhan sederhana. Kedua kurir FedEx kidon mengenakan seragam. Satu membawa sebuah paket. Lain mengetuk pintu. Ketika Bull membukanya, paket itu menusuk padanya. Ketika ia melangkah mundur ia ditembak - sekali di dahi dan sekali di tenggorokan. Ia terbang mundur ke lorong. Paket itu diambil, pintu tertutup di belakang mati Bull. Kedua laki-laki dengan tenang berjalan pergi ke mana "transporter" sudah menunggu. Dalam jam, tim sudah kembali di Tel Aviv.
Persiapan untuk pembunuhan dapat waktu berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan. Tim yang memukul, setelah dipilih, akan pindah ke rumah aman Mossad, salah satu dari banyak orang di Israel.
Eli Cohen, mantan agen Mossad, mengatakan bahwa "rumah aman itu tampak seperti perabotan dari boot mobil".
Meir Dagan juga merupakan rajin membaca sejarah intelijen lainnya. Dikatakan dia tahu lebih banyak tentang CIA dan MI6 daripada banyak karyawan saat ini.
Dia terus-menerus mengingatkan stafnya tindakan itu tidak bisa menunggu kepastian. Motif dan penipuan yang berada di pusat usaha mereka. Bahwa mereka harus menciptakan situasi yang sebenarnya berusaha untuk menarik keluar dari kegelapan. Baginya seni informasi dugaan adalah senjata penting.
Sejak Mombasa, Dagan telah benar-benar bekerja dan tidur di kantornya. Jendela melihat ke arah timur ke Yudea Hills. Beyond adalah tanah tandus suku Pakistan - di mana Dagan yakin Osama bin Laden bersembunyi. Dagan percaya akan mencoba melarikan diri jika perang dimulai. Pimpinan Mossad akan menunggu.
Sementara itu, dia sibuk dengan berita terbaru dari Mombasa - dan semua titik-titik timur di mana tim kidon melacak para perencana dari kemarahan.
Beberapa orang pergi ke Indonesia. Lainnya ke Pakistan dan Afghanistan.
Mossad yang berwujud sebagai ilmuwan dan patolog, serta agen-agen lapangan, katsa, telah disisir dan dikantongi petunjuk dari hotel Paradise daerah bencana.
Agen Mossad di Nigeria telah memberikan rincian penting al-Quada di negara itu. Katsa di Afrika Selatan telah bergabung dengan rekan-rekan di Mombasa. Dari Roma, Malta dan Siprus, agen Mossad lain melaju melalui Afrika ke negara galak yang panas.
Mossad telah membuat tidak punya teman di tanahnya sendiri. Mereka jarang. Itu adalah gaya mereka: pergi sendiri. Mereka percaya bahwa mereka tahu lebih banyak daripada orang lain dalam memerangi terorisme. Dan mereka mungkin benar.
Di Tel Aviv, setelah melakukan semua yang dia bisa untuk saat ini, Meir Dagan menunggu.
Pertempuran keras di masa lalu dan pahlawan perang di Lebanon, di semua tempat di Timur Tengah di mana lorong-lorong tidak punya nama, telah menerima reputasinya sebagai tak dilarang memegang pemimpin. Pada masa itu, dengan pistol di sakunya dan anjingnya di tumit, ia telah memimpin dari depan. Dua kali ia telah terluka, sehingga kini ia kadang-kadang menggunakan tongkat. Dia tidak suka melakukannya. Dia membenci tanda-tanda kelemahan dalam dirinya sendiri atau orang lain.
Dagan adalah orang tumpul, bangga dan angkuh dan siap untuk berdiri di atas catatan. Ia menghancurkan Intifadah pertama di Gaza pada tahun 1971. Dua tahun kemudian ia bertempur di Perang Yom Kippur.
Bagi dia, Mossad, dan akhirnya Israel, Mombasa adalah ujian - untuk menunjukkan bahwa Mossad adalah kembali ke tengah panggung dengan sepenuh hati.
Tidak ada layanan intelijen memiliki sejarah operasi yang lebih baik di Afrika Tengah. Pada 1960-an Mossad mengusir kebanggaan Intelijen Rahasia Cina. Berhenti di Kuba: Fidel Castro ekspor revolusi-nya ke Afrika. Ini mengalahkan KGB pada rencana sendiri untuk mengubah Kongo dalam permainan. Itu adalah kotor dan perang mematikan.
Sebuah kelompok teroris menyerang sebuah katsa Mossad di Kongo dan memberinya makan ke buaya. Mereka difilmkan yang terakhir, perontokan saat-saat di dalam air - dan mengirim rekaman ke kepala stasiun Mossad lokal. Ia membalas dengan menempatkan dua bom di bawah kursi toilet pemimpin teroris.
Mossad membangun hubungan dengan BOSS, layanan keamanan dari pemerintah apartheid Afrika Selatan. Lalu, mengirim tim ke Pretoria untuk mengajar seni BOSS metode canggih interogasi. Instruktur memperlihatkan seni hitam kurang tidur, hooding, memaksa seorang tersangka untuk berdiri menghadap dinding selama berjam-jam, dan mental seperti mengejek penyiksaan demi penyiksaan.
Mossad menggunakan metode-metode yang sering di luar hukum. Mereka memiliki unit yang berspesialisasi dalam pencurian - menggunakan jauh lebih canggih daripada yang digunakan oleh pencuri Watergate yang terkenal. Kebodohan mereka menyebabkan jatuhnya Presiden Nixon.
Mereka memiliki tim khusus dari ilmuwan yang bekerja di Institut Penelitian Biologi di Tel Aviv. Mereka menyiapkan racun mematikan untuk kidon.
Badan-badan intelijen lainnya tidak lagi mengizinkan agen mereka untuk membunuh, kidon tidak memiliki pengendalian diri seperti itu. Mereka tetap memiliki lisensi penuh untuk membunuh dalam nama Israel secara rutin setelah mereka yakin bahwa incumbent dari kebutuhan untuk melakukannya.
dakwatuna.com – Gaza, Batalion Izzuddin Al-Qassam, sayap militer Hamas mengumumkan, kadernya yang gugur sebanyak 1780 selama 22 tahun sejak sayap militer ini dibentuk.
Batalion menambahkan dalam pernyataan militernya di situs resminya alqassam kemarin Senin (14/12) dalam peringatan ulang tahun Hamas ke 22 bahwa perlawanan dilakukan sebagai balasan atas penjajahan Israel yang tidak paham kecuali dengan bahasa kekuatan dan kekerasan dan tidak gentar kecuali dengan perlawanan. Karenanya, perlawanan akan terus berlanjut, pertempuran akan berlangsung terus.
Mereka menegaskan, pembebasan tanah air Palestina adalah tujuannya, perlawanan adalah sarananya, Al-Quds adalah ibukota Palestina, pengungsi Palestina keluarga mereka, kembalinya mereka ke tanah air adalah hak yang wajib, tahanan Palestina adalah pahlawan Palestina dan penerang kebebasan, pembebasan mereka menjadi prioritas mereka meski harus dibayar dengan upah yang mahal. “Itulah prinsip kami yang tidak mungkin ada tawar menawar, sebab hak tidak akan gugur dengan mengalah. Karena itulah kami bangkit dan di atasnya kami berjalan” tegas Al-Qassam.
“Allah sudah mentakdirkan Al-Qassam sebagai pemimpin peperangan dan jihad melawan Israel di Palestina. selama 22 tahun kami sudah memberikan contoh bagi gerakan perlawanan yang berpegang teguh dengan prinsip dasar”. Tegas Al-Qassam.
Al-Qassam menutup pernyataannya, Hamas sudah menerjemahkan syiarnya-syiarnya dalam kehidupan nyata dengan penuh kekuatan, kejujuran dan kesetiaan serta pengorbanan. “Hamas membawa cita-cita Al-Quds, Al-Aqsha dan Palestina. Berperang untuk kebebasan pengungsi dan tahanan, menjaga prinsip dasar bangsa Palestina dan umat, tidak mengakui eksistensi Israel sejengkal pun di Palestina, tidak pernah gentar terhadap konspirasi penjajah dan para penjahat untuk menyambut janji Allah berupa kemenangan dan kekuasaan di bumi” tutur Al-Qassam. (bn-bsyr/ip)
(read more ...)Feb
20
Dan Kami ciptakan dari air segala sesuatu yang hidup.” (Q.S. Al Anbiya:30)
Dalam kitab-kitab tafsir klasik, ayat tadi diartikan bahwa tanpa air semua akan mati kehausan. Tetapi di Jepang, Dr. Masaru Em oto dari Universitas Yokohama dengan tekun melakukan penelitian tentang perilaku air.
Air murni dari mata air di Pulau Honshu didoakan secara agama Shinto, lalu didinginkan sampai -5oC di laboratorium, lantas difoto dengan mikroskop elektron dengan kamera kecepatan tinggi. Ternyata molekul air membentuk kristal segi enam yang indah. Percobaan diulangi dengan membacakan kata, “Arigato (terima kasih dalam bahasa Jepang)” di depan botol air tadi. Kristal kembali membentuk sangat indah. Lalu dicoba dengan menghadapkan tulisan huruf Jepang, “Arigato”. Kristal membentuk dengan keindahan yang sama. Selanjutnya ditunjukkan kata “setan”, kristal berbentuk buruk. Diputarkan musik Symphony Mozart, kristal muncul berbentuk bunga. Ketika musik heavy metal diperdengarkan, kristal hancur.
Ketika 500 orang berkonsentrasi memusatkan pesan “peace” di depan sebotol air, kristal air tadi mengembang bercabang-cabang dengan indahnya. Dan ketika dicoba dibacakan doa Islam, kristal bersegi enam dengan lima cabang daun muncul berkilauan. Subhanallah.
Dr. Emoto akhirnya berkeliling dunia melakukan percobaan dengan air di Swiss, Berlin, Prancis, Palestina, dan ia kemudian diundang ke Markas Besar PBB di New York untuk mempresentasikan temuannya pada bulan Maret 2005 lalu. Ternyata air bisa “mendengar” kata-kata, bisa “membaca” tulisan, dan bisa “mengerti” pesan. Dalam bukunya The Hidden Message in Water, Dr. Masaru Emoto menguraikan bahwa air bersifat bisa merekam pesan, seperti pita magnetik atau compact disk.
Semakin kuat konsentrasi pemberi pesan, semakin dalam pesan tercetak di air. Air bisa mentransfer pesan tadi melalui molekul air yang lain. Barangkali temuan ini bisa menjelaskan, kenapa air putih yang didoakan bisa menyembuhkan si sakit. Dulu ini kita anggap musyrik, atau paling sedikit kita anggap sekadar sugesti, tetapi ternyata molekul air itu menangkap pesan doa kesembuhan, menyimpannya, lalu vibrasinya merambat kepada molekul air lain yang ada di tubuh si sakit.
Tubuh manusia memang 75% terdiri atas air. Otak 74,5% air. Darah 82% air. Tulang yang keras pun mengandung 22% air. Air putih galon di rumah, bisa setiap hari didoakan dengan khusyu kepada Allah, agar anak yang meminumnya saleh, sehat, dan cerdas, dan agar suami yang meminum tetap setia. Air tadi akan berproses di tubuh meneruskan pesan kepada air di otak dan pembuluh darah. Dengan izin Allah, pesan tadi akan dilaksanakan tubuh tanpa kita sadari. Bila air minum di suatu kota didoakan dengan serius untuk kesalehan, insya Allah semua penduduk yang meminumnya akan menjadi baik dan tidak beringas.
Rasulullah saw. bersabda, “Zamzam lima syuriba lahu”, “Air zamzam akan melaksanakan pesan dan niat yang meminumnya”. Barangsiapa minum supaya kenyang, dia akan kenyang. Barangsiapa minum untuk menyembuhkan sakit, dia akan sembuh. Subhanallah … Pantaslah air zamzam begitu berkhasiat karena dia menyimpan pesan doa jutaan manusia selama ribuan tahun sejak Nabi Ibrahim a.s.
Bila kita renungkan berpuluh ayat Al Quran tentang air, kita akan tersentak bahwa Allah rupanya selalu menarik perhatian kita kepada air.
Bahwa air tidak sekadar benda mati. Dia menyimpan kekuatan, daya rekam, daya penyembuh, dan sifat-sifat aneh lagi yang menunggu disingkap manusia. Islam adalah agama yang paling melekat dengan air. Shalat wajib perlu air wudlu 5 kali sehari. Habis bercampur, suami istri wajib mandi. Mati pun wajib dimandikan. Tidak ada agama lain yang menyuruh memandikan jenazah, malahan ada yang dibakar. Tetapi kita belum melakukan zikir air. Kita masih perlakukan air tanpa respek. Kita buang secara mubazir, bahkan kita cemari. Astaghfirullah.
Seorang ilmuwan Jepang telah merintis. Ilmuwan muslim harus melanjutkan kajian kehidupan ini berdasarkan Al Quran dan hadis.
Wallahu a’lam …
(read more ...)Feb
18
Diantara kumpulan asma-asma Nya yang tiada terhitung terdapat salah satu asma teragung-Nya, yakni Ismul Adzham, merupakan cahaya Allah paling terang diantara limpahan cahaya-cahaya yang menunjuk kepada-Nya. Cahaya Allah teragung ini merupakan cahaya sumber tempat cahaya-cahaya mengambil cahayanya. Cahaya yang menyinari kehidupan seorang hamba, yang hadir dari sang pemilik Cahaya, Allah SWT.
"Allah cahaya petala langit dan bumi. Perumpamaan cahaya-Nya bagaikan sebuah misykat yang didalamnya terdapat pelita terang. Pelita tersebut didalam kaca, kaca itu seakan-akan kaukab yang berkilau dinyalakan (minyak) dari pohon yang banyak berkahnya; pohon zaitun yang tumbuh tidak disebelah timur dan tidak pula disebelah barat, yang minyaknya saja hampir-hampir menerangi walau tanpa disentuh api. Cahaya diatas cahaya. Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa-siapa yang Dia kehendaki dan Allah membuat perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." (Q.S. An Nuur:35)
Sebuah tukilan yang indah, yang dapat memberikan kita motivasi untuk bergerak terus dalam kehidupan. Didalamnya terkandung makna bahwa sesuatu yang semestinya didahulukan, dan yang semestinya diakhirkan harus diakhirkan. Ini semua tidak lain adalah bagaimana kita dapat meletakkan setiap perkara dalam posisi yang seimbang, lurus, dan tidak kurang. Demikianlah kita diajarkan untuk senantiasa dapat membagi porsi-porsi dalam kehidupan kita sesuai takarannya.
Dari cahaya tersebutlah, kita senantiasa berusaha menempatkan Allah dalam posisi tertinggi di atas segalanya. Ditambah tiga buah kombinasi. Ikhtiar. Sabar. Syukur. Dawah dan syiar Islam akan membangkitkan semangat ruh kita dalam berjihad menyuarakan yang haq.
InsyaAllah. Amin.
(read more ...)
Feb
18
Qutb melanjutkan bahwa pada periode Mekah hingga periode awal hijrah ke Madinah, kaum muslimin tidak diperintahkan untuk berperang. Mereka hanya diperintahkan “ Tahanlah tanganmu (dari berperang), dirikan shalat dan tunaikan zakat” ( An-nisa’ 77). Tidak diizinkannya berperang pada periode Mekah ini, menurutnya ada beberapa kemungkinan sebab: telah terjaminnya kebebasaan berdakwah di Mekah, fase mekah adalah fase pendidikan dan persiapan serta untuk menghindari peperangan di setiap rumah karena antara keluarga di Mekah masih banyak yang belum Islam)
Kemudian Allah mengizinkan perang dalam firman-Nya:
/ ?uzina lillazi:na yuqa:til-u:na bi?anna-hum zulim-u: wa inna alla:h-a ‘ala: nasr-ihim laqadi:r-un. Allazi:na ukhrij-u:na min diya:r-ihim bigairi haqq-in ?illa ?an yaqu:l-u rabbu-na: alla:h-u, walau la: daf’u alla:h-i al na:s-a ba’da-hum bi-ba’d-in la-huddimat sawa:mi’u wabiya’-un wa salawa:t-un wa masa:jid-u yudkaru fi:ha ?ismu alla:h-i kasi:r-an wa la-yansuranna alla:h-u man yansur-u-hu, ?inna alla:h-a la-qawiyy-un azi:z-un/
‘Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, Karena Sesungguhnya mereka Telah dianiaya. dan Sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu, (yaitu) orang-orang yang Telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali Karena mereka berkata: "Tuhan kami hanyalah Allah". dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah Telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadat orang Yahudi dan masjid- masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa’(QS. Al Hajj: 39-40)
Kemudian Allah mewajibkan peperangan terhadap orang-orang yang memerangi mereka saja “ dan perangilah dijalan allah orang-orang yang memerangi kamu...”(Al-baqarah 190). Setelah itu Allah memerintahkan untuk memerangi orang-orang musyrik semuanya “ dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semua..” (Attaubah :36)
Dikatakan pada mereka:
/ qa:til-u: allazi:na yu’min-u:na bi alla:h-i wa la: bi alyaumi al-?a:khir-i wala: yuharrim-u:na ma: harram-a alla:h-u wa rasu:l-uhu wala: yadi:n-u:na di:na al-haqq-i min allazi:na ?u:tu al-kita:b-a hatta: yu’tu: al-jizyat-a ‘an yad-in wa hum sa:gir-u:na/
‘Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari Kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.’
Qutb mengatakan bahwa peperangan dalam Islam mengalami perkembangan yang menarik: pertama diharamkan, lalu diizinkan, lalu diperintahkan hanya untuk orang-orang yang memulai peperangan, kemudian terakhir diperintahkan untuk memerangi seluruh kaum musyrik yang ada.
Qutb juga membantah kaidah pergerakan Islam dan Jihad, sifatnya mempertahankan diri ( ad difa’). Menurutnya orang-orang yang menyandarkan pada alasan-alasan yang sifatnya pertahanan bagi perluasan pergerakan Islam adalah orang-orang yang terpedaya pada serangan orientalis.”
Jihad yang tidak defensif itu, merupakan landasan bagi pemuliaan manusia di muka bumi. Untuk mengeluarkan manusia dari penghambaan kepada hamba menuju penghambaan pada Allah. Selanjutnya Qutb mengatakan : “ tidak ada diantara mereka yang berkata , saat mereka bertanya kenapa mereka berperang: “ kami keluar untuk mempertahankan negeri kami dari ancaman musuh!” atau kami keluar untuk menghalau musuh-musuh kami dari bangsa Persia dan Romawi,” atau “ kami keluar untuk memperluas daerah kami dan mengeruk rampasan yang banyak.”
Mereka berkata, “ Allah mengutus kami agar kami mengeluarkan orang-orang yang Dia kehendaki dari penghambaan hamba kepada penghambaan Allah semata. Dari kesempitan dunia menujukeluasannya. Dari kelaliman agama-agama lain, menuju keadilan agama Islam. Lalu ia mengutus utusannya dengan agama untuk makhluknya. Barang siapa yang menyambut kami, kami akan sambut baik-baik, kami biarkan, tiadak akan kami ganggu di tanahnya. Barang siapa yang membangkang, akan kami bunuh hingga kami mati syahid dan masuk surga atau kami mendapat kemenangan yang gemilang.”
Kewajiban jihad itu harus bergerak menyebar ke seluruh dunia, karena Islam itu memiliki karakteristik yang selalu bergerak ke depan untuk menyelamatkan manusia di dunia dari penghambaan terhadap selain Allah. Islam tidak terpetakan pada batas-batas geografis atau batas-batas rasial. Islam tidak mungkin meniggalkan sebagaian manusia yang hidup di belahan bumi bergelimang kejahatan, kerusakan dan kebodohan. Jihad dalam Islam adalah jihad untuk menegakkan manhaj, dan mendirikan sitem yang universal (sistem ilahi).
“Aku ini seperti orang yang menyalakan api,” begitu Rasulullah memberi perumpamaan.
Lalu serangga-serangga ingin mendekati api itu. Tak mudah dicegah, serangga-serangga itu banyak yang akhirnya masuk ke dalam api dan terbakar.
“Lalu aku menghalau serangga itu agar menjauhi api. Tetapi mereka terus mendesak dan terus berusaha masuk ke dalam api. Hingga banyak dari mereka yang terjerembab ke dalam api. Seperti itulah perumpamaan aku dan kalian. Aku membentengi kalian agar jangan terjerembab ke dalam api neraka. Aku katakan, ’Jauhilah api neraka itu, jauhilah api neraka itu,’ tapi kalian terus memaksa dan mengalahkan aku hingga kalian pun terjerembab ke dalam neraka.”
Ini adalah drama konsistensi. Rasulullah konsisten membimbing umatnya. Tapi, justru banyak dari umatnya yang konsisten pula
untuk terus melawan. Konsisten untuk terus mendekati panasnya api neraka. Neraka yang dikelilingi dengan hal-hal yang indah di dunia ini, menggoda, dan melenakan.
Rasulullah menghalau manusia dari jalan kebatilan. Tapi banyak dari mereka yang justru terus menapakinya, bahkan dengan upaya yang sangat-sangat. Hari-hari ini kita melihat sebuah fase hidup dimana orang tidak saja melakukan kebatilan, tapi banyak yang konsisten di jalan kebatilan itu.
Banyak dari mereka yang melakukan semua itu dengan sadar. Bahkan dengan niat dan kemauan yang terus diperbaharui. Ada yang ingin menunjukkan kehebatan intelektualnya. Ada yang ingin menonjolkan kemampuannya dalam menganalisa, mengurai dan mengkritik segala ajaran yang datang dari Allah. Ada yang dengan ringan menyebut Al Qur’an sebagai kitab suci yang paling porno.
Ada yang menawarkan sesuatu yang disebut pembaharuan padahal isinya penginkaran. Ada yang mengusung kebebasan dan liberalisasi dalam beragama, padahal isinya adalah penistaan terhadap ajaran Islam. Di sebuah perguruan tinggi terkenal, ada seorang dosen yang selalu marah bila mahasiswanya izin untuk melakukan shalat. “Ini yang membuat kalian terbelakang,” katanya dengan ringan.
Di antara mereka ada yang konsisten untuk memperjuangkan keseteraan dalam soal mengartikan yang benar. Baginya kebenaran tidak harus mutlak. Menurutnya tidak boleh ada monopoli dalam tafsir, bahkan tafsir tentang kebenaran yang datang dari Allah, sekalipun. Maka mereka merasa bisa membangun doktrin baru tentang salah, tentang benar, tentang baik. Itu semua akhirnya akan berefek terhadap penafsiran mereka tentang dosa. Secara langsung atau tidak langsung, mereka mereka telah memutarbalikkan hukum, sehingga dalam dialektika ilmiah yang mereka buat, bisa saja mereka seperti berani memikul dosa orang lain. Sebab, sesuatu yang salah dan berdosa, bisa saja mereka yakini tidak salah dan tidak berdosa.
“Dan orang-orang yang kafir berkata kepada orang-orang yang beriman, ’Ikutlah jalan kami, dan kami akan memikul dosa-dosamu.’ Padahal mereka sedikit pun tidak (sanggup) memikul dosa-dosa mereka sendiri. Sesungguhnya mereka benar-benar pendusta. Dan mereka benar-benar akan memikul dosa-dosa mereka sendiri dan dosa-dosa yang lain bersama dosa mereka, dan pada hari Kiamat mereka pasti akan ditanya tentang kebohongan yagn selalu mereka ada-adakan.” (QS. Al Ankabut: 12-13).
Yang lain menyebut bahwa apa yang mereka perjuangkan adalah warisan nenek moyang mereka sebagai sebuah budaya yang harus dihormati. Di masa para nabi-nabi terdahulu, banyak dari umat mereka yang menolak ajaran rasul mereka, dengan alasan untuk mem-pertahankan budaya peninggalan orang tua dan nenek moyang mereka.
Tapi ada juga yang konsisten di jalan kebatilan, karena jiwanya terlampau lemah untuk sekadar berkata tidak. Konsistensinya adalah keengganannya meninggalkan kubangan dosa. Ia tahu dirinya keliru. Tapi, seperti serangga-serangga itu, ia terus melihat api yang pa-nas sebagai cahaya indah yang harus dinikmati dengan cara meleburkan diri di dalamnya. Hari demi hari, hanyalah perpindahan dari kemaksiatan yang satu menuju kemaksiatan yang lain. Waktu demi waktu hanyalah berganti dari warna dosa yang satu menuju warna dosa yang lain.
Di ujung sana, ada orang-orang yang konsistensinya dengan kebatilan adalah kemalasannya untuk berubah menjadi baik. Tingkah laku buruknya ia anggap tak jadi soal, selama ia merasa tidak mengganggu orang lain. Dirinya adalah dirinya sendiri. Pilihan hidupnya adalah pilihannya sendiri. Risiko hidupnya adalah risiko hidupnya sendiri. Begitu ia meyakini. Ia merasa mandiri. Menjadi baik tidak harus karena dipengaruhi oleh siapapun atau siapapun. Ia merasa bisa kapan saja berubah kalau dirinya mau. Hidup baginya adalah puncak kemerdekaan memilih. Seterusnya ia begitu. Ia konsisten di jalan kebatilan. Sebab ia merasa, dengan itu, ia menjadi dirinya sendiri dan bukan menjadi orang lain.
Beberapa yang lain, konsisten dengan caranya sendiri. Ia tak pernah punya gairah untuk meningkatkan diri. Ia cukup puas menjadi orang yang biasa-biasa saja. Termasuk sangat biasa dalam soal amal dan kebajikannya. Ia tak perlu merasa menjadi hebat meski pun bisa. Sebagaimana ia pun terlalu sering memaafkan dirinya untuk segala kebatilan yang ia lakukan. Ia cepat lupa. Bahkan terhadap dosa-dosanya sendiri. Ia tidak harus peduli pada apapun. Menjadi baik, dengan peran-peran yang menonjol, biarlah diperankan orang lain, la sudah merasa cukup bahagia dengan selang-seling kesalahan yang dengan cepat ia maafkan. “Jangan memaksakan diri,” begitu ia berkilah.
Drama konsistensi selalu punya sisi ironisnya sendiri. Konsistensi Rasulullah yang terus menyeru, bukan untuk dirinya, tapi untuk kebaikan umat yang diserunya. justru mereka yang diseru banyak yang tak mempedulikan diri mereka sendiri. Mereka bahkan konsisten untuk melawan, konsisten untuk memilih jalan kebatilan, dan konsisten untuk membela jalan kebatilan itu.
Salah dalam berbuat, berbeda dengan sengaja melakukan salah. Keliru menjalani hal yang batil tidak sama dengan secara khusus memang bermaksud melakukan yang batil. Sesekali keliru dan tergelincir, sangat tidak sama dengan orang yang terus menerus melakukan kebatilan, bahkan konsisten dengan kebatilan itu. Konsisten ’memperjuangkan’ kebatilan itu.
Setiap kali ilmu manusia bertambah, tidak selalu berarti sikap bijaknya pun bertambah. Setiap kali pengetahuan manusia meningkat, tidak otomatis jiwa ketundukannya kepada kebenaran juga meningkat. Sebab, ketundukan terkait erat dengan sifat ikhlas, percaya, dan yakin. Ikhlas kepada ketetapan Allah. Percaya kepada kebenaran yang datang dari Allah, dan yakin bahwa apa yang ditetapkan Allah adalah yang benar dan paling baik bagi kehidupan makhluknya. Sedang pengetahuan, ilmu, tanpa ruh keimanan, bisa saja menjadi bencana dan hanya dipakai untuk membuat kerusakan di muka bumi.
Konsisten dengan kebatilan punya gradasinya masing-masing. Ada yang konsisten dengan kekafirannya, membela kekafiran dengan bermacam alasan ilmiah yang dipaksakan. Tapi ada juga jenis kebatilan yang terlihat kecil, tetapi orang menjalaninya secara konsisten. Di kemudian hari, ia tak menyangka, bahwa ucapan dari lidahnya yang tajam, misalnya, telah menumpuk menjadi segunung dosa.
Tidak menutup aurat adalah sebentuk kebatilan. Bila terus menerus dijalankan, sepanjang hidup, dengan sadardan keengganan untuk berubah yang diawetkan, itu artinya orang tersebut konsisten dengan kebatilan. Begitu juga dengan kekeliruan dan kesalahan yang lain. Membunuh diri sendiri dengan berbagai racun fisik atau racun pikiran, secara terus menerus, adalah sebentuk konsistensi kepada kebatilan. Begitu juga suami yang selama hidupnya selalu menyakiti istrinya, atau istri yang selalu tidak syukur dengan rezekiyang diberikan Allah. Atau pejabat yang setiap musim haji menangis di depan Ka’bah. Tetapi setelah itu selalu korupsi. Ia menangis bukan untuk bertaubat. Ia menangis minta harta haramnya setahun lalu diputihkan oleh Allah. Begitu seterusnya. Ada mahasiswa yang konsisten menyontek. Ada remaja yang konsisten bergonta-ganti pasangan tanpa status hukum kecuali hukum kebebasan.
Al Qur’an memberi apresiasi yang baik bagi orang yang bertaubat dan suka membersihkan diri. Tapi tak ada tempat bagi orang yang konsisten di jalan keburukan.
Tak ada konsistensi dengan kebatilan dan kekafiran yang melegenda seperti kafirnya Fir’aun. Ia menyeru, berbuat, menghukum, menyiksa, berkuasa. Dan satu lagi, ia konsisten. Sepanjang hidupnya ia menjalani misi itu. Namun Fir’aun yang angkuh itu, pada detik kematiannya menyadari betapa ia telah keliru. Di ujung setiap akhir hidup para pembela kebatilan, selalu saja ada drama yang menyedihkan. Ia toh bukan siapa-siapa.
“Dan juga Qarun, Fir’aun, dan Haman. Sungguh telah datang kepada mereka Musa dengan (membawa) keterangan-keterangan yang nyata. Tetapi mereka berlaku sombong di bumi, dan mereka orang-orang yang tidak luput (dari azab Allah). Maka masing-masing (mereka itu) Kami azab karena dosa-dosanya, di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil, ada yang di timpa suara keras yang mengguntur, ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan ada pula yang Kami tenggelamkan. Allah sama sekali tidak hendak mendzalimi mereka, akan tetapi merekalah yang menzhalimi diri mereka sendiri.” (QS. Al-Ankabut: 39-40).
“Aku ini seperti orang yang menyalakan api,” begitu Rasulullah memberi perumpamaan. Dan kita hanyalah serangga-serangga. Yang terus berusaha menerobos api. Di antara kita, mungkin banyak yang telah terjerembab, hangus, dan mati menelan api. Yang lain meronta, menerjang, dan melawan logika-logika jiwanya sendiri yang jujur. Yang lain bersabar untuk memahami, dan Allah pun memberitahu cara untuk mengerti.
Kita hanyalah serangga-serangga itu.
Sumber: Tarbawi Edisi 131 Th. 7/Rabi’ul Akhir 1427 H/11 Mei 2006 M
(read more ...)
" Nyonya A ?" tanyanya. Aku mengiyakan. " Saya sudah lihat hasil laboratoriumnya , nyonya positif." Lanjutnya pula." Bagaimana dok ?" tanyaku berharap ketegasan. " Anda hamil." Disebutkannya usia kandunganku yang rupanya sedang dalam masa emesis.Oh alangkah sulitnya kuungkapkan perasaan hatiku ketika itu. Bertahun-tahun aku menantikannya.
Tuhanku, hanya sebaris kalimat syukur meluncur dari bibirku yang bergetar menahan haru. Dengan cermatnya sang dokter memeriksaku. Sedemikian telitinya hingga aku merasa begitu lama waktu merayap. Akhirnya dokter yang cekatan itu mengatakan bahwa keadaanku normal-normal saja. Begitu pula janin yang kukandung. Diberinya aku resep vitamin dan pelancar metabolisme. Aku pulang dengan rasa bahagia yang tak terkata. Hilang rasa letihku. Hilang segala rasa sakit dalam tubuhku terhapus oleh rasa bahagia menyadari hadirnya buah hati dalam rahimku.
Setiba di rumah, kutumpahkan rasa bahagiaku dalam sujud syukur di hadapan Yang Maha Tinggi.Sungguh karunia-Nya tak pernah putus-putusnya menyirami hidupku.Ilahi, kalau bukan karena Engkau tak mungkin kukenal shalat, tak mungkin kukenal hidayah dan ni’matnya beribadah kepada Engkau. Segala puji hanyalah bagi-Mu.Suamiku,Kunantikan
Hidangan yang telah kusiapkan mulai menjadi dingin. Kuhibur hatiku barangkali engkau sedang menghadapi banyak pekerjaan. Kusibukkan pikiranku dengan tadarus Qur’an dan wirid ma’thurat. Semoga engkau tetap dalam lindungan Allah.Menjelang Isha barulah engkau pulang. Dalam kepenatan kutangkap kilatan cahaya dari sepasang matamu yang teduh. Bersinar kemilau namun sulit untuk kutafsirkan. Lalu dengan lembut engkau minta maaf karena terlambat pulang. Ada urusan penting rupanya hingga engkau tertahan sekian lama. Buatku sendiri, melihat dirimu saja sudah cukup menenteramkan perasaanku, menghapus penantian yang terasa amat panjang. Hanya saja melihat engkau letih begitu, kuurungkan niatku untuk menyampaikan berita itu. Biarlah kutunggu hingga hilang penatmu, kunanti hingga engkau segar kembali …
Usai shalat ‘isha berjamaah, engkau mengajakku berbicara. Ketika itu fahamlah aku kilat bahagia apa yang bersinar di matamu saat kau pulang tadi. Ini adalah momen yang sangat penting dalam hidupku. Dapat kurasakan kebahagiaanmu dan akupun bahagia pula karenanya. Namun, tiba-tiba serasa ada yang menghentak dalam dadaku. Sesungguhnya apa yang kau katakan adalah ikrar dan cita-cita kita sejak lama. Tetapi saat ini aku merasakannya sebagai sesuatu yang teramat berat. Aku memerlukan segunung ketabahan dan kekuatan iman !Perasaan manusiawiku kepadamu sungguh tak dapat kugambarkan bagaimana. Meski begitu aku menyadari kecintaan kepada Allah harus kutempatkan di atas segalanya. Apa yang ada padaku saat ini bukanlah milikku.
Karunia Allah sajalah yang membuatkku dapat merasakan ni’matnya iman dan islam di sisimu. Dan kini, mestikah kutahan-tahan apa yang bukan milikku ketika Sang Pemilik memintanya ?Tetapi, haruskan kulepaskan kebahagiaan yang baru saja kurasakan ? Haruskah ???Suara gemuruh bertalu-talu seperti hendak memecahkan dadaku. Bertarung antara suara hati nuraniku melawan emosi dan nafsu. Antara keikhlasan dalam cinta kepada-Nya dan cinta manusiawiku kepada suami dan anakku yang belum lagi terlahir.Ilahi, mestikah aku kehilangan saat-saat bahagia yang tengah kugenggam dengan merelakan suamiku pergi yang entah kapan akan kembali atau bahkan tidak akan pernah kembali lagi ...?Dan anakku, ia akan menjadi yatim sebelum sempat memandang wajah ayahnya.Lalu, bagaimanakah akan kuhadapi hidup ini tanpa dirinya lagi, tanpa bimbingan dan perlindungannya ?Sanggupkah aku ???Di puncak pergulatan batin, saat itulah gelegar dahsyat menghentikan bisikan iblis dalam batinku bagai suara guntur mengatasi gemuruh hujan………..
" Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah, dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya……"" Katakanlah : jika bapak-bapakmu, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan jihad di jalan-Nya maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasiq…
"Bagai canon menghancurkan dinding konstantinopel, rontoklah bayang-bayang ego-ku. Batu karang di lautan jiwa ini luruh berkeping-keping. Aku tersadar dalam pemahaman yang segar tentang hakikat cinta.Ya Allah, wahai Kekasih, asal Engkau tidak tinggalkan aku dalam lautan cinta ini, asal Engkau tidak murka padaku, aku tidak peduli !Hanya keselamatan dari-Mu lebih melapangkan hati hamba-Mu ini. Aku berlindung dengan nur wajah-Mu yang menerangi kegelapan dan menjamin kebaikan di dunia dan akhirat dari amarah-Mu yang akan menimpa diriku dan murka-Mu yang akan membinasakanku.
Kumohon ridha-Mu sampai kuperolehnya.Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan-Mu juga …….Ada rasa lapang di dada. Kubiarkan hawa kepasrahan mengisi paru-paru. Duka kali ini terasa begitu manis. Ada rasa sesak yang terangkat ketika malaikat membukakan pintu langit. Saat kau bertanya bagaimana pendapatku; dengan mantap kukatakan padamu :" Bukankah sejak kita menikah telah kita ikrarkan bahwa perkawinan ini adalah bagian dari perjuangan ? Telah kita tetapkan syahid di atas keingininan yang lainnya, ingatkah kau ?Kini, apakah aku akan menghalangimu untuk menggapai cita-cita kita itu ?
Tidak, bang Jundi. Karunia Allah yang diberikan kepada kita dalam Iman dan Islam jauh lebih besar ketimbang pengorbanan yang harus kita lakukan saat ini. Benar, kasihku padamu tak terhingga besarnya. Namun itu semua karena cinta kepada Allah jua. Berangkatlah, bang. Insha Allah saya akan tabah. Hanya saja tolong doakan agar saya teguh hati meniti perjalanan hidup ini hingga Allah mempertemukan kita kembali di akhirat kelak….
"Usai berkata begitu kumintakan maafmu kalau-kalau selama kita bersama terdapat sikapku yang kurang kau sukai. Engkau hadiahi aku dengan senyum penuh makna. Takjub aku akan akhlakmu. Engkau begitu memuliakanku selama ini padahal aku bukanlah orang yang pantas menerima kehormatan seperti itu. Pedih hati ini mengingat cacat-celaku, namun terobat perasaanku ketika engkau katakan bahwa engkau sangat berharap doa dariku.Malam merayap perlahan. Rembulan tersenyum lembut ketika kusibak tirai jendela kamar. Aku masih terjaga ketika engkau telah terlelap dalam letihmu setelah seharian bekerja.
Dalam hening kutatap wajahmu, kukirim sebait doa yang tumpas di kesunyian.Suamiku, sungguh kasih sayang Allah yang tak terhingga ketika mempertemukanmu kepadaku sebagai suami yang begitu bersih buatku. Ketika itu aku tengah tersaruk-saruk meninggalkan masa-masa kebodohan. Tanganku menggapai-gapai mencari pokok tempat bergantung. Ketika itulah atas takdir Allah tangan kokohmu menyambutku, membimbingku dari alam ketidakpastian ke dalam cahaya Islam yang cemerlang. Kaubawa aku dalam hidup penuh makna di bawah bimbingan rabbanimu. Kauluruskan cara berfikir, berasa dan bertindakku selaras dien yang hanif ini.Lalu kau arahkan aku agar dapat berjalan sendiri.Hidup bersamamu bukannya dalam taburan madu. Aku sering kau tinggalkan ketika tugas mewajibkanmu untuk pergi. Namun itulah cara terbaik bagiku. Dengan begitu sandaranku kepada Allah menjadi lebih kokoh. Dan kini kau akan meninggalkanku untuk cita-cita tertinggimu. Firasatku mengatakan kau tak akan kembali ….
Sesaat aku teringat anak kita. Ah anak kita. Aku belum sempat lagi mengabarkannya kepadamu. Semoga ia mewarisi sifat baikmu. Apakah yang harus kuperbuat kini ?Dalam doa yang kudus kumohon pertolongan dari-Nya. Kuhapus air mata yang menetes agar tak sempat terlihat olehmu.
Namun, ikatan batin kita demikian kuatnya, melampaui dimensi ruang dan waktu, mengatasi mimpi indah yang mengabarkan suara hati dari lubuk jantung yang paling dalam.Tiba-tiba saja engkau terjaga dari lelapmu. " Adakah yang ingin dinda katakan ?" suaramu lirih seperti desir angin menyibak padang ilalang.Mestikah kukatakan kepadamu tentang si kecil yang denyut kehidupannya mulai berlagu dalam rahimku ?Wahai suamiku, bukan aku ragu akan keteguhanmu bila mendengar kabar ini sebab aku percaya engkau seorang yang istiqamah. Hanya saja aku ingin menutup serapat mungkin pintu fitnah yang dapat kutimbulkan terhadapmu dariku dan anak kita …..
Tetapi dapatkah kusembunyikan hal ini darimu ? Apakah keterjagaanmu merupakan isyarat dari Allah? Dan bukankah inipun merupakan satu bentuk ujian dari-Nya ?Kudekati dirimu. " Bang Jundi." Panggilku. " Janganlah apa yang akan saya sampaikan ini menjadikan penghalang dari langkah yang telah abang putuskan."Engkau tersenyum tanpa mengurangi perhatianmu akan kata-kataku." Insha Allah sepeninggal abang nanti saya tidak akan merasa sendirian….sebab senantiasa ada Allah dan… ada jundi kecil yang akan saya jaga sebaik-baiknya …" kataku. Hening sesaat. Sejenak kulihat kau tertegun. Aku mengerti perasaanmu. Bukankah sudah lama kau nantikan hadirnya buah cinta kita ?" Abang,…" sambungku ," bukannya saya sangsi akan keteguhan hati abang, tapi karena saya tidak ingin isteri dan anakmu ini menjadi fitnah bagi tekad suci kita. Abang tak boleh surut melangkah. Jangan abang risau karena masih ada saya yang akan membesarkan anak kita …dan ada Allah yang akan melindungi kami selalu….." Aku berusaha untuk tetap tegar.
Kusingkirkan jauh-jauh perasaan iba-kewanitaanku yang kutahu menjadi titik lemahku.Kau rengkuh aku penuh kasih sayang. " Dinda," ujarmu, " engkau adalah sebaik-baik ni’mat yang Allah anugerahkan pada ku….."Ah suaramu itu begitu sejuk seperti percik air surga. Ada rasa damai di hati.Ada rasa hangat menyelinap di relung-relung jiwa …..Tengah malam belum lagi lewat ketika kita berdua sama-sama bersujud menghadapkan wajah dan hati kita kepada Allah. Semburat nur Ilahi serasa meliputi kita berdua.Suamiku, tidak lama setelah itu engkau benar-benar berangkat….menuju bumi jihad.Ambon manise hingga kini masih menangis. Bumi Aceh sudah lama merintih. Belum lagi lagu lama di Palestina, Bosnia, Kosovo, Moro, Azerbaijan, Chechnya dan belahan bumi lainnya yang menjerit ditikam pisau kezaliman.Berangkatlah, kekasih. Jangan biarkan serdadu thaghut itu merobek jantung orang-orang yang lemah dan anak-anak yang tak berdosa. Bila teringat anak kita, ingat-ingatlah bahwa di sana lebih banyak lagi anak-anak yang terpaksa lahir sebelum waktunya. Dahsyatnya perang membuat mereka harus cepat dilahirkan…….
Sementara itu usia anak kita makin bertambah jua. Gelinjang halus bagai semangat yang menyelinap ke seluruh sel tubuhku.Mulai terasa ia bergerak dan menendang-nendang dengan gagahnya seperti kau… yang dengan gagahnya menyerbu musuh di medan-medan pertempuran.Allahu Akbar !Suamiku, rinduku padamu bukanlah keinginan untuk bermesra dan memadu kasih, tapi …aku rindukan suasana beribadah bersamamu. Ingin shalat di belakangmu, ingin mencium tanganmu , meminta maaf dan berdiskusi denganmu sebab setiap kata yang terucap dari bibirmu adalah tarbiyah bagiku dan memberiku kekuatan ketika aku kau tinggalkan…
Bila rindu datang mengganggu, kubuka kembali buku-bukumu. Terhibur hati ini. Kurasakan seolah-olah kau hadir di sisiku. Namun terkadang bisikan yang tak kuingini datang juga. Betapa pintarnya syetan mencari jalan untuk melemahkanku. Teringat aku akan kata-katamu bahwa cinta Allah mengatasi segalanya. Akupun bermunajat kepada Allah agar diberi kekuatan dan ketabahan dan semoga Ia mengampuniku.Bang Jundi, tujuh bulan usia anak kita dalam rahimku ketika suatu malam aku bermimpi berjumpa denganmu. Kau nampak sangat elok dan bercahaya. Kulihat rembulan di atasmu, kupandang bergantian antara kau dan rembulan namun kau nampak lebih indah…… bahkan bintang-bintang pun tak dapat menandingi parasmu.
Aku terjaga. Hilang segala sedih dari hatiku. Sejuk perasaanku. Aku pun bersujud memohon barakah Allah atasmu.Esok harinya seisi rumah kita nampak bercahaya kemilau. Benderang luar biasa. Semerbak wangi membuatku terheran-heran. Wanginya…sulit untuk kukatakan. Belum pernah kucium wangi seharum ini.Sahabat-sahabatku di jalan Allah yang berta’lim di rumah kita ribut saling bertanya satu sama lain. Tiada seorangpun di antara kami yang memakai parfum !Baru kudapat jawabnya ketika Ayah dan seorang sahabatmu berta’ziah ke rumah. Ya, engkau sudah berada di tempat yang jauh …….Tidak, kekasih. Tidak patah semangatku dengan kepergianmu. Aku tahu engkau telah menepati janji.Engkau tidak mati! Engkau tetap hidup!!!!!
" Dan janganlah kamu mengatakan kepada orang-orang yang gugur di jalan Allah,mati ; bahkan mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya …."" Di antara orang-orang mu’min itu ada para rijal yang menepati apa yang mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur ada pula yang menanti-nanti (giliran) dan mereka sedikitpun tidak mengubah janjinya." Selamat jalan, bang Jundi. Nantikan aku di sana. Kepergianmu adalah satu kepastian. Kini, ujian dan derita yang mesti kuhadapi tidak lagi kurasakan sebagai luka namun bagai angin sejuk yang menyegarkan semangat juangku. Hari-hari berlalu dalam deru semangat yang tak pernah pupus. Saat kelahiran anak kita kian dekat. Nyeri yang hebat mulai melilit-lilit dalam perutku. Aku tak bisa lagi berjalan. Hari itu kubaca surah Yusuf, surah Maryam, surah Luqman dan surah Muhammad berulang-ulang. Kuhadiahkan buat anak kita yang bakal lahir. Tak jadi soal laki-laki atau perempuan. Yang terpenting ia berakhlak mulia dan menjadi anak yang shalih yang bakal menyambung tugas para nabi, menyebarkan syi’ar Islam di muka bumi ini.
Ya Allah, tabahkan hatiku. Semoga dosaku akan turut terhapus dengan lahirnya anak dalam kandunganku ini ……………….Ketika saatnya tiba, sahabat-sahabat kita yang tulus membawaku ke rumah sakit. Jerit si buyung yang lahir memecah jagat raya….pekik tangisnya menghapus segala rasa sakitku. AlhamduliLlah dia selamat. Dia tampan dan gagah sepertimu…..…dia rijal sepertimu.Saat kutatap anak kita, hatiku tiba-tiba rawan. Sanggupkah aku menjadi ibu yang baik ???Akupun berbisik padanya ," Wahai ananda, janganlah kau ikuti sifat ibumu yang buruk. Milikilah sifat yang terpuji. Engkau adalah harta yang paling berharga….." Kucium ia penuh kasih disaat tangis pertamanya memecah bumi.Kunamai anak kita dengan nama yang pernah kau sebut dulu. Semoga Allah mengabulkan doa dalam nama yang indah itu. Suamiku,Satu langkah telah kutempuh. Beribu-ribu langkah lagi membentang di hadapanku. Badai gelombang yang garang harus kuhadapi. onak dan duri yang terserak sepanjang perjalanan harus kulewati. Angin puting beliung pun harus kulampaui. Berat memang. Apalagi kuharus melangkah tanpamu. Namun kuyakin Allah senantiasa melindungiku.
Aku tahu cinta dan nafas perjuanganmu senantiasa mengisi hatiku. Ada rasa bangga mengenang dirimu.Dengan ‘izzah inilah kan kubesarkan buah hati kita.Kekasihku, Satu lagi janji harus kupenuhi. Aku ingin menghantarkan anak kita agar dapat menyusulmu. Kuingin ia pun sampai ke gerbang kecintaan-Nya. Aku akan tetap melangkah. Selangkah demi selangkah aku menapak. Satu langkah lagi. Ya satu langkah lagi!
( Bumi Allah yang jauh di seberang. Mengenang gugurnya seorang sahabat,
sepuluh tahun silam.Akhi, bagaimana rasanya berjumpa Allah ?
Salam rindu dari sini. )
Wassalamualaikum wr.wb.
Jan
30
Perjalanan dakwah yang kita lalui ini bukanlah perjalanan yang banyak ditaburi kegemerlapan dan kesenangan. Ia merupakan perjalanan panjang yang penuh tantangan dan rintangan berat.
Telah banyak sejarah orang-orang terdahulu sebelum kita yang merasakan manis getirnya perjalanan dakwah ini. Ada yang disiksa, ada pula yang harus berpisah kaum kerabatnya. Ada pula yang diusir dari kampung halamannya. Dan sederetan kisah perjuangan lainnya yang telah mengukir bukti dari pengorbanannya dalam jalan dakwah ini. Mereka telah merasakan dan sekaligus membuktikan cinta dan kesetiaan terhadap dakwah.
Cobalah kita tengok kisah Dzatur Riqa’ yang dialami sahabat Abu Musa Al Asy’ari dan para sahabat lainnya –semoga Allah swt. meridhai mereka. Mereka telah merasakannya hingga kaki-kaki mereka robek dan kuku tercopot. Namun mereka tetap mengarungi perjalanan itu tanpa mengeluh sedikitpun. Bahkan, mereka malu untuk menceritakannya karena keikhlasan dalam perjuangan ini. Keikhlasan membuat mereka gigih dalam pengorbanan dan menjadi tinta emas sejarah umat dakwah ini. Buat selamanya.
Pengorbanan yang telah mereka berikan dalam perjalanan dakwah ini menjadi suri teladan bagi kita sekalian. Karena kontribusi yang telah mereka sumbangkan untuk dakwah ini tumbuh bersemi. Dan, kita pun dapat memanen hasilnya dengan gemilang. Kawasan Islam telah tersebar ke seluruh pelosok dunia. Umat Islam telah mengalami populasi dalam jumlah besar. Semua itu karunia yang Allah swt. berikan melalui kesungguhan dan kesetiaan para pendahulu dakwah ini. Semoga Allah meridhai mereka.
Duhai saudaraku yang dirahmati Allah swt.
Renungkanlah pengalaman mereka sebagaimana yang difirmankan Allah swt. dalam surat At-Taubah: 42.
Kalau yang kamu serukan kepada mereka (orang-orag munafik) itu keuntungan yang mudah diperoleh dan perjalanan yang tidak berapa jauh, pastilah mereka mengikutimu. Tetapi tempat yang dituju itu amat jauh terasa oleh mereka, mereka akan bersumpah dengan (nama) Allah, “Jika kami sanggup tentulah kami berangkat bersama-samamu.” Mereka membinasakan diri mereka sendiri dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang yang berdusta.
Mereka juga telah melihat siapa-siapa yang dapat bertahan dalam mengarungi perjalanan yang berat itu. Hanya kesetiaanlah yang dapat mengokohkan perjalanan dakwah ini. Kesetiaan yang menjadikan pemiliknya sabar dalam menghadapi cobaan dan ujian. Menjadikan mereka optimis menghadapi kesulitan dan siap berkorban untuk meraih kesuksesan. Kesetiaan yang menghantarkan jiwa-jiwa patriotik untuk berada pada barisan terdepan dalam perjuangan ini. Kesetiaan yang membuat pelakunya berbahagia dan sangat menikmati beban hidupnya. Setia dalam kesempitan dan kesukaran. Demikian pula setia dalam kelapangan dan kemudahan.
Saudaraku seperjuangan yang dikasihi Allah swt.
Sebaliknya orang-orang yang rentan jiwanya dalam perjuangan ini tidak akan dapat bertahan lama. Mereka mengeluh atas beratnya perjalanan yang mereka tempuh. Mereka pun menolak untuk menunaikannya dengan berbagai macam alasan agar mereka diizinkan untuk tidak ikut. Mereka pun berat hati berada dalam perjuangan ini dan akhirnya berguguran satu per satu sebelum mereka sampai pada tujuan perjuangan.
Penyakit wahan telah menyerang mental mereka yang rapuh sehingga mereka tidak dapat menerima kenyataan pahit sebagai risiko dan sunnah dakwah ini. Malah mereka menggugatnya lantaran anggapan mereka bahwa perjuangan dakwah tidaklah harus mengalami kesulitan.
Sesungguhnya yang akan meminta izin kepadamu, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan hati mereka ragu-ragu, karena itu mereka selalu bimbang dalam keragu-raguannya. Dan jika mereka mau berangkat, tentulah mereka menyiapkan persiapan untuk keberangkatan itu, tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka, maka Allah melemahkan keinginan mereka, dan dikatakan kepada mereka: “Tinggallah kamu bersama orang-orang yang tinggal itu.” (At-Taubah: 45-46)
Kesetiaan yang ada pada mereka merupakan indikasi kuat daya tahannya yang tangguh dalam dakwah ini. Sikap ini membuat mereka stand by menjalankan tugas yang terpikul di pundaknya. Mereka pun dapat menunaikan tugas dengan sebaik-baiknya. Bila ditugaskan sebagai prajurit terdepan dengan segala akibat yang akan dihadapinya, ia senantiasa berada pada posnya tanpa ingin meninggalkannya sekejap pun. Atau bila ditempatkan pada bagian belakang, ia akan berada pada tempatnya tanpa berpindah-pindah. Sebagaimana yang disebutkan Rasulullah saw. dalam beberapa riwayat tentang prajurit yang baik.
Wahai Saudaraku yang dirahmati Allah.
Marilah kita telusuri perjalanan dakwah Abdul Fattah Abu Ismail, salah seorang murid Imam Hasan Al Banna yang selalu menjalankan tugas dakwahnya tanpa keluhan sedikitpun. Dialah yang disebutkan Hasan Al Banna orang yang sepulang dari tempatnya bekerja sudah berada di kota lain untuk memberikan ceramah kemudian berpindah tempat lagi untuk mengisi pengajian dari waktu ke waktu secara maraton. Ia selalu berpindah-pindah dari satu kota ke kota lain untuk menunaikan amanah dakwah. Sesudah menunaikan tugas dengan sebaik-baiknya, ia merupakan orang yang pertama kali datang ke tempatnya bekerja. Malah, ia yang membukakan pintu gerbangnya.
Pernah ia mengalami keletihan hingga tertidur di sofa rumah Zainab Al-Ghazali. Melihat kondisi tubuhnya yang lelah dan penat itu, tuan rumah membiarkan tamunya tertidur sampai bangun. Setelah menyampaikan amanah untuk Zainab Al Ghazali, Abdul Fattah Abu Ismail pamit untuk ke kota lainnya. Karena keletihan yang dialaminya, Zainab Al Ghazali memberikan ongkos untuk naik taksi. Abdul Fattah Abu Ismail mengembalikannya sambil mengatakan, “Dakwah ini tidak akan dapat dipikul oleh orang-orang yang manja.” Zainab pun menjawab, “Saya sering ke mana-mana dengan taksi dan mobil-mobil mewah, tapi saya tetap dapat memikul dakwah ini dan saya pun tidak menjadi orang yang manja terhadap dakwah. Karena itu, pakailah ongkos ini, tubuhmu letih dan engkau memerlukan istirahat sejenak.” Ia pun menjawab, “Berbahagialah ibu. Ibu telah berhasil menghadapi ujian Allah swt. berupa kenikmatan-kenikmatan itu. Namun, saya khawatir saya tidak dapat menghadapinya sebagaimana sikap ibu. Terima kasih atas kebaikan ibu. Biarlah saya naik kendaraan umum saja.”
Duhai saudaraku yang dimuliakan Allah swt.
Itulah contoh orang yang telah membuktikan kesetiaannya pada dakwah lantaran keyakinannya terhadap janji-janji Allah swt. Janji yang tidak akan pernah dipungkiri sedikit pun. Allah swt. telah banyak memberikan janji-Nya pada orang-orang yang beriman yang setia pada jalan dakwah berupa berbagai anugerah-Nya. Sebagaimana yang terdapat dalam Al-Qur’an.
Hai orang-orang yang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqan dan menghapuskan segala kesalahan-kesalahanmu dan mengampuni (dosa-dosa)- mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (Al-Anfal: 29)
Dengan janji Allah swt. tersebut, orang-orang beriman tetap bertahan mengarungi jalan dakwah ini. Dan mereka pun tahu bahwa perjuangan yang berat itu sebagai kunci untuk mendapatkannya. Semakin berat perjuangan ini semakin besar janji yang diberikan Allah swt. kepadanya. Kesetiaan yang bersemayam dalam diri mereka itulah yang membuat mereka tidak akan pernah menyalahi janji-Nya. Dan, mereka pun tidak akan pernah mau merubah janji kepada-Nya.
Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikit pun tidak merubah (janjinya). (Al Ahzab: 23)
Wahai ikhwah kekasih Allah swt.
Pernah seorang pejuang Palestina yang telah berlama-lama meninggalkan kampung halaman dan keluarganya untuk membuat mencari dukungan dunia dan dana diwawancarai. “Apa yang membuat Anda dapat berlama-lama meninggalkan keluarga dan kampung halaman?” Jawabnya, karena perjuangan. Dan, dengan perjuangan itu kemuliaan hidup mereka lebih berarti untuk masa depan bangsa dan tanah airnya. “Kalau bukan karena dakwah dan perjuangan, kami pun mungkin tidak akan dapat bertahan,” ungkapnya lirih.
Wahai saudaraku seiman dan seperjuangan
Aktivis dakwah sangat menyakini bahwa kesabaran yang ada pada dirinyalah yang membuat mereka kuat menghadapi berbagai rintangan dakwah. Bila dibandingkan apa yang kita lakukan serta yang kita dapatkan sebagai risiko perjuangan di hari ini dengan keadaan orang-orang terdahulu dalam perjalanan dakwah ini, belumlah seberapa. Pengorbanan kita di hari ini masih sebatas pengorbanan waktu untuk dakwah. Pengorbanan tenaga dalam amal khairiyah untuk kepentingan dakwah. Pengorbanan sebagian kecil dari harta kita yang banyak. Dan bentuk pengorbanan ecek-ecek lainnya yang telah kita lakukan. Coba lihatlah pengorbanan orang-orang terdahulu, ada yang disisir dengan sisir besi, ada yang digergaji, ada yang diikat dengan empat ekor kuda yang berlawanan arah, lalu kuda itu dipukul untuk lari sekencang-kencangnya hingga robeklah orang itu. Ada pula yang dibakar dengan tungku yang berisi minyak panas. Mereka dapat menerima resiko karena kesabaran yang ada pada dirinya.
Kesabaran adalah kuda-kuda pertahanan orang-orang beriman dalam meniti perjalanan ini. Bekal kesabaran mereka tidak pernah berkurang sedikit pun karena keikhlasan dan kesetiaan mereka pada Allah swt.
Dan berapa banyak nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar. (Ali Imran: 146)
Bila kita memandang kehidupan generasi pilihan, kita akan temukan kisah-kisah brilian yang telah menyuburkan dakwah ini. Muncullah pertanyaan besar yang harus kita tujukan pada diri kita saat ini. Apakah kita dapat menyemai dakwah ini menjadi subur dengan perjuangan yang kita lakukan sekarang ini ataukah kita akan menjadi generasi yang hilang dalam sejarah dakwah ini.
Ingat, dakwah ini tidak akan pernah dapat dipikul oleh orang-orang yang manja. Militansi aktivis dakah merupakan kendaraan yang akan menghantarkan kepada kesuksesan. Semoga Allah menghimpun kita dalam kebaikan.
Wallahu a’lam.
Gaza adalah The Biggest Health Center and NO.1 di dunia. Penduduknya menghabiskan hari-hari mereka dengan sangat bahagia setelah memutuskan untuk mengikuti nasehat para ahli kesehatan moderen agar tidak mengkonsumsi makanan yang menyebabkan kolesterol tinggi, tekanan darah naik, dan kegemukan. Demikian pula, mereka berhasil menghindari faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan yang disebabkan bahan bakar minyak dan zat kimia lainnya. Untuk itu, mereka menerapkan olah raga berjalan kaki yang sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh dan akal, khususnya bagi para manula, orang cacat, orang sakit dan para wanita hamil.
Adapun rumah sakit dan tempat-tempat pelayanan kesehatan sudah ditutup, karena sudah terbukti dan tidak perlu diragukan bahwa obat-obat tradisional alias moderen adalah penyebab munculnya berbagai penyakit dan membunuh daya imunitas tubuh. Sebab itu, para penduduk Gaza kembali mengkonsumsi obat-obatan yang terbuat dari daun kayu dan rumput-rumputan atau apa yang disebut dengan alami atau herbal karena mengikuti petuah atau metode pengobatan kuno, atau konsep, back to nature.
Sebab itu, penduduk Gaza menjadi orang-orang yang kuat dan sehat sehingga mampu menggali terowonngan sepanjang belasan kilometer, pemberani, dan seakan tidak mempan senjata canggih, kendati dihujani dengan white phosphor lebih dari 1.5 juta kg. Karena itu pulalah semua penduduk Gaza, laki-laki, wanita dan anak-anak banyak mengucapkan terima kasih pada pemerintah yang ikut memblokade mereka. Boikot dan blokade itu telah menyebabkan mereka menemukan jalan hidup (life style) yang sehat wal afiat dan jauh dari godaan peradaban yang merusak kesehatan, baik fisik maupun akal.
Yang lebih utama, mereka meminta pada Allah agar Allah memberikan kesempatan pada para pemimpin negera yang ikut memblokade Gaza, isteri-isteri dan anak-anak mereka agar dapat kesempatan menerapkan pola hidup sehat seperti yang mereka lakukan sejak beberapa tahun belakangan.
Demikian juga, penduduk Gaza berterima kasih pada pemerintahan Israel yang dengan terpaksa menugaskan ribuan pasukannya untuk mengontrol dan meyakini tidak sampainya bantuan dan bahan-bahan yang berbahaya - seperti yang dijelaskan sebelumnya- ke Gaza. Semoga blokade itu mejadi faktor kebaikan yang banyak bagi Gaza dalam segala hal dan turunnya pertolongan dari Allah.
Sekarang mari kita cermatin sunnah2 tentang pengobatan perawaan kesehaan dari Rosulullah SAW :
Keajaiban Buah Zaitun dan Minyaknya
Untuk pertama kalinya dalam sejarah, enam belas ahli dari ahli-ahli kedokteran ternama berkumpul di kota Roma. Dalam laporannya, mereka mengukuhkan bahwa mengkonsumsi minyak Zaitun dapat membantu mencegah penyakit pembuluh nadi, peningkatan kolesterol darah, peningkatan tekanan darah, penyakit gula, dan kegemukan, sebagaimana minyak zaitun juga dapat mencegah sebagian jenis kanker. Para ahli kedokteran menjelaskan manfaat apa yang diperintahkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam hadits berikut ini.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
كُلُوا الزَّيْتَ وَادَّهِنُوا بِهِ، فَإِنَّهُ يَخْرُجُ مِنْ شَجَرَةٍ مُبَارَكَةٍ
"Makanlah buah zaitun dan berminyak rambutlah dengannya. Karena sungguh buah zaitun keluar dari pohon yng berkah". (HR. Ahmad dan at-Tirmidzi, dan at-Tirmidzi berkata, "hadits ini hadits hasan")
Urutan Madu Terbaik
Para ilmuwan telah berhasil melakukan penelitian tentang jenis-jenis madu yang terbaik. Mereka menyimpulkan bahwa jenis madu yang terbaik adalah jenis madu yang diambil dari gunung, kemudian pada urutan berikutnya yang adalah jenis madu yang diambil dari kayu, kemudian setelahnya adalah jenis madu yang diambil dari perumahan manusia. Hal ini selaras dengan urutan yang telah disebutkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam surat an-Nahl ayat 68.
Keajaiban Habbatus Sauda
Dalam sebuah hadits, Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu anha bertutur, “Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
( إن هذه الحبة السوداء شفاء من كل داء إلا من السام ) قلت : وما السام ؟ قال : ( الموت )
”Sesungguhnya habbah sauda` (jinten hitam) mengandung obat bagi semua jenis penyakit kecuali as-saam. Aisyah bertanya, "Apa itu as-saam?" Dijawab oleh beliau, "as-Saam adalah kematian". (Hadits Riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim)
Telah dilakukan penelitian di Balai Penelitian Florida - Amerika Serikat pada habbah sauda`, dan hasil penelitian itu menunjukkan bahwa habbah sauda` mampu meningkatkan kekuatan daya tahan tubuh. Habbah Sauda` juga terbukti memainkan peran penting dalam meningkatkan dan manambah kekuatan daya tahan tubuh manusia untuk melindungi dirinya melawan kuman serta bahan-bahan aktif yang berbahaya lainnya.
Allah taala berfirman,
وأوحى ربك إلى النحل أن اتخذي من الجبال بيوتاً ومن الشجر ومما يعرشون
"Dan Rabb-mu telah mewahyukan kepada lebah, buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia." (An-Nahl: 68)
Rahasia Siwak
penemuan ini terdapat dua mukjizat bagi Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Mukjizat pertama, yaitu manfaat-manfaat yang tampak pada siwak. Dengan ini, berarti Rasulullah shallallahu alaihi wasallam adalah orang pertama yang memerintahkan melindungi mulut dari berbagai macam penyakit. Mukjizat kedua, yaitu bagaimana Muhammad shallallahu alaihi wasallam bisa mengetahui dari sekian juta jenis pohon-pohonan, bahwa pohon siwak (saludora persica) mengandung banyak manfaat bagi manusia?
Inilah sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam yang menganjurkan kita untuk bersiwak,
السواك مطهرة للفم مرضاة للرب
"Siwak adalah pembersih mulut dan sebab ridhanya Rabb". (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)
Keajaiban Susu
Ilmu pengetahuan modern merekomendasikan, bahwa dari sekian banyak jenis makanan, susu adalah satu-satunya jenis makanan yang terbukti mengandung semua unsur pokok yang dibutuhkan tubuh manusia. Penemuan ini telah diberitakan Rasulullah shallallahu alahi wasallam dalam hadits berikut ini, diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ibnu Majah dengan sanad hasan dari Nabi shallallahu alahi wasallam beliau bersabda,
وَمَنْ سَقَاهُ لَبَنًا فَلْيَقُلْ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيهِ وَزِدْنَا مِنْهُ فَإِنَّهُ لَيْسَ شَيْءٌ يُجْزِئُ مِنْ الطَّعَامِ وَالشَّرَابِ إِلَّا اللَّبَنُ
"Barang siapa diberikan minum susu hendaklah mengucapkan, allahumma barik lana fihi, wa zidna minhu (ya Allah, berikan kami berkah padanya dan berikan kami tambahan darinya), karena sesungguhnya tidak ada sesuatu yang mewakili makanan dan minuman selain susu".

Dia kembali dari rumahnya ke rumah keluarganya dengan menangis dan penuh pengaduan.
Belum genap dua tahun bersama suaminya kemudian tiba-tiba dia kembali, dia kembali bersama anaknya yang masih kecil dan membawa pulang seluruh apa yang dia miliki.
Apakah kamu melihat dimana suaminya? Kenapa dia meninggalkannya? Atau dia menceraikannya?.
Ketika ditanya dia berkata: "Sesungguhnya dia telah mengucapkan perpisahan kepada kami selama-lamanya, dia telah pergi keluar untuk berjihad fi sabilillah seperti yang dia katakan!"
dia berpergian ke negeri yang jauh, berjihad fi sabilillah di negri para nabi tempatnya kiblat umat islam pertama!
Keluarga dan para kerabatnya terguncang: Dia itu memang gila! Bodoh! Ceroboh! Dan lain-lain.
Bagaimana dia bisa pergi dan meninggalkan keluarganya begitu saja? Jika dia belum menikah itu pasti baik baginya, tapi bagaimana dia rela istrinya menjadi janda dan anaknya menjadi yatim? Bagaimana dia meninggalkan pekerjaannya? Padahal dia berusaha untuk bekerja dengan tekun. Dia bisa duduk sambil beramal di bidang dakwah untuk membela agama Allah jika dia jujur, maka dia bisa ikut di dalam bidang yang masih sedikit
orang yang menekuninya, beramal dengan pena itukan juga jihad!
Teman wanitanya berkata: "Aku tahu apa faktor yang menyebabkan dia meninggalkanmu, karena kamu tidak berbuat baik kepadanya dan tidak suka bersolek dihadapannya!!! Jika kamu rajin dan tekun dalam hal itu tentu dia tidak akan pergi meningggalkanmu".
Saudaranya berkata kepadanya: "Aku sudah memperingatkanmu dari menikah dengan pemuda, sesungguhnya mereka itu tidak mampu bertanggung jawab,
dan tidak dapat menjaga semangatnya".
Saudariku: Jangan kau hiraukan orang-orang itu. Tetap teguhlah, sungguh kamu berada di atas kebenaran. Suamimu telah keluar untuk berjihad, bukan karena tidak suka denganmu, akan tetapi untuk menegakkan kewajiban Allah dan kecintaannya pada pahala yang kamu akan ikut mendapatkannya jika kamu bersabar dan tabah. Janganlah kamu tertipu dengan sedikitnya orang-orang yang menempuh jalan ini, sesungguhnya itu merupakan keterasingan yang telah disebutkan oleh Rosululloh SAW:
طوبى للغرباء
"Maka berbahagialah orang-orang yang asing".
Apa yang telah kamu dengarkan itu hanya sedikit saja dari rasa sakit yang pernah dialami oleh Rosulullah SAW sebaik-baik manusia dan istri-istrinya serta anak-anaknya. Nabi telah berhijrah dan meninggalkan anak-anaknya di Makkah, begitu juga Abu Bakar Ash Shiddiq, sesungguhnya itu bagian dari agama yang kita tidak diciptakan kecuali untuk itu, dan segala sesuatu itu remeh selain agama.
Janganlah engkau tertipu dengan syaikh yang memakai pakaian jubah dan nampak di layar televisi dan berkata: "Jihad itu fitnah". Sebenarnya fitnah itu adalah keikut sertaanmu wahai corong-corong penguasa dengan penguasa kalian, bahkan janganlah kamu memuji dengan banyaknya para syaikh tersebut. Alloh SWT berfirman:
وَإِن تُطِعْ أَكْثَرَ مَن فِي الأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَن سَبِيلِ اللّهِ إِن يَتَّبِعُونَ إِلاَّ الظَّنَّ
" Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang dimuka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan-Nya, mereka itu hanya mengikuti persangkaan-persangkaan belaka" (QS. Al Anam : 116).
Apakah engkau melihat dia mengatakan apa-apa yang menjadi agama Allah?..
Jika engkau mengatakan: "Dia akan meninggalkanku selamanya". Ini adalah tidak benar. Tidak! Dia tidak pergi untuk selamanya, di sana ada hari dimana engkau akan bertemu dengannya di jannah jika engkau tidak berubah pendirian.
Dan tidak samar lagi bagimu bahwa setiap manusia harus meninggalkan keluarganya, hanya saja perpisahanmu dengan suamimu telah dipercepat oleh Allah. Dan pada beberapa manusia telah ditakdirkan untuk sedikit bersenang-senang dengan orang-orang yang dicintainya kemudian berkesudahan dengan perpisahan. Maka teman kamu pasti akan berpisah dengan suaminya yang dia kira bahwa suaminya tidak akan meninggalkannya karena dia mencintainya. Dia pasti akan pergi walaupun dia membenci kepergian itu. Ya! Dia akan mati, atau istrinya yang akan mati dahulu dan dia kemudian menikah lagi dan melupakannya.
Inilah sunnah kehidupan, pasti akan fana, sedangkan diakherat maka disana kehidupan yang kekal, kekal abadi dan tidak akan fana, maka pejamkanlah matamu dari finah dunia ini dan dari kesusahannya dan kemiskinan dan beramallah, bersungguh-sungguhlah dalam beramal sampai kamu bertemu dengan Robbmu dan Dia dalam keadaan ridho denganmu, untuk mempersiapkan pertemuanmu dengan orang-orang yang engkau cintai: bapakmu, suamimu dan saudara-saudaramu.
Mata teduh laki-laki itu masih terjaga
Apa gerangan yang dia lakukan???
Laki-laki itu tampak sibuk menyiapkan peralatan
Tambang, belati, senapan kecil, beberapa pakaian
Dia masukkan dalam ransel merah bergaris hitam
Dia berdiri
Mata teduhnya mengitari kamar yang sebentar lagi akan dia tinggalkan
Oooo....dia ternyata sedang berfikir
Apa gerangan bekal yang tertinggal
Tangan kukuhnya mengambil sebuah kotak berwarna biru tua berhias pita biru bercorak silver
Dia membukanya
Sebuah al-qur’an kecil bersampul merah marun
Dia mengecup al-qur’an itu sambil memejamkan matanya
Namun tiba-tiba mata itu mengeluarkan cairan bening hingga membasahi mushaf mungil yang masih menempel dibibirnya
Entah apa yang dia pikirkan
Namun...bibirnya bergerak mengucap sesuatu
Mungkin sebuah do’a tulus
Punggungnya berguncang beberapa saat
Berkelebat memory beberapa tahun lalu
Seseorang yang memberikan mushaf kecil merah marun itu
Sosok itu berkata padanya melalui sepucuk surat bersampul putih
“ Akhi…saat ini aku belum bisa menemani perjalanan hidupmu, oleh karena itu, izinkanlah mushaf usang ini menjadi salah satu bekalmu ketika Rabb kita memilih jiwamu untuk menjadi tentaraNYA. Ku harap mushaf ini menjadi saksi kesyahidan mujahidiin di negeri terjajah sana. Jika kau bertemu Rabb kita katakana padaNYA ‘Jadikan aku sebagai tentaraNYA pula, meski aku seorang hawa’. Akhi…bergembiralah karena ada makhluk langit terindah yang sedang menunggumu, menunggu kehadiranmu. Makhluk yang Rabb kita sediakan untuk orang-orang yang berjuang untuk dien ini, dialah HURUN’INmu”.
Sekali lagi punggungnya berguncang
Namun bibir itu tersenyum
Karena sebentar lagi citanya akan tercapai
Apa yang dikatakan sosok itu akan tergapai
Janji kepada Rabbnya akan tertunaikan
Gumamnya “mana ada orang tua yang menikahkan putrinya dengan pemuda yang berusia pendek”
Hal ini memang sering terjadi seperti di Palestian sana.
Kemudian …
Kepalanya tertunduk
Teringat sosok lembut yang selama ini mengasuhnya,
Beberapa hari lalu
melalui saluran seluler
Sosok lembut itu tersedu
Berharap permata hatinya mengurungkan niatnya
“Oohh Bunda...ini adalah perpisahan sementara, permata hatimu menginginkan perjumpaan yang kekal, tiada kehidupan yang kekal selain disyurgaNYA. Sungguh kita tidak akan berpisah untuk selamanya, percayalah”
Lain dengan sosok perkasa selain dirinya dirumahnya
Yang menjadi teman sejawatnya
“ Berangkatlah nak...jangan pedulikan kami, Ayah yakin Tuhan kita akan meridhaimu. Jadilah pejuang islam yang akan memenangkan dien ini”
Juga...saudara-saudaranya.
Berharap yang sama seperti sosok lembut itu
Saudaranya yang dikasihinya
Yang selama ini menjadi penyemangat hidupnya
Yang selama ini dia topang
Dia menjadi tulang punggung keluarganya
Hingga pukul 01.00 dini hari
Mata teduhnya belum juga terpejam
Hati putihnya berucap takbir, hamdalah dan tahlil
Menunggu shahabat perjuangnya menjemputnya
“Wahai saudaraku tunggulah kedatanganku, kita harum kan tubuh kita dengan keringat dan peluh jihad menempel disekujur tubuh. Kita selamatkan dunia ini dengan senjata.Ini adalah pengorbanan tertinggi kita, ini adalah perniagaan yang menguntungkan. Berjuanglah hingga badan dan kepala terpisah. Tunggulah para Syuhada dan Anbiya inshaAllah kita akan berjumpa, dan izinkanlah aku melihat wajah MU wahai kekasih ku”
Pukul 03.00 WIB
Dari luar terdengar ketukan pintu
Laki-laki bermata teduh itu bangkit dan menyambut tamu itu
Ternyata itulah yang ditunggu-tunggu dirinya
5 orang laki-laki gagah yang merupakan sahabat seperjuangannya
Mereka berpelukan
Katanya”mari kita berangkat”
Wahai sahabat.....laki-laki bermata teduh itu telah pergi
Menyambut seruan Rabbnya
Cita-cita yang selama ini
Dia impikan telah tercapai
Dia memenuhi seruan saudaranya yang terluka dan terhina
Dia akan mengembalikan izzah kaum muslimin di negeri Baghdad
Sungguh I’dad yang selama ini dia lakukan bersama shahabatnya tidaklah sia-sia
Rabbnya telah memenuhi janjinya
Sehari sebelum keberangkatannya
dia layangkan sepucuk surat pada sosok yang membekali dirinya dengan al-quran bersampul merah marun itu
Katanya “ Ke Baghdad aku meminang bidadari, ku harap kau berada diantaranya”
Selamat berjuang wahai saudaraku....
Ridha Tuhanmu menyertaimu
Kutunggu berita kesyahidanmu.
Allaahuakbar yaa Rijal!!!!
Oleh: Abu Hudzaifi
Kekasihku ... episode Bukan Di Negeri Dongeng nampaknya sudah berakhir. Bahkan cepat sekali berakhir. Keindahanmu memudar padahal kau masih muda, enerjik, dan penuh vitalitas. Sebenarnya aku masih banyak berharap padamu sebagaimana hari-hari yang lalu. Hari-hari kau masih begitu indahnya; gadis cantik penuh pesona. Banyak pemuda lain tergila-gila padamu pada hari-hari kau disebut sebagai spirit baru bagi umat manusia.
Hari-hari indah telah kita lalui bersama, aku pun sangat menikmati dan bangga ada disampingmu. Karena kau benar-benar lain dan layak untuk dibanggakan, sampai banyak sekali para pemuda yang siap menjadi pembelamu di depan. Banyak ahli kecantikkan mencari-cari rahasia keelokkanmu. Tidak sedikit penulis mencatatmu sebagai fenomena baru di negeri ini. Tak ketinggalan, kuli tinta pun memujimu; cantik, cerdas, dan generasi masa depan, satu lagi, shalihah! Namamu menjadi garansi semua harapan. Nyaris sempurna. Memang, ada pula yang iri hati padamu. Ah .. itu hal biasa.
Sebagai gadis baru di kota tua penuh drakula, dunia baru bagimu, tentu keberadaanmu amat dibutuhkan, ya.. memang menyegarkan dan membuat suasana semakin hidup, masih ada yang bisa diharapkan. Silahkan lihat hatiku, di sana ada dirimu. Di ruang kerjaku fotomu menjadi rebutan. Di rumah? Apalagi! Bahkan banyak fans-mu yang meletakkanmu di tempat yang tidak terduga dan sulit dijangkau oleh tangan-tangan berhati kotor. Maka, saat itu, tak ada yang mampu menghalangi gelora cintaku padamu, dan aku yakin jika ada kontes miss muslimah shalihah kau adalah pemenangnya; gadis cantik, cerdas, nan shalihah.
Namun, langit memang tak selamanya cerah. Bulan tidak selamanya terang. Aku lihat, ada sebuncah kekhawatiran menimpa dirimu. Bukan karena kejahatan orang lain, bukan pula sebab makar para pesaingmu yang memang sudah sedari dulu begitu sunatullahnya. Kecantikanmu memudar dan pesonamu menghilang karena ulah dirimu sendiri. Memang demikian adanya .... ketika manusia pada puncak kejayaannya, tak ada yang mampu menggelincirkannya, biasanya dia akan tergelincir oleh dirinya sendiri; ghurur. Kekasihku, kau menjadi gadis yang genit saat ini, centil dan norak. Bahkan katanya, kau sudah berani menjual diri dengan harga murah, hanya demi kemenangan. Astaghfirullah! Aku tidak tahu, apakah ini karena pengaruh dunia barumu itu?
Kembali manusia ramai membicarakanmu, bukan dirimu sebagai; gadis cantik, cerdas nan shalihah. Tetapi perilakumu yang berubah, batasan syar’imu mulai abu-abu, keputusanmu untuk menjadi gadis ‘gaul’, katamu; agar bisa memperluas pasar, lalu kau kotori kecantikanmu dengan langkah berani dan kontroversi, serta lisan yang tidak terkendali. Nasihat orang tua, hukama dan pujangga sudah sering kau dapatkan, tetapi justru kau mengatakan: saya lebih tahu tentang apa yang saya lakukan!
Ditambah lagi, kau mulai tidak telaten menjaga kesegaran tubuhmu, kesehatan jiwamu, dan kecemerlangan akalmu. Agenda-agenda ri’ayah hanya menjadi rencana kosong. Dahulu kau sangat telaten ke salon halaqah, spa daurah, dan les tastqifiyah. Tetapi itu dulu. Saat ini, kau menjadi gadis yang ringkih, .... ringkih ruhani dan harga diri, tak berani berkata benar, aqidah sudah keriput, padahal keriput hanyalah milik orang tua ... dan kau masih muda. Manusia mulai menjauh dan mencibir, bahkan marah, termasuk saudara dekatmu. Tak ada lagi kisah Bukan Di Negeri Dongeng yang legendaris itu. Tak ada lagi pujian dari mereka untukmu, walau kau masih saja merasa cantik, cerdas, dan shalihah seperti dulu. (Ya ... itu romantisme kita masa lalu, boleh-boleh saja diingat). Tak ada lagi kebanggaan meletakkan fotomu di rumah, di kantor, dan sepeda motor! Apalagi setelah mendengar pernyataan-pernyataanmu dengan nada miring tentang syariah, jilbab, dan lainnya .. aku semakin malu. Masukan-masukan yang kau dapatkan tak satu pun yang kau anggap ... pernah juga kau anggap .. tetapi sebagai angin lalu, bahkan sebagai musuh ...padahal nasihat itu dari kekasihmu sendiri ..
Kekasihku ..., jangan takut, aku masih mencintaimu, tetapi .. cinta bukan berarti memuji, menyanjung, dan selalu bermuka manis. Ingatkah ucapan manusia paling terkasih; law saraqat fathimah laqatha’tu yadaha (Seandainya Fathimah mencuri aku sendiri yang akan memotong tangannya). Padahal begitu besar sayang beliau terhadap anaknya.
Kekasihku ..., aku yakin harapan memang masih ada. Tetapi ada pada siapa?
Wallahu A’lam
(read more ...)
Jan
21
Dikenal sebagai pemuda yang baik di kalangan para sahabat. Juga dalam hal ibadahnya termasuk orang yang rajin dan taat.
Dari sudut ekonomi dan finansial, ia pun tergolong berkecukupan. Sebagai seorang yang telah dianggap mampu, ia hendak melaksanakan sunnah Rasul yaitu menikah.
Beberapa kali ia meminang gadis di kota itu, namun selalu ditolak oleh pihak orang tua ataupun sang gadis dengan berbagai alasan.
Akhirnya pada suatu pagi, ia menumpahkan kegalauan tersebut kepada sahabat yang dekat dengan Rasulullah.
“Coba engkau temui langsung Baginda Nabi, semoga engkau mendapatkan jalan keluar yang terbaik bagimu”, nasihat mereka.
Zulebid kemudian mengutarakan isi hatinya kepada Baginda Nabi. Sambil tersenyum beliau berkata:
“Maukah engkau saya nikahkan dengan putri si Fulan?”
“Seandainya itu adalah saran darimu, saya terima. Ya Rasulullah, putri si Fulan itu terkenal akan kecantikan dan kesholihannya, dan hingga kini ayahnya selalu menolak lamaran dari siapapun.
“Katakanlah aku yang mengutusmu”, sahut Baginda Nabi.
“Baiklah ya Rasul”, dan Zulebid segera bergegas bersiap dan pergi ke rumah si Fulan.
Sesampai di rumah Fulan, Zulebid disambut sendiri oleh Fulan
“Ada keperluan apakah hingga saudara datang ke rumah saya?” Tanya Fulan.
“Rasulullah saw yang mengutus saya ke sini, saya hendak meminang putrimu si A.” Jawab Zulebid sedikit gugup.
“Wahai anak muda, tunggulah sebentar, akan saya tanyakan dulu kepada putriku.”
Fulan menemui putrinya dan bertanya, “bagaimana pendapatmu wahai putriku?”
Jawab putrinya, “Ayah, jika memang ia datang karena diutus oleh Rasulullah saw, maka terimalah lamarannya, dan aku akan ikhlas menjadi istrinya.”
Akhirnya pagi itu juga, pernikahan diselenggarakan dengan sederhana. Zulebid kemudian memboyong istrinya ke rumahnya.
Sambil memandangi wajah istrinya, ia berkata,” duhai Anda yang di wajahnya terlukiskan kecantikan bidadari, apakah ini yang engkau idamkan selama ini? Bahagiakah engkau dengan memilihku menjadi suamimu?”
Jawab istrinya, ” Engkau adalah lelaki pilihan rasul yang datang meminangku. Tentu Allah telah menakdirkan yang terbaik darimu untukku. Tak ada kebahagiaan selain menanti tibanya malam yang dinantikan para pengantin.”
Zulebid tersenyum. Dipandanginya wajah indah itu ketika kemudian terdengar pintu rumah diketuk. Segera ia bangkit dan membuka pintu. Seorang laki-laki mengabarkan bahwa ada panggilan untuk berkumpul di masjid, panggilan berjihad dalam perang.
Zulebid masuk kembali ke rumah dan menemui istrinya.
“Duhai istriku yang senyumannya menancap hingga ke relung batinku, demikian besar tumbuhnya cintaku kepadamu, namun panggilan Allah untuk berjihad melebihi semua kecintaanku itu. Aku mohon keridhoanmu sebelum keberangkatanku ke medan perang.
Kiranya Allah mengetahui semua arah jalan hidup kita ini.”
Istrinya menyahut, “Pergilah suamiku, betapa besar pula bertumbuhnya kecintaanku kepadamu, namun hak Yang Maha Adil lebih besar kepemilikannya terhadapmu. Doa dan ridhoku menyertaimu”
***
Zulebid lalu bersiap dan bergabung bersama tentara muslim menuju ke medan perang. Gagah berani ia mengayunkan pedangnya, berkelebat dan berdesing hingga beberapa orang musuh pun tewas ditangannya. Ia bertarung merangsek terus maju sambil senantiasa mengumandangkan kalimat Tauhi…ketika sebuah anak panah dari arah depan tak sempat dihindarinya. Menancap tepat di dadanya. Zulebid terjatuh, berusaha menghindari anak panah lainnya yang berseliweran di udara. Ia merasa dadanya mulai sesak, nafasnya tak beraturan, pedangnya pun mulai terkulai terlepas dari tangannya. Sambil bersandar di antara tumpukan korban, ia merasa panggilan Allah sudah begitu dekat. Terbayang wajah kedua orangtuanya yang begitu dikasihinya. Teringat akan masa kecilnya bersama-sama saudaranya. Berlari-larian bersama teman sepermainannya. Berganti bayangan wajah Rasulullah yang begitu dihormati, dijunjung dan dikaguminya. Hingga akhirnya bayangan rupawan istrinya. Istrinya yang baru dinikahinya pagi tadi. Senyum yang begitu manis menyertainya tatkala ia berpamitan. Wajah cantik itu demikian sejuk memandangnya sambil mendoakannya. Detik demi detik, syahadat pun terucapkan dari bibir Zulebid. Perlahan-lahan matanya mulai memejam, senyum menghiasinya….Zulebid pergi menghadap Ilahi, gugur sebagai syuhada.
***
Senja datang
Angin mendesau, sepi…
Pasir-pasir beterbangan…
Berputar-putar…
Rasulullah dan para sahabat mengumpulkan syuhada yang gugur dalam perang. Di antara para mujahid tersebut terdapatlah tubuh Zulebid yang tengah bersandar di tumpukan mayat musuh. Akhirnya dikuburkanlah jenazah zulebid di suatu tempat. Berdampingan dengan para syuhada lain.
Tanpa dimandikan…
Tanpa dikafankan…
Tanah terakhir ditutupkan ke atas makam Zulebid.
Rasulullah terpekur di samping pusara tersebut.
Para sahabat terdiam membisu.
Sejenak kemudian terdengar suara Rasulullah seperti menahan isak tangis. Air mata berlinang di dari pelupuk mata beliau
Lalu beberapa waktu kemudian beliau seolah-olah menengadah ke atas sambil tersenyum. Wajah beliau berubah menjadi cerah.
Belum hilang keheranan shahabat, tiba-tiba Rasulullah menolehkan pandangannya ke samping seraya menutupkan tangan menghalangi arah pandangan mata beliau.
Akhirnya keadaan kembali seperti semula.
Para shahabat lalu bertanya-tanya, ada apa dengan Rasulullah.
“Wahai Rasulullah, mengapa di pusara Zulebid engkau menangis?”
Jawab Rasul, “Aku menangis karena mengingat Zulebid. Oo..Zulebid, pagi tadi engaku datang kepadaku minta restuku untuk menikah dan engkau pun menikah hari ini juga. Ini hari bahagia. Seharusnya saat ini Engkau sedang menantikan malam Zafaf, malam yang ditunggu oleh para pengantin.”
“Lalu mengapa kemudian Engkau menengadah dan tersenyum?” Tanya sahabat lagi.
” Aku menengadah karena kulihat beberapa bidadari turun dari langit dan udara menjadi wangi semerbak dan aku tersenyum karena mereka datang hendak menjemput Zulebid,” Jawab Rasulullah.
“Dan lalu mengapa kemudian Engkau memalingkan pandangannya dan menoleh ke samping?” Tanya mereka lagi.
“Aku mengalihkan pandangan menghindar karena sebelumnya kulihat, saking banyaknya bidadari yang menjemput Zulebid, beberapa diantaranya berebut memegangi tangan dan kaki Zulebid. Hingga dari salah satu gaun dari bidadari tersebut ada yang sedikit tersingkap betisnya….”
***
Di rumah, istri Zulebid menanti sang suami yang tak kunjung kembali. Ketika terdengar kabar suaminya telah menghadap sang ilahi Rabbi, Pencipta segala Maha Karya.
Malam menjelang…
Terlelap ia, sejenak berada dalam keadaan setengah mimpi dan dan nyata.
Lamat-lamat ia seperti melihat Zulebid datang dari kejauhan. Tersenyum, namun wajahnya menyiratkan kesedihan pula.
Terdengar Zulebid berkata, “Istriku, aku baik-baik saja. Aku menunggumu disini. Engkaulah bidadari sejatiku. Semua bidadari disini pabila aku menyebut namamu akan menggumamkan cemburu padamu…. “
Dan kan kubiarkan engkau yang tercantik di hatiku.
Istri Zulebid, terdiam.
Matanya basah…
Ada sesuatu yang menggenang disana..
Seperti tak lepas ia mengingat acara pernikahan tadi pagi..
Dan bayangan suaminya yang baru saja hadir..
Ia menggerakkan bibirnya..
“Suamiku, aku mencintaimu…
Dan dengan semua ketentuan Allah ini bagi kita..
Aku ikhlas….
*******
Allah SWT berfirman, “ Telah dekat ( datangnya ) saat itu dan telah terbelah bulan”. ( QS. al-Qomar:1)
Yang menarik adalah ayat di atas menjadi sebab Islamnya seseorang yang nantinya akan menjadi ketua Hizib Islami Britani. Bagaimanakah ceritanya? Ikuti ulasan berikut ini.
Dalam sebuah wawancara yang disiarkan stasiun televisi, seorang pakar geologi muslim Prof. Dr. Zaqhlul An-najar ketika ditanya oleh pembawa acara tentang ayat di atas, “ Apakah terdapat I’jaz ilmi ( kemukjizatan yang bersifat sains ) yang terkandung di dalam ayat di atas?” beliau memberikan jawaban dengan mengatakan, “ Berkenaan dengan ayat ini, aku mempunyai sebuah cerita. Sudah sejak lama aku menjadi tenaga pengajar di Universitas Chardif di bagian Barat Inggris. Yang datang mengikuti perkuliahanku terdiri dari muslim dan non muslim. Pernah suatu ketika terjadi diskusi yang menarik tentang I’jaz ilmi dalam al-qur’an. Di tengah-tengah diskusi, ada seorang pemuda muslim berdiri dan mengatakan, “ Tuan, apakah Anda melihat bahwa di dalam firman Allah” Telah dekat ( datangnya ) saat itu dan telah terbelah bulan. ( QS. al-Qomar:1) terdapat isyarat I’jaz ilmi dalam al-Qur’an?” Dr. Zaqhlul mengatakan, “ Tidak, karena I’jaz ilmi ditafsirkan oleh ilmu ( sains ), sedangkan mu’jizat, ilmu sains itu tidak dapat menafsirinya. Mukjizat adalah suatu perkara yang luar biasa yang tidak bisa ditafsiri oleh hokum alam ( hokum kausalitas). Terbelahnya rembulan adalah mukjizat,yang terjadi untuk Rasulullah SAW, dan menjadi bukti tentang kenabian dan kerasulannya. Mukjizat visual adalah bukti nyata sagi orang yang menyaksikannya. Seandainya hal itu tidak datang dalam kitab Allah dan sunah Rasul-Nya tentu kita umat Islam di abad ini tidak wajib mengimaninya karena telah datang keterangannya di dalam kitab Allah dan di dalam sunag Rasul-Nya dan karena Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
Dr. Zaqhlul kemudian menyampaikan kisah terbelahnya rembulan sebagaimana yang terdapat dalam kitab-kitab hadist. Dia mengatakan lima tahun sebelum Nabi SAW berhijrah dari Mekah ke Madinah, ada sekelompok orang Quraisy yang datang menemui beliau dan mengatakan, “Hai Muhammad, jika engkau benar-benar seorang Nabi dan rasul, maka datangkan bukti yang menunjukkan bahwa engkau benar-benar seorang Nabi dan Rasul.” Maka Nabi bertanya kepada mereka, “ Apa yang kalian inginkan?” mereka berkata dengan tujuan melemahkan dan enantang, “Belahlah untuk kami rembulan itu!” Nabi Saw lantas berdiri beberapa saat. Beliau berdoa kepada Allah agar memberikan pertolongan untuknya dalam situasi ini. Allah lantas memberikan ilham kepada beliau untuk berisyaray dengan menggunakan jari tangan beliau ke arah rembulan. Tiba-tiba rembulan tersebut terbelah menjadi dua bagian. Satu bagian menjauh dari bagian yang lain selama beberapa jam kemudian menyatu kembali.
Maka orang kafir berkomentar, “ Muhammad telah menyihir kita.” Akan tetapi orang-orang yang cerdas di antara mereka mengatakan: “ Sesungguhnya sihir itu terkadang dapat mempengaruhi orang-orang yang menyaksikannya dan tidak dapat mempengaruhi seluruh manusia. Maka tunggulah rombongan yang akan datang dari perjalanan,” Maka orang-orang kafir bergegas keluar menuju pintu-pintu kota Mekkah untuk menunggu orang-orang yang datang dari perjalanan. Ketika rombongan pertama datang, orang kafir menanyakan kepada mereka, “Apakah kalian melihat sesuatu yang aneh telah terjadi pada rembulan itu?” Mereka menjawab, “ Ya, benar. Pada malam anu kami melihat rembulan itu terbelah menjadi dua dan saling berjauhan satu sama lain yang lain kemudian kembali menyatu.” Maka berimanlah sebagian dari mereka orang yang beriman dan kafirlah orang yang tetap kafir.
Doctor Zaqhlul melanjutkan penjelasannya dengan mengatakan,” dan sesudah aku mengakhiri penjelasanku,maka ada seorang pemuda inggris muslim berdiri dia memperkenalkan dirinya,” Aku bernama Dawud Musa Bidcook, ketua Hizib Islami Britani”. Setelah itu dia mengatakan, “ Tuan, bolehkah aku memberi keterangan tambahan?” Aku jawab, “ Silahkan.” Dia berkata:,” sebelum memeluk Islam Saya mempelajari banyak berbagai agama. Satu hari ada seorang mahasiswa muslim memberikan hadiah kepadaku berupa terjemahan al-Qur’an. Aku berterima kasih kepadanya atas hadiahnya. Lalu buku terjemah al-Qur’an tersebut aku bawa pulang ke rumah. Saat aku membuka buku terjemah al-Qur’an itu, surat yang pertama kali aku baca adalah surat al-Qomar. Aku membaca ayat pertama surat al-Qomar. Maka saya katakana, “Apakah ucapan ini masuk akal? Apa mungkin rembulan itu terbelah kemudian menyatu kembali? Kekuatan apakah yang mampu melakukan ini?”. Maka pemuda tadi mengatakan, “Ayat ini membuatku tidak dapat melanjutkan membaca al-Qur’an dan akupun tersibukkan dengan urusan dunia. Akan tetapi Allah mengetahui seberapa jauh keikhalasanku dalam mencari kebenarann. Maka Tuhanku mendudukkan aku di depan televisi Inggris yang di sana ada acara komentator inggris dengan tiga ilmuwan ruang angkasa Amerika. Pembawa acara ini memberikan komentar miring terhadap tiga pakar tersebut karena telah menghabiskan uang dalam jumlah besar untuk perjalanan ke luar angkasa pada saat bumi dipenuhi pelbagai problematika kelaparan, kemiskinan, timbulnya pelbagai penyakit, dan keterbelakangan. Sang komentator mengatakan, “ seandainya biaya yang demikian banyak itu dihabiskan untuk memakmurkan bumi tentu lebih bermanfaat”. Akan tetapi tiga pakar tersebut tetap membela pendapat-pendapat mereka dengan mengatakan sesungguhnya teknologi ini bisa bermanfaat secara praktis dalam pelbagai aspek kehidupan, bisa bermanfaat dalam ilmu kedokteran, industri, dan pertanian. Jadi biaya yang demikian besar itu bukanlah harta yang dihambur-hamburkan dengan percuma, akan tetapi biaya tersebut membantu perkembangan teknologi maju untuk mewujudkan tujuan mulia.”
Di sela-sela dialog tersebut muncul penyebutan tentang perjalanan yang mendaratkan seseorang astronot di atas permukaan rembulan. Karena pendaratan tersebut adalah perjalanan ruang angkasa yang paling banyak memakan biaya-ia telah menghabiskan lebih dari 100 milyar US$- maka dengan nada tinggi, komentator Inggris mengatakan, “Kebodohan macam apa ini? 100 milyar US$ hanya untuk mendaratkan seorang ilmuwan di atas bulan?” mereka menjawab, “ Tidak, tujuannya bukan untuk mendaratkan ilmuwan Amerika di atas bulan, tapi kai mempelajari susunan bulan bagian dalam. Dan kami menemukan sebuah fakta ilmiah, seandainya kita menghabiskan biaya berkali-kali lipat daripada ini untuk membuat orang percaya terhadap fakta tersebut, tentu tidak ada orang yang mempercayai kami.” Maka sang komentator mengatakan, “ Fakta apa itu?”. Mereka menjawab, “Rembulan ini pernah terbelah pada suatu saat kemudian menyatu kembali.” Komentator bertanya, “ Bagamana kalian mengetahui hal ini?”. Mereka menerangkan, “ Kami mendapatkan sebuah sabuk dari bebatuan yang membelah rembulan dari permukaannya hingga kebagian dalamnya. Kami lantas berembuk dengan para pakar ilmu tanah dan geologi dan mereka mengatakan hal tersebut tidak mungkin terjadi kecuali jika rembulan pernah terbelah kemudian menyatu lagi.”
Dawud Musa Bidcook lalu mengatakan, “ Maka saya segera meloncat dari kursi tempat duduk saya dan saya katakan, “Sebuah mukjizat telah terjadi untuk Muhammad SAW. pada 1400 tahun yang lalu. Allah SWT menundukkan orang-orang Amerika untuk membelanjakan lebih dari 100 milyar US$ guna menetapkan kebenaran mukjizat itu untuk umat Islam?! Kalau begitu, pasti agama ini adalah agama yang haq.” Pemuda itu melanjutkan perkataanya, “ Maka saya pun segera kembali ke Mushaf dan langsung membaca surat al-Qomar. Dan surat itulah yang menjadikan pintu masuknya Islam ke dalam hatiku.
Alhamdulillahirobbil’alami
“Maaf Ustadz, Tidak adanya diriku tidak akan berpengaruh pada dakwah ini. Maka ijinkanlah aku insilah. Ijinkanlah aku tidak aktif lagi untuk beraktivitas bersama kalian. Ijinkanlah aku tuk tak lagi menjadi da’I (penyebar)….. "
Untuk engkau tahu ustadz, aku malu disebut da’I dan bahkan beberapa orang memanggilku ustadz karena kesenioranku …. Karena aku lebih tua dari mereka … Karena aku lebih dulu menjadi aktivis dibanding mereka …
Namun tetap saja, "...ana basyaru mitslukum yuha ilayya …."
Aku tetap manusia yang fana … yang tidak sempurna … yang memiliki berjuta kelemahan … yang kadang dikalahkan nafsu dan syahwat …. yang kadang terpukau oleh godaan dunia … yang kadang mengejar materi sampai kaki ini tersandung sandung …. Dan masih banyak lainnya, yang intinya … aku tetap manusia biasa….
Sebagai seorang yang katanya da’I, yang katanya tiap mukmin sejatinya adalah da’I, tiap jiwa yang mengaku islam adalah da’I, maka lihatlah ruhiyahku sungguh amburadul…. tilawahku tak seberapa, tergantikan canda tawaku dengan keluarga dan teman sahabat …. sholat malamku terlewat tergantikan dengan tidurku yang pulas terlena … puasa sunnahku ku reshufel dengan makan yang yang mengenyangkan hanya karena takut sakit magh … belum sholat wajibku yang kudirikan dengan kemalasan dan kulakukan diakhir waktu ….
Sebagai orang yang katanya da’I, aku malas belajar… aku malas menghapalkan ayat – ayat Al Qur’an…. Aku malas menyimak tausiyah – tausiyah para ulama. Buku – buku hanyalah penghias di rak – rak lemariku, acara kajian adalah ajang ngrumpiku ….
Sebagai seorang yang katanya da’I, berat rasanya aku beramal. Berat rasanya aku mengeluarkan 2,5% penghasilanku untuk zakatku, apalagi jika aku harus mengeluarkannya untuk infaq dan sedekah … berat … berat … apalagi untuk berjihad dengan jiwa …
Sebagai seorang yang katanya da’I, sedikit sekali aku menyisihkan waktuku untuk menyeru… karena aku takut akan menjadi orang yang dibenci Allah : “ Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan “. (Ash Shoff 2 – 3)
Sungguh aku malu ustadz, sampai – sampai ada saudaraku yang mengingatkanku dengan menuliskan dipintunya sebuah kalimat : “Katanya Ikhwan ….”
Kemudian ustadz, materi – materi yang telah engkau berikan, dan materi – materi yang telah para murobbi berikan… dengan kefahaman yang kusimpan di dalam dada, masih tak mampu untuk bergerak, untuk beramar ma’ruf, apalagi untuk nahi mungkar ….
Lidah ini masih kelu untuk mengajak orang lain mendalami islam yang katanya Indah…. Dan bahkan dulu sekali sempat kucoba untuk mengajak, kemudian mereka menyambut seruan ini…. Tapi sekarang mereka telah jauh sebagai akibat atas pilihan untuk masuk ke dalam dakwah ini… tapi apa yang kulakukan …. Tak ada …. Ampuni hambamu ini ya Allah…. yang telah mengajak mereka berjama’ah tapi kemudian kutinggalkan setelah musibah mereka terima …. Tangan ini begitu lemah untuk berbuat, lidah ini telah kaku untuk mengingatkan para junud dan qiyadah untuk menolong mereka … maka kepada-Mu lah aku berharap untuk menolong mereka …
Maka akal ini berkata untuk apa menyeru, untuk apa merekrut, jika setelah itu aku telantarkan… tanpa kuperhatikan kebutuhannya, tanpa ku obati kejenuhannya, tanpa kusinari ruhiyahnya ….
Sungguh aku takut disebut tidak beriman karena tidak memperdulikan saudaraku yang lain yang tertimpa musibah. Sungguh aku takut disebut tidak beriman karena seharusnya aku mencintai mereka seperti mencintai diriki sendiri …. Sesuai materi – materi itu ….
Maafkan aku ustadz, aku menganggap rumah ini tak lagi nyaman untuk di huni… tak lagi indah untuk dipandang … tak lagi bersih untuk dibanggakan … dan tak lagi ikhlas dalam kepedulian …. Atapnya telah bocor disana – sini dan tiang serta dindingnya makin rapuh.
Kulihat ada hukum – hukum yang sudah pasti hitam putihnya, sekarang telah dibuat menjadi remang – remang dengan alasan fiqih realitas. Tapi memang siapakah diriku, aku bukan ustadz, apalagi tidak memiliki kafaah syar’I untuk menelaah hukum
Kulihat juga kita mencoba – coba untuk melegalisasi kebatilan dalam dakwah kita, goyangan wanita tlah kita undang dalam pengajian kita … bukankah “…wala talbisul haqqo bil bathil …”
Kemudian pertemuan – pertemuan ilmiyah ruhiyah kini pun telah tergantikan dengan syuro – syuro hizbiyah yang sebenarnya telah memiliki perangkat dan waktunya sendiri. Mengapa tidak manajemen waktu, mengapa tidak tawazun dalam kegiatan … bukankah kita ummat pertengahan yang tidak condong ke salah satu sisi…. Bukankah jasad, ruh dan akal memerlukan porsinya masing – masing … seperti kata murobbi dulu ….
Selanjutnya, apakah sholat ini tidak begitu membekas sehingga kita selalu terlambat datang dalam pertemuan. Bukankah sholat itu mengajarkan kita untuk disiplin dan tepat waktu. Namun mengapa hampir semua kegiatan kita selalu terlambat setengah sampai satu jam dari jadwal semula ….
Yah, memang benar kita adalah manusia biasa. Yang tidak sempurna, yang memiliki kealpaan, yang membutuhkan orang lain untuk mengingatkan. Namun bagaimana jika hati ini telah begitu mengeras membatu ….
Yaa Allah…. Ayat pertama yang kau turunkan adalah perintah untuk mentarbiyah diri “Iqro… kata-Mu”. Seolah Engkau mengatakan jika aku muslim maka aku harus Tarbiyah. Namun hati ini telah begitu berat dan ingin Insilah, maka jika aku keluar dari Tarbiyah…. Apakah tidak diartikan aku keluar dari Islam karena Islam harus Tarbiyah ….
Dan benar, jika aku keluar dari Tarbiyah yang secara nggak langsung dianggap keluar dari Islam, maka dakwah ini tak kan goyah, islam ini tetap tinggi, karena seperti kata-Mu yaa Allah : ”Hai orang - orang yang beriman, Barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, Maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha mengetahui.” (Al Maidah 54)
Jadi masih mungkinkah aku untuk insilah (keluar) ya ustadz …..
Artikel Dr Stephen Carr Leon patut menjadi renungan bersama. Stephen menulis dari pengamatan langsung. Setelah berada 3 tahun di Israel karena menjalani housemanship dibeberapa rumah sakit di sana. Dirinya melihat ada beberapa hal yang menarik yang dapat ditarik sebagai bahan tesisnya, yaitu, "Mengapa Yahudi Pintar?"
Ketika tahun kedua, akhir bulan Desember 1980, Stephen sedang menghitung hari untuk pulang ke California, terlintas di benaknya, apa sebabnya Yahudi begitu pintar? Kenapa tuhan memberi kelebihan kepada mereka? Apakah ini suatu kebetulan? Atau hasil usaha sendiri?
Maka Stephen tergerak membuat tesis untuk Phd-nya. Sekadar untuk Anda ketahui, tesis ini memakan waktu hampir delapan tahun. Karena harus mengumpulkan data-data yang setepat mungkin.
Marilah kita mulai dengan persiapan awal melahirkan. Di Israel, setelah mengetahui sang ibu sedang mengandung, sang ibu akan sering menyanyi dan bermain piano.* Si ibu dan bapak akan membeli buku matematika dan menyelesaikan soal bersama suami.
Stephen sungguh heran karena temannya yang mengandung sering membawa buku matematika dan bertanya beberapa soal yang tak dapat diselesaikan. Kebetulan Stephen suka matematika.
Stephen bertanya, "Apakah ini untuk anak kamu?"
Dia menjawab, "Iya, ini untuk anak saya yang masih di kandungan, saya sedang melatih otaknya, semoga ia menjadi jenius."
Hal ini membuat Stephen tertarik untuk mengikut terus perkembangannya.
Kembali ke matematika tadi, tanpa merasa jenuh si calon ibu mengerjakan latihan matematika sampai genap melahirkan.
Hal lain yang Stephen perhatikan adalah cara makan. Sejak awal mengandung dia suka sekali memakan kacang badam dan korma bersama susu.** Tengah hari makanan utamanya roti dan ikan tanpa kepala bersama salad yang dicampur dengan badam dan berbagai jenis kacang-kacangan.
Menurut wanita Yahudi itu, daging ikan sungguh baik untuk perkembangan otak dan kepala ikan mengandungi kimia yang tidak baik yang dapat merusak perkembangan dan penumbuhan otak anak didalam kandungan. Ini adalah adat orang orang Yahudi ketika mengandung. menjadi semacam kewajiban untuk ibu yang sedang mengandung mengonsumsi pil minyak ikan.
Ketika diundang untuk makan malam bersama orang orang Yahudi. Begitu Stephen menceritakan, "Perhatian utama saya adalah menu mereka. Pada setiap undangan yang sama saya perhatikan, mereka gemar sekali memakan ikan (hanya isi atau fillet),"
ungkapnya.
Biasanya kalau sudah ada ikan, tidak ada daging. Ikan dan daging tidak ada bersama di satu meja. Menurut keluarga Yahudi, campuran daging dan ikan tak bagus dimakan bersama. Salad dan kacang, harus, terutama kacang badam.
Uniknya, mereka akan makan buah buahan dahulu sebelum hidangan utama. Jangan terperanjat jika Anda diundang ke rumah Yahudi Anda akan dihidangkan buah buahan dahulu. Menurut mereka, dengan memakan hidangan kabohidrat (nasi atau roti) dahulu kemudian buah buahan, ini akan menyebabkan kita merasa ngantuk.
Akibatnya lemah dan payah untuk memahami pelajaran di sekolah.
Di Israel, merokok adalah tabu,*** apabila Anda diundang makan dirumah Yahudi, jangan sekali kali merokok. Tanpa sungkan mereka akan menyuruh Anda keluar dari rumah mereka. Menyuruh Anda merokok di luar rumah mereka.
Menurut ilmuwan di Universitas Israel, penelitian menunjukkan nikotin dapat merusakkan sel utama pada otak manusia dan akan melekat pada gen. Artinya, keturunan perokok bakal membawa generasi yang cacat otak ( bodoh). Suatu penemuan yang dari saintis gen dan DNA Israel.
Perhatian Stephen selanjutnya adalah mengunjungi anak-anak Yahudi. Mereka sangat memperhatikan makanan, makanan awal adalah buah buahan bersama kacang badam, diikuti dengan menelan pil minyak ikan (code oil lever).
Dalam pengamatan Stephen, anak-anak Yahudi sungguh cerdas. Rata rata mereka memahami tiga bahasa, Hebrew, Arab dan Inggris. Sejak kecil mereka telah dilatih bermain piano dan biola. Ini adalah suatu kewajiban.
Menurut mereka bermain musik dan memahami not dapat meningkatkan IQ. Sudah tentu bakal menjadikan anak pintar.
Ini menurut saintis Yahudi, hentakan musik dapat merangsang otak.
Tak heran banyak pakar musik dari kaum Yahudi.
Seterusnya di kelas 1 hingga 6, anak anak Yahudi akan diajar matematika berbasis perniagaan. Pelajaran IPA sangat diutamakan. Di dalam pengamatan Stephen, "Perbandingan dengan anak anak di California, dalam tingkat IQ-nya bisa saya katakan 6 tahun kebelakang!!" katanya.
Segala pelajaran akan dengan mudah di tangkap oleh anak Yahudi. Selain dari pelajaran tadi olahraga juga menjadi kewajiban bagi mereka. Olahraga yang diutamakan adalah memanah, menembak dan berlari.
Menurut teman Yahudi-nya Stephen, memanah dan menembak dapat melatih otak fokus. Disamping itu menembak bagian dari persiapan untuk membela negara.
Selanjutnya perhatian Stephen ke sekolah tinggi (menengah). Di sini murid-murid digojlok dengan pelajaran sains. Mereka didorong untuk menciptakan produk. Meski proyek mereka kadangkala kelihatannya lucu dan memboroskan, tetap diteliti dengan serius.
Apa lagi kalau yang diteliti itu berupa senjata, medis dan teknik. Ide itu akan dibawa ke jenjang lebih tinggi.
Satu lagi yg di beri keutamaan ialah fakultas ekonomi. Saya sungguh terperanjat melihat mereka begitu agresif dan seriusnya mereka belajar ekonomi. Diakhir tahun diuniversitas, mahasiswa diharuskan mengerjakan proyek. Mereka harus memperaktekkanya.
Anda hanya akan lulus jika team Anda (10 pelajar setiap kumpulan) dapat keuntungan sebanyak $US 1 juta!
Anda terperanjat?
Itulah kenyataannya.
Kesimpulan, pada teori Stephen adalah, melahirkan anak dan keturunan yang cerdas adalah keharusan.. Tentunya bukan perkara yang bisa diselesaikan semalaman. Perlu proses, melewati beberapa generasi mungkin?
Kabar lain tentang bagaimana pendidikan anak adalah dari saudara kita di Palestina. Mengapa Israel mengincar anak-anak Palestina. Terjawab sudah mengapa agresi militer Israel yang biadab dari 27 Desember 2008 kemarin memfokuskan diri pada pembantaian anak-anak Palestina di Jalur Gaza.
Seperti yang kita ketahui, setelah lewat tiga minggu, jumlah korban tewas akibat holocaust itu sudah mencapai lebih dari 1300 orang lebih. Hampir setengah darinya adalah anak-anak.
Selain karena memang tabiat Yahudi yang tidak punya nurani, target anak-anak bukanlah kebetulan belaka. Sebulan lalu, sesuai Ramadhan 1429 Hijriah, Ismali Haniya, pemimpin Hamas, melantik sekitar 3500 anak-anak Palestina yang sudah hafidz al-Quran.
Anak-anak yang sudah hafal 30 juz Alquran ini menjadi sumber ketakutan Zionis Yahudi. "Jika dalam usia semuda itu mereka sudah menguasai Alquran, bayangkan 20 tahun lagi mereka akan jadi seperti apa?" demikian pemikiran yang berkembang di pikiran orang-orang Yahudi.
Tidak heran jika-anak Palestina menjadi para penghafal Alquran. Kondisi Gaza yang diblokade dari segala arah oleh Israel menjadikan mereka terus intens berinteraksi dengan al-Quran. Tak ada main Play Station atau game bagi mereka.
Namun kondisi itu memacu mereka untuk menjadi para penghafal yang masih begitu belia. Kini, karena ketakutan sang penjajah, sekitar 500 bocah penghafal Quran itu telah syahid.
Perang panjang dengan Yahudi akan berlanjut entah sampai berapa generasi lagi. Ini cuma masalah giliran. Sekarang Palestina dan besok bisa jadi Indonesia. Bagaimana perbandingan perhatian pemerintah Indonesia dalam membina generasi penerus dibanding dengan negara tetangganya.
Ambil contoh tetangga kita yang terdekat adalah Singapura. Contoh yang penulis ambil sederhana saja, Rokok. Singapura selain menerapkan aturan yang ketat tentang rokok, juga harganya sangat mahal.
Benarkah merokok dapat melahirkan generasi "Goblok!" kata Goblok bukan dari penulis, tapi kata itu sendiri dari Stephen Carr Leon sendiri. Dia sudah menemui beberapa bukti menyokong teori ini.
"Lihat saja Indonesia," katanya seperti dalam tulisan itu.
Jika Anda ke Jakarta, di mana saja Anda berada, dari restoran, teater, kebun bunga hingga ke musium, hidung Anda akan segera mencium bau asak rokok! Berapa harga rokok? Cuma US$ .70cts !!!
"Hasilnya? Dengan penduduknya berjumlah jutaan orang berapa banyak universitas? Hasil apakah yang dapat dibanggakan? Teknologi? Jauh sekali. Adakah mereka dapat berbahasa selain dari bahasa mereka sendiri? Mengapa mereka begitu sukar sekali menguasai bahasa Inggris? Apakah ini bukan akibat merokok? Anda fikirlah sendiri?"
-------------
Tidak hanya Ibu miskin itu, anaknya Amar dan suaminya Yasir juga mengalami hal yang serupa, mereka semua mati dan merengkuh gelar sebagai syuhada dalam penyiksaan majikan mereka karena beristiqomah menjadi pengikut Muhammad SAW. Dalam pelukan tauhid, mereka mati dengan tubuh bersimbah darah di tiang gantungan bersama hujaman tombak.
Hamzah yang digelari Bapak para syuhada juga mati terbunuh di perang uhud. Kegagahannya membela agama Allah dan membantu perjuangan Rasulullah SAW telah mengantarkannya ke singgasana kemuliaan untuk menebus syurga, setelah lontaran tombak seorang budak menembus dadanya.
Heroisme seorang Hamzah tidak diragukan lagi. Ayunan pedangnya tidak akan kurang mematikan seratus musuh di setiap pertempuran. Pembelaannya terhadap rasulullah Nampak jelas, baik dalam peperangan maupun di luar medan tempur mana kala kaum kuraisy mengancam Rasulullah. “Barangsiapa yang berani mengganggu Muhammad, maka mereka akan berhadapan dengan Hamzah bin Abdul Muthalib.”
Hamzah pun akhirnya mati dalam peperangan menegakkan agama Allah. Ketika kematiannya di medan Uhud, Hindun mengoyak-ngoyak dada dan perutnya, mengeluarkan jantung dan isi perutnya kemudian menyayat-nyayat dan mengunyah-ngunyah jantung itu sebagai perayaan dendamnya yang telah terbalaskan kala itu.
Thalhah di medan Hunain menukilkan kisah yang tak kalah monumental. Pengorbanan untuk Allah, Rasul dan agamaNya dibuktikannya dengan kegigihan mengorbankan segenap yang dia punya demi tetap tegak dan berkibarnya panji Islamiyah. Saat panji Islam sempat terjatuh di tengah berkecamuknya perang Hunain, Thalhahlah yang menegakkannya.
Di sini, yang menarik bukanlah siapa yang menegakkan panji itu, tetapi perjuangan menegakkan panji itulah yang patut dicatat generasi-geerasi pembelajar. Thalhah menegakkan panji itu di sela ayunan pedang dan hujanan anak panah para kuffar yang tek henti menyerang. Bahkan, tat kala kedua tangannya putus tertebas pedang, belasan anak panah menghujami punggungnya, Thalhah terus memeluk dan mendekap erat panji itu sehingga tetap berdiri hingga pertempuran berakhir. Thalhah pun menggapai citanya sebagai syuhada dengan menjadi pancang panji itu.
Di era yang lebih dekat, DR. Abdullah Azzam, Syaikh Ahmad Yasin, DR. Abdul Aziz Al Rantisi di Palestina, tubuh mereka semua hancur lebur dihantam bom dan rudal para yahudi laknatulloh. Sungguh demikian, mereka telah menemui janji Tuhan, dan mereka telah mencapai cita-cita tertinggi mereka, hidup dalam kemuliaan dan mati dalam kesyahidan. Para bidadari syurga telah menyambut mereka dengan rekahan senyum yang tiada tara.
Sayyaf dan Khattab di Checia juga telah menunaikan tugasnya dan membuktikan komitmennya menjemput janji Allah. Mereka mendaftar sebagai mujahid Allah dan berjuang di medan perang. Kesyahidan pun menutup hayat mereka.
Melalui mereka itulah Allah perlihatkan langsung kepada kita daftar diantara para syuhada yang dirindukan syurga. Ya, mereka masuk ke dalam daftar syuhada’nya Allah. Nama-nama mereka terukir indah dengan tinta emas bertuliskan Syuhada. Tulisan sebuah gelar untuk sebuah kematian yang tidak ada bandingan kemuliaannya sepanjang masa. Sebuah sebutan yang akan membuat telinga penghuni syurga bergemuruh riang mendengar kabar kedatangannya.
Kini semua mereka telah tiada. Mungkin dari mereka tak ada lagi yang tersisa, kecuali aroma syurga yang barangkali sudah menyengat-nyengat “hidung” mereka.
Rasulullah SAW berpesan, “Sungguh seseorang itu akan mati dalam keadaan jahiliyah, apabila di hatinya tidak pernah terniat untuk berjihad di jalan Allah..”
Allah, Rasulnya tentu juga memiliki daftar para syuhada. Allah tentu memiliki daftar orang-orang yang akan memasuki syurga melalui jalan khusus. Rasulullah juga memiliki daftar para syuhada yang akan otomatis masuk dalam barisan panjangnya di yaumil mahsyar. Dan para syuhada terdahulu itu, tentu juga akan memiliki daftar orang-orang yang akan bersama dan sebarisan dengannya di padang mahsyar., baik syuhada yang dahulunya ataupun syuhada sebelumnya.
Kita tentu berharap dengan segala kesungguhan dan ketulusan niat kita, agar kita bisa menuntun jiwa dan raga kita untuk mendaftar sebagai Mujahid. Sehingga kita juga masuk dalam daftar mujahid dan jika terbunuh juga masuk dalam daftar syuhadanya Allah, Rasulullah dan daftar sesama syuhada’ para syuhada. Karena kini kita ada, setidaknya kita masuk dalam daftar syuhada’ yang sebelum mereka.
Ya Hamzah, ya Thalhah. Wahai Sumayyah. Ya Abdullah Azzam, ya Syekh Ahmad Yasin, masukkan kami dalam daftarmu!
Jan
18
Perkenalkanlah kami para mujahid yang berbai’at pada Muhammad untuk berjihad selagi nyawa masih dijasad. Kamilah yang tidak punya pilihan ketiga hanya kemenangan mulia atau menyandang syuhada. Kami yang menjual harta dan jiwa pada Allah pembelinya, hanya syurga harga janji-Nya. Kami bercita tak pernah mati, karena Ia telah berjanji jangan kira syuhada itu mati, tetapi hidup disisi Robb-Nya penuh rizqi dan abdi
Wahai orang-orang yang terlena
Kenalkah kalian denganku ? Ya akulah sang pembebas Al-Aqsho, rumah Allah yang diberkati. Akulah pengukir tinta emas itu, seorang panglima perang, Sholahuddin Al-Ayyubi. Orang-orang di zamanku mengenalku tak lebih dari seorang panglima yang selalu menjaga sholat berjama’ah. Kesenanganku adalah mendengarkan bacaan Alquran yang indah dan syahdu. Malam-malamku adalah yang kutunggu. Saat aku bercengkerama dengan Robbku. Sedang siangku adalah perjuangan nyata, pengejawantahan cintaku pada-Nya. Bagaimana denganmu ? Masihkah kalian melalaikan sholat berjama’ah ? Atau waktu malammu kau habiskan untuk kepuasanmu ?
Wahai orang-orang
Kau pasti pernah mendengarku sang ulama mujahid pembangkit jihad palestina. Aku adalah Izzuddin Al-Qossam.Waktu mudaku adalah pembangkit semangatku dalam mencari ilmu dan berjihad. Kajian-kajian revolusioner yang mengajarkanku akan arti pembebasan, selalu kuikuti walau pemerintah selalu memburu. Tiba saatnya mengangkat senjata. Semangatku dalam meraih pembebasan, adalah azzam yang tak pernah padam untuk berjihad. Sampailah ketika diriku syahid. Hingga kafir mengira diriku telah mati. Percayalah bahwa diriku belum mati, karena kini aku telah menjelma menjadi sekelompok ksatria yang mewarisi semangatku. Brigade Syahid Izzuddin Al-Qossam
Wahai orang-orang yang tak pernah bersyukur
Aku Syekh Ahmad Yassin, lelaki tua pemimpin HAMAS pada masa ku. Tak malukah kalian denganku, lelaki tua lumpuh yang telah uzur ? Ragaku memang tua, tapi semangatku terus menyala. Dengan kursi roda, aku mengguncang dunia. Akulah penggerak perjuangan HAMAS. Rinduku disepertiga malam terakhir adalah yang kunanti. Sholat shubuh berjama’ah di masjid adalah keseharianku. Ingatkah kalian di shubuh terakhirku ? Disaat rudal menghadang lajuku yang renta ini? Sampai aku menghadap Robb-ku dengan senyum berbekas di wajahku? Masihkah kalian tidak bergeming, walau jasad kalian tidak sepertiku?
Lain halnya denganku Akram Shidqy Athrasy. Kebutaan pada mataku tak pernah meluluh lantakkanku untuk berjihad. Mata hatiku selalu mengahatarkan jiwaku dalam menempuh syurga. Masikah kalian tak bersyukur, dengan raga kalian yang tidak sepertiku ?
Wahai orang-orang yang terbuai
Pernahkah kalian mendengar jasad yang telah hancur namun masih ditakuti tentara zionis? Itulah jasadku, Imad Aqil. Akulah sang pemimpin pasukan elit Unit Syuhada Al-Aqsho dalam brigade Izzuddin Al-Qossam. Kelihaianku adalah menyelinap pertahanan zionis yang terkenal ketat itu. Sampai aku menjadi salah satu incaran buronan zionis. Suatu hari keberadaanku terkuak zionis. Dengan ratusan tentara, puluhan panser, 60 bom, dan beberapa helikopter, mereka mengepungku. Ya, hari itu adalah hari terakhirku berpuasa. Dengan takbir, rentetan senjata api menyambut tubuhku. Sebuah meriam tank akhirnya meluluhlantakkan tubuhku, mengantarkanku menemui Robb-ku.
Wahai orang-orang
Akulah Al-muhandis dari rafat, Yahya Ayyash namaku. Posterku ditempel diseluruh bumi jajahan zionis. Dengan keahlianku, kubuat segala kesederhanaan dan keterbatasan menjadi suatu kepastian nan brilian. Bom rakitanku kerap kali tak dapat terdeteksi. Ya, jadilah aku sang buronan no. 1 zionis. Tibalah pada pengkhianatan seorang kerabatku, yang menghantarkanku menuju Robb-ku. Kematianku diumumkan dibumi zionis dengan gegap gempita. Seolah mereka telah lepas dari ketakutan. Sayang mereka tidak menyadari. Karena dibelakangku telah lahir ayyash-ayyash baru dengan secercah cahaya harapan.
Wahai para pemuda
Ketahuilah aku tidak seperti mu !! Akulah singa muda brigade Izzuddin Al-Qossam, Muhammad Fathi Farhat. Kenalkah kalian denganku ? Aku tidak sepertimu yang selalu mengahabiskan waktu mudamu untuk bersenang-senang atau bahkan menjajakan diri gaya hidup dan style para zionis. Aku tumbuh di bumi jihad Palestina. Umurku tidak lebih dari 18 tahun, tapi ku wakafkan jiwaku untuk Allah ! Tak sadarkah kalian para pemuda, padahal Allah menjanjikan syurga-Nya untukmu ?
Aku pun tak sepertimu duhai para aktivis !! Sudah sejauh apa da’wahmu untuk ummat sampai-sampai dirimu melupakan keluargamu ? Tak ingatkah kalian disela-sela ku berjihad. ku selalu meluangkan waktu untuk ibuku ? Masih ingatkah kalian di hari kesyahidanku ? Kujemput syahidku ketika sebelumnya ku bercengkrama, jalan-jalan, pamit bahkan mengecup ibuku. Tak tergerakkah hatimu? Pedulikah dirimu dengan keluargamu?
Atas nama Palestina kami kan terus berjuang
Atas nama iman kami kan terus terdepan
Atas nama Al-Aqsho kami kan terus berjanji
Atas nama para syuhada jiwa ini tak akan pernah gentar
Atas nama Allah jiwa ini kan terus mengabdi
Jan
18
Ini adalah postingan pertamaku saat bergabung bersama CyberMQ Blog.Kedepan InsyaAllah saya akan coba terus menulis di blog tercinta saya ini tentang sesuatu yang bermanfaat bagi dunia. Semoga tulisan awal ini menjadi langkah penting dalam memulai kreasi saya didunia maya khususnya di blog saya ini. Kunjungi kembali blog saya beberapa waktu kedepan untuk melihat tulisan saya.(read more ...)










